[BANTENESIA.NET] – Perjalanan panjang Fesbuk Banten News (FBn) selama 16 tahun akhirnya berbuah pengakuan. Direktur FBn Lulu Jamaludin dinobatkan sebagai Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan dalam ajang Ekbispar Awards 2026 “Awarding And Charity.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kelompok Kerja Wartawan Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (Pokja Ekbispar) Provinsi Banten, Jumat (6/3/2026) di Aston Serang Hotel & Convention Center.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah FBn yang tidak hanya bergerak di bidang penyebaran informasi, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Provinsi Banten.
Menariknya, momentum penghargaan ini bertepatan dengan usia Fesbuk Banten News yang genap 16 tahun pada 4 Maret 2026. Sejak berdiri pada 2010, FBn awalnya hadir sebagai fan page media sosial yang menyajikan flash news dan tautan jurnalisme warga (citizen journalism).
Seiring waktu, platform tersebut berkembang menjadi media online dengan jangkauan jutaan relasi melalui berbagai kanal media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter/X. Namun FBn tidak hanya berhenti pada fungsi penyebaran informasi.
Mengusung slogan “Dari Dunia Maya Beraksi dengan Nyata”, FBn bertransformasi menjadi gerakan sosial berbasis kerelawanan yang fokus pada pembangunan manusia, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, dan pelayanan sosial masyarakat.
Dari gerakan tersebut lahirlah Relawan FBn, yang mayoritas diisi oleh anak-anak muda dengan kepedulian sosial tinggi. Tanpa gaji dan tanpa dukungan anggaran tetap dari pemerintah maupun partai politik, para relawan bergerak secara mandiri membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selama bertahun-tahun, ratusan pasien kurang mampu dari berbagai daerah di Banten mendapatkan pendampingan pengobatan. Selain itu, puluhan rumah tidak layak huni berhasil dibedah, masjid dan mushola direnovasi, serta bantuan disalurkan kepada pondok pesantren yang terdampak musibah kebakaran.
Relawan FBn juga aktif membantu korban bencana alam, mulai dari layanan kesehatan gratis, pelayanan jenazah, hingga kegiatan pencarian dan pertolongan korban melalui operasi SAR.
Pada tahun 2017, Relawan FBn mendirikan Rumah Singgah Duafa Gratis bagi masyarakat tidak mampu yang menjalani rawat jalan di rumah sakit. Rumah singgah ini menjadi tempat transit pasien dari berbagai daerah dengan fasilitas tempat tinggal sementara, ambulans gratis, serta dukungan kebutuhan makan dan minum.
Untuk menunjang pelayanan tersebut, relawan juga menyediakan berbagai sarana kesehatan gratis seperti tabung oksigen, kursi roda, tongkat bantu jalan, keranda jenazah, hingga brankar pasien.
Di bidang pendidikan, FBn turut memberikan beasiswa serta perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Para relawan juga aktif menyalurkan bantuan sembako dan makanan bergizi untuk membantu penanganan stunting dan gizi buruk.
Ketika bencana terjadi, Relawan FBn menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana melalui pendekatan literasi dan hiburan edukatif seperti dongeng, membaca buku, pantomim, hingga pertunjukan badut.
Komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui aksi nyata. Pada pertengahan 2025, FBn menginisiasi gerakan pembersihan Kali Cibanten bersama relawan gabungan dan pemerintah daerah.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan ton sampah berhasil diangkut dari aliran sungai sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi banjir.
Selain aktif di lapangan, FBn juga membangun jejaring dengan berbagai organisasi dan komunitas sosial di Banten. Kiprah relawan FBn bahkan menjadi perhatian dunia akademik dan kerap dijadikan bahan penelitian di sejumlah perguruan tinggi, termasuk kajian di Leiden University di Belanda serta disertasi doktoral di Universitas Serang Raya.
Selama 16 tahun perjalanan, tanpa bantuan tetap dari pemerintah, partai politik, maupun lembaga zakat besar, Relawan FBn tetap bergerak dengan semangat gotong royong dan solidaritas.
Penghargaan Ekbispar Awards 2026 yang diberikan kepada Lulu Jamaludin menjadi bukti bahwa gerakan yang lahir dari dunia maya mampu menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat luas. (*/Cipz)







