[BANTENESIA.NET] – Komitmen memperkuat ekonomi syariah di Provinsi Banten semakin nyata, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten bersama organisasi Mathla’ul Anwar meresmikan Halal Center Mathla’ul Anwar, Rabu (25/6/2025) di Ballroom Surosowan, Kantor BI Banten.
Kehadiran pusat ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di wilayah Banten.
Acara dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai elemen, mulai dari Yayasan GSN, Baznas, lembaga pelatihan halal, hingga Asosiasi Pengusaha Pemula (ASOPPSI). Data mencatat, dari sekitar 100 ribu UMKM di Banten hingga 2022, baru 10% yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso yang mewakili Gubernur, menyampaikan bahwa peluncuran Halal Center ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

Ia berharap Halal Center ini bisa menjadi akselerator menuju Banten sebagai provinsi pelopor produk halal di Indonesia sesuai visi 2025–2029: Banten Maju, Adil, dan Merata Tanpa Korupsi.
Kepala BI Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, turut menekankan besarnya potensi industri halal seiring tren gaya hidup halal yang makin meluas. Ia memperkenalkan program Meningkatkan Eksyar yang Inklusif & Hijau serta Penguatan Halal Value Chain (MERAIH PAHALA), yang akan digulirkan mulai 2025 dengan empat fokus utama:

-
Pelatihan Auditor Halal untuk pembentukan LPH baru.
-
Pelatihan Penyelia Halal untuk menjamin proses produksi halal.
-
Aktivasi Pendamping Proses Produk Halal (Agen Halal) di 8 kabupaten/kota.
-
Sosialisasi dan pembinaan UMKM terkait sertifikasi halal.

Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian Sharia Festival Jawara (SHAFARA), yang menjadi ajang tahunan penguatan ekonomi syariah di wilayah Banten.
“Ini baru permulaan. Kami menargetkan Banten menjadi hub halal nasional dan turut berkontribusi pada ambisi Indonesia sebagai pusat halal dunia,” tegas Ameriza.
Dengan sinergi lintas sektor dan strategi jangka panjang, Banten menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara global. (*/Pou)







