Koperasi Jawara Resmi Diluncurkan: Sinergi BI dan UMKM Banten untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama saat Peresmian Koperasi Jawara BI Banten. (Foto: Bantenesia)

Foto bersama saat Peresmian Koperasi Jawara BI Banten. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Sebuah tonggak baru dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas resmi diukir oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Pada Selasa (15/7/2025).

Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M Moesa, secara simbolis meresmikan Koperasi Jawara, koperasi pegawai yang tak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan internal, namun juga menjadi etalase produk-produk unggulan UMKM khas Banten.

Secara Simbolis BI Banten Meresmikan Koperasi Jawara. (Foto: Bantenesia)

Dalam sambutannya, Ameriza mengungkapkan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan pencapaian penting, seiring masih muda-nya usia kantor perwakilan BI Banten dibandingkan daerah lain.

Nama Koperasi Jawara sendiri merupakan akronim dari ‘Janaloka Wantia Raharja’, yang berarti wadah amanah untuk kesejahteraan dan keselamatan bersama.

“Kami ingin koperasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan konsumsi pegawai, tetapi juga menjadi pusat promosi dan pemasaran produk UMKM lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Pelanggan Nasional 2023, Telkomsel Prioritaskan Kesetiaan Pelanggan
Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M Moesa. (Foto: Bantenesia)

Koperasi ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan mie instan. Namun, daya tarik utamanya terletak pada konsep modern yang memadukan ekonomi kerakyatan dengan teknologi dan keberpihakan pada pelaku usaha mikro.

Produk olahan, makanan beku, hingga kerajinan tangan khas Banten akan dipasarkan secara eksklusif di koperasi ini.

Menyesuaikan dengan perkembangan zaman, Koperasi Jawara menerapkan sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain memberikan kemudahan bagi anggota, sistem ini memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pembukuan koperasi.

“Kami mendorong anggota untuk bertransaksi secara non-tunai sebagai bentuk edukasi finansial. Namun pembeli non-anggota tetap dapat menggunakan uang tunai,” terang Ameriza.

Baca Juga :  Kesuksesan Wedding Gathering di Aston Serang Hotel & Convention Center

Meski belum menjual produk segar karena keterbatasan fasilitas penyimpanan, koperasi ini terbuka bagi seluruh pegawai, termasuk petugas keamanan dan kebersihan. Ameriza juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten atas dukungan selama proses pembentukan koperasi.

Turut hadir dalam acara peresmian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BI Banten dalam membentuk koperasi yang tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono. (Foto: Bantenesia)

“Koperasi ini adalah contoh konkret bagaimana institusi besar dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan,” ujar Agus.

Baca Juga :  IOH Pastikan Jaringan Andal Selama Ramadan dan Lebaran 1446H

Ia menyebut Koperasi Jawara sebagai bagian dari semangat Koperasi Merah Putih, program strategis pemerintah untuk mendorong transformasi koperasi menuju digitalisasi dan profesionalisme. Hingga kini, tercatat sudah lebih dari 1.500 koperasi Merah Putih terbentuk di Indonesia.

Agus berharap langkah Bank Indonesia ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta, untuk membentuk koperasi produktif yang mendorong ekonomi inklusif di daerah masing-masing.

“Kami siap bersinergi agar koperasi seperti Jawara menjadi model unggulan di Banten, bahkan secara nasional,” tutupnya.

Koperasi Jawara hadir bukan sekadar tempat belanja pegawai, tapi menjadi simbol kolaborasi antarinstansi, penggerak UMKM, dan pilar kesejahteraan berbasis gotong royong modern. (Pou)

Berita Terkait

Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi
Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal
QRISAMLING Jadi Langkah Baru Digitalisasi, BI Banten dan Bapenda Dorong Kepatuhan Pajak
FEKDI x IFSE 2026: Banten Raih Prestasi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah
BI Banten Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Dorong Pertanian Modern dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:07 WIB

OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan

Rabu, 30 September 2026 - 23:53 WIB

Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal

Berita Terbaru