OJK & ABI Gelar Bulan Literasi Kripto 2026, Dorong Masyarakat Melek Aset Digital

- Redaktur

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) resmi menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset keuangan digital, khususnya kripto, Selasa (7/4/2026).

Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat agar bertransaksi secara bijak, berbasis analisis yang kuat, serta berorientasi pada peluang masa depan.

Dalam pembukaan acara di Jakarta, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menekankan pentingnya keseimbangan dalam berinvestasi kripto. Ia mengingatkan bahwa transaksi harus didasarkan pada fundamental yang jelas dan analisis data yang matang, bukan sekadar spekulasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso. (Foto: Istimewa)

“Kripto kini sudah menjadi bagian nyata dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen agar ekosistem ini berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  OJK Jabodebek & Banten Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Literasi Keuangan dan Stabilitas Ekonomi

Potensi aset kripto sebagai masa depan pasar keuangan juga semakin terlihat. Data Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan penerimaan pajak kripto mencapai Rp796,73 miliar sepanjang 2025, dan melonjak hingga Rp1,96 triliun pada Februari 2026. Angka ini mencerminkan kontribusi nyata sektor kripto terhadap pendapatan negara.

Di sisi lain, OJK mencatat nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, menurun dibandingkan Rp650,61 triliun pada 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor global serta siklus pasar kripto yang fluktuatif.

Meski begitu, Indonesia justru mencatat prestasi global dengan menempati peringkat ke-7 dalam Global Crypto Adoption Index 2025, indikator penting yang menunjukkan tingginya adopsi kripto di masyarakat, bukan hanya dari sisi nilai transaksi.

Baca Juga :  Kampung Tematik Agar Dibentuk Pokdarwis

Ketua ABI, Robby, menyatakan bahwa industri aset digital Indonesia kini memiliki fondasi yang kuat dan kompetitif secara global. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pelaku ekosistem di bawah pengawasan OJK.

(Foto: Istimewa)

Saat ini, ekosistem kripto Indonesia berdiri di atas tiga pilar utama:

  • Bursa sebagai infrastruktur pencatatan transaksi realtime
  • Pedagang (Exchange) sebagai akses bagi investor ritel
  • Kliring dan kustodi sebagai penjamin keamanan aset

Ketiga pilar ini memainkan peran vital dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Bulan Literasi Kripto 2026 akan digelar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Manado.

Baca Juga :  Waduh! Dipotong Di Tengah Laut, Ternyata Kapal Milik Kementrian ESDM

Program ini dibagi menjadi tiga fokus utama:

  1. Literasi kripto untuk masyarakat umum
  2. Literasi blockchain bagi mahasiswa, akademisi, dan developer
  3. Literasi kripto untuk aparat penegak hukum

Hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen kripto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta, menunjukkan pertumbuhan partisipasi masyarakat yang terus meningkat.

Acara pembukaan BLK 2026 turut dihadiri oleh Eric Hermawan dan Tirta Karma Senjaya, serta para pelaku industri aset digital.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BLK 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem aset digital Indonesia menjadi lebih inklusif, aman, dan berdaya saing global, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional. (*/Cipz)

Berita Terkait

Kegiatan PKM Penerapan Integrated Marketing Communication untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Digital Siswa SMA Negeri 1 Kragilan
Seminar Nasional Prodi Manajemen Unpam Serang, Bahas Resiliensi Finansial Hadapi Inflasi Gaya Hidup dan Jebakan Konsumerisme Digital
Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Warga Banten Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Ikut Melonjak
Legalisasi Ganja Medis di Indonesia dalam Perspektif Hak Asasi Manusia
Mahasiswa UNPAM Selesaikan Program Magang di DPMPTSP Kota Serang, Dukung Peningkatan Pelayanan Publik
Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Melaksanakan Kegiatan Magang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang
Irvan Maulana Siap Maju sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatwatu, Usung Semangat Pemuda Bahagia dan Berkarya
Pengembangan Keterampilan SDM Dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha Kerajinan Berbahan Daur Ulang Pada Gerai UMKM dan Rumah Produksi Kerajinan Kerang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:02 WIB

Kegiatan PKM Penerapan Integrated Marketing Communication untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Digital Siswa SMA Negeri 1 Kragilan

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WIB

Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Warga Banten Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Ikut Melonjak

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:21 WIB

Legalisasi Ganja Medis di Indonesia dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Senin, 8 Juni 2026 - 22:19 WIB

Mahasiswa UNPAM Selesaikan Program Magang di DPMPTSP Kota Serang, Dukung Peningkatan Pelayanan Publik

Senin, 8 Juni 2026 - 19:41 WIB

Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Melaksanakan Kegiatan Magang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang

Berita Terbaru

(Foto: NET)

OPINI

Pancasila di Mata Gen Z: Cuma Hafalan atau Gaya Hidup?

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:42 WIB