Mahasiswa Lingkungan Unbaja Sesalkan Sikap AMPAL Banten yang Dinilai Menyimpang dari Isu Lingkungan

- Redaktur

Sabtu, 17 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Banten Jaya (Unbaja), Sahroni, menyampaikan pandangannya perihal Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPAL) Banten usai melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, Rabu (14/1/2026).
‎
‎Menurutnya, organisasi tersebut telah terjebak oleh sendirinya lantaran tidak fokus membahas dampak lingkungan terhadap galian ilegal kepada pimpinan dewan.
‎
‎Mereka justru lebih memilih mengangkat isu tentang Anggota DPRD Kota Serang, Edi Santoso, yang diduga membawa senjata api atau senjata tajam saat sidak galian C di Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, pada Desember 2025 lalu.
‎
‎”Menurut saya, AMPAL Banten tidak jelas karena isu yang diangkat bukan persoalan lingkungan tetapi lebih kepada personal sehingga terkesan fitnah,” ujar Sahroni, Jumat, 16 Januari 2026.

Baca Juga :  Tiga Paslon Presiden-Wakil Presiden 2024-2029 Sepakat Lanjutkan Program Hilirisasi dengan Prinsip-Prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
(Foto: Istimewa)

Ia mengatakan tuduhan AMPAL Banten kepada Edi Santoso terkait membawa senjata api atau senjata tajam belum tentu bisa dibuktikan, sehingga terkesan mengarah pada fitnah dan pencemaran nama baik.
‎
‎”Di akun media sosial pak Edi juga saya tidak melihat ada moment menunjukkan senjata api atau senjata tajam saat sidak,” tambahnya.
‎
‎Seharusnya, lanjut dia, mereka membahas temuan galian ilegal yang disidak salah satu anggota legislatif. Mulai dari perizinan hingga keselamatan warga sekitar terhadap keberadaan galian tersebut.
‎
‎”Padahal mereka mengatasnamakan aktivis lingkungan tetapi mereka tidak fokus menggali informasi soal lingkungan misalnya perizinan, dampak negatif, sampai warga sekitar yang dirugikan,” katanya.
‎
‎Menurutnya, tuduhan AMPAL Banten terkesan lucu dan tidak mencerminkan mereka sebagai mahasiswa yang berintelektual.
‎
‎”Jadi, tujuan atau motivasi mereka menggiring opini ini ke publik perlu dipertanyakan, cari panggung atau pesanan,” katanya.
‎
‎Sahroni juga membantah terkait adanya dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Samsul Bahri, orang terdekat Edi Santoso, saat melakukan mediasi dengan beberapa anggota AMPAL Banten.
‎
‎”Saat pertemuan di salah satu cafe itu tidak ada intimidasi yang dilakukan bang Samsul, karena saya juga ada di lokasi mendampingi beliau (Samsul),” pungkasnya.

Baca Juga :  Mengenal Investasi dalam Tahun Naga: Strategi dan Panduan untuk Masa Depan Finansial yang Sukses
(Foto: Istimewa)

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Muhammad Ardi, yang merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja.
‎
‎Ia mengaku sangat menyayangkan tindakan dari AMPAL Banten yang mana bukan fokus pada permasalahan utama, yaitu pelanggaran izin galian C, yang tertuang dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Serang.
‎
‎”Dan sangat jelas aktivitas tersebut merupakan salah satu kegiatan yang merusak lingkungan,” ujar Ardi.

Baca Juga :  H. Ferry Zundan Tokoh Pemuda Kota Serang Ajak Mahasiswa dan Masyarakat menjaga Kondusivitas Kota Serang

‎”Alih-alih memfokuskan perhatiannya kepada hal tersebut, mereka malah menyoroti tindakan pak Dewan (Edi Santoso) yang dinilai tak bermoral dengan tuduhan mengenai kepemilikan senpi yang tidak terbukti adanya,” tuturnya. (Madz)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru