[BANTENESIA.NET], Tangerang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Bank Indonesia (BI) menggelar kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 di Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dengan tema “Peningkatan Produktivitas Pertanian Melalui Penguatan Sarana Prasarana dan Pemanfaatan Teknologi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional”, Rabu (29/10/2025)
Acara tersebut dihadiri oleh Asda II Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Banten Babar Suharso yang mewakili Gubernur Banten, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid yang diwakili Asda III H. A. F. Firzada Mahalli, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid, Kepala BPS Provinsi Banten Ridwan Hidayat, Kepala Desa Margamulya, para Ketua RT, serta para petani.

Dalam sambutannya, Agus M. Tauchid menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah terkait subsidi pupuk nasional telah memberikan dampak positif bagi para petani.

“Harga subsidi pupuk nasional turun hingga 20 persen. Ini diharapkan bisa mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa menjelaskan bahwa inflasi pangan di Provinsi Banten tercatat stabil di angka 5,3 persen, sedikit di atas rata-rata nasional 5,1 persen.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya melalui kebijakan harga, tetapi juga dengan memperkuat sisi produksi.

“Melalui Good Agriculture Practices dan pelatihan bagi para petani, kami ingin mendorong petani agar tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga ketahanan pangan dengan menyisihkan sebagian hasil untuk pemeliharaan dan keberlanjutan,” jelasnya Ameriza.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula kegiatan panen bersama sebagai simbol semangat kolaborasi pemerintah, BI, dan para petani.
Babar Suharso mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh petani yang telah berkontribusi besar dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI, khususnya swasembada pangan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten, produksi padi di Banten mengalami kenaikan signifikan dari 1,5 juta ton GKG pada tahun 2024 menjadi 1,735 juta ton GKG pada Januari–Oktober 2025, atau meningkat sebesar 15,6 persen.
Pemerintah Provinsi Banten menargetkan produksi padi mencapai 2 juta ton GKG pada akhir 2025, menempatkan Banten di peringkat 8 besar nasional dalam produksi padi.
Menutup kegiatan, Asda III Kabupaten Tangerang H. A. F. Firzada Mahalli menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“GNPIP bukan hanya gerakan pengendalian inflasi, tetapi juga wujud nyata kolaborasi dalam membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan petani di Banten,” tuturnya.

Melalui GNPIP 2025, pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus memperkuat ketahanan pangan daerah, menekan inflasi, serta menyejahterakan petani sebagai ujung tombak kedaulatan pangan nasional. (Pou)







