Jejak Luka Psikologis: Dampak Pembulian pada Generasi Muda

- Redaktur

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Nama: Daniel Julkris

NIM: 1111250330

Instansi: Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

[BANTENESIA.NET], KOTA SERNG – Pembulian bukan hanya masalah perilaku buruk, tetapi juga persoalan serius yang meninggalkan jejak panjang dalam diri seorang anak atau remaja.

Di masa ketika generasi muda sedang membangun kepercayaan diri dan identitas, perlakuan kasar seperti ejekan, penghinaan, pengucilan, atau kekerasan fisik mampu merusak fondasi emosional mereka.

Yang sering tidak disadari adalah bahwa luka psikologis dari pembulian jauh lebih dalam daripada luka fisik yang tampak.

Dampak psikologis tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk. Banyak korban pembulian menjadi mudah cemas, takut berinteraksi, dan kehilangan rasa aman di lingkungan sosialnya.

Baca Juga :  Mampukah Restorative Justice Mengurangi Beban Pengadilan Tanpa Mengorbankan Hak Korban?

Tidak sedikit yang mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri, merasa tidak berharga, bahkan membenci siapa diri mereka sebenarnya. Bagi sebagian korban, trauma itu bisa terbawa hingga dewasa, memengaruhi hubungan, karier, dan cara mereka memandang hidup.

Sementara itu, lingkungan sering kali meremehkan pembulian sebagai sekadar “canda teman” atau “bagian dari proses tumbuh.” Pandangan seperti ini justru memperparah keadaan, karena korban merasa keluhannya tidak dianggap penting.

Baca Juga :  Serunya Tujuh Belas Agustus

Padahal, penelitian menunjukkan bahwa pembulian yang tidak tertangani dapat memicu gangguan mental jangka panjang seperti depresi, kecemasan berlebih, dan stres berkepanjangan. Generasi muda yang seharusnya tumbuh penuh potensi malah terjebak dalam rasa takut yang terus menghantui.

Mencegah pembulian bukan hanya tugas sekolah atau keluarga, tetapi tugas seluruh masyarakat. Kita perlu membangun budaya yang menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan verbal.

Membiasakan diri untuk menggunakan kata-kata yang menggugah semangat, memperhatikan perasaan orang lain, dan berani membela yang lemah adalah langkah kecil namun berdampak besar. Setiap orang, tanpa terkecuali, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Baca Juga :  Dua Negara, Satu Harapan: Masa Depan Palestina dan Israel

Pada akhirnya, pembulian bukan sekadar tindakan menyakitkan sesaat, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan mental dan masa depan seseorang.

Menghapus pembulian berarti memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dengan percaya diri, bebas dari rasa takut, dan memiliki kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dunia yang bebas pembulian adalah dunia yang lebih sehat, lebih manusiawi, dan lebih penuh harapan. ***

Berita Terkait

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Air untuk Siapa? Konflik Agraria dan Ketidakadilan di Cadasari
Tanah untuk Siapa? Konflik Agraria dan Negara yang Abai
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Senin, 6 April 2026 - 21:23 WIB

Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB