[BANTENESIA.NET], Kabupaten Pandeglang – Kelompok 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) dari Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH Banten) mengadakan sosialisasi pencegahan bullying di Madrasah Ibtida’iyah (MI) Alfalah, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Banten.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya dan dampak negatif dari tindakan bullying di sekolah maupun di lingkungan mereka.
Kepala Sekolah MI Alfalah, Muslihin S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya saling menghormati antar siswa.

“Jangan sampai siswa MI Alfalah Carodok ini mengejek, mengolok-olok, atau mendorong-dorong teman. Semua itu adalah bentuk perilaku bullying yang tidak boleh terjadi di sini,” ujarnya.
Sosialisasi yang disampaikan secara interaktif dan menggunakan film animasi Doraemon sebagai media pembelajaran ini, mendapat sambutan antusias dari para siswa.
Melalui contoh-contoh yang ditampilkan dalam animasi tersebut, siswa diajarkan mengenai dampak buruk bullying, yang dapat membuat korban menjadi malas bersekolah dan kehilangan semangat belajar.

“Bullying adalah tindakan yang sangat tercela. Melalui film animasi, kami berharap siswa lebih mudah memahami sikap yang tidak boleh dilakukan terhadap teman,” ungkap Nuruunnajmi, salah satu pemateri dalam acara tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok 11 KUKERTA, Alif Rahmat Fitriyadi, juga menambahkan, “Siswa tidak boleh saling membully karena dampaknya sangat besar, termasuk malas masuk kelas,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut dengan gembira oleh para guru MI Alfalah. Mereka menilai bahwa selain sebagai penyegaran dalam kegiatan belajar mengajar, siswa juga dapat memperoleh pengetahuan baru dengan cara yang menyenangkan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan angka bullying di sekolah dapat ditekan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa. (*/ Pou)







