[BANTENESIA.NET] – Truk ekspedisi yang baru saja menyelesaikan perjalanan panjang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten, menghadapi tantangan serius di sepanjang jalur Cikuasa Atas. Kepadatan terjadi pada Minggu malam (10/12) ketika truk-truk tersebut antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Rahman, seorang supir truk ekspedisi, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi para pengemudi. “Dari jam 7 malam tadi sampai sekarang belum dapat solar juga. Antre terus,” ujarnya dengan nada kesal pada Senin (11/12). Antrean yang sulit di SPBU Cikuasa Atas membuat para supir truk harus bersabar, bahkan menghabiskan berjam-jam untuk mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.
Jalur Cikuasa Atas, yang menghubungkan Pelabuhan Merak, Banten, dengan sejumlah SPBU, kini menjadi saksi kepadatan kendaraan, terutama truk ekspedisi. Kondisi ini tidak hanya merugikan waktu, tetapi juga merugikan para supir truk yang harus mengantarkan barang pesanan.
Rahman mengakui bahwa antrean ini berdampak negatif pada kecepatan pengiriman. “Rugi pasti. Ya rugi waktu, rugi solar. Kan ini pelanggan barang kita jadi nunggu waktu lama, mestinya kita sampai jam 11 malam di Jakarta, ini jadi terhambat dan terlambat. Pelanggan sudah pasti kecewa,” tandasnya.
Di tengah keluhan supir truk, masyarakat sekitar Cikuasa Atas mengungkapkan bahwa kondisi antrean sering terjadi. Selain karena jumlah kendaraan yang antre untuk mendapatkan solar, dugaan penimbunan bahan bakar minyak jenis solar juga menjadi salah satu penyebabnya.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, “Walah (antrean) sering kalo truk begini mah. Itu sih banyak yang nimbun (BBM solar).” Keterangan ini mengarah pada dugaan adanya praktik penimbunan solar oleh para pelaku yang menggunakan truk ekspedisi.
Meskipun PT Pertamina (Persero) telah memberlakukan pembatasan pembelian BBM jenis Solar, dugaan kuat muncul bahwa ada kerjasama dengan oknum di SPBU. Para pelaku penimbun solar diduga bekerja sama dengan orang dalam SPBU untuk memanipulasi data pembelian solar para supir truk.
Sumber informasi menyebutkan bahwa dalam seminggu terakhir, Satreskrim Polres Cilegon berhasil menangkap seorang terduga pelaku penimbunan BBM jenis Solar. “Minggu kemarin ada yang ditangkap juga, dekat warteg. Pada kenal lah siapa dia, pemain lama,” ungkapnya. Praktik penimbunan solar dengan menggunakan truk ekspedisi menjadi sorotan dan semakin mempersulit kelancaran distribusi barang di wilayah tersebut. (Pou)







