Dua Transformator Listrik Milik Bank Banten Menimbulkan Kekhawatiran Warga

- Redaktur

Minggu, 13 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua unit Transformator listrik di area Kantor Pusat Bank Banten. (Foto: Istimewa)

Dua unit Transformator listrik di area Kantor Pusat Bank Banten. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Masyarakat yang berdomisili di Lingkungan Kejaksaan I, Gang Penerangan, RT 01 RW 09, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, menimbulkan keresahan terkait pemasangan dua unit transformator listrik di area perkantoran Bank Banten.

Menurut sejumlah warga, tidak ada proses sosialisasi yang dilakukan oleh Bank Banten kepada masyarakat setempat mengenai keberadaan kedua gardu listrik tersebut.

“Tidak ada informasi sebelumnya. Warga baru mengetahui adanya transformator listrik setelah kedatangan Kepala Kelurahan Cipare ke lokasi ini. Seharusnya Bank Banten memberikan penjelasan kepada warga mengenai potensi risiko bahaya yang mungkin timbul dari keberadaan trafo tersebut,” ujar Sapta K Bakti, salah seorang warga, saat diwawancarai pada Minggu (13/7/2025).

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Para Eks Napiter Siap Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Banten

Warga menuturkan bahwa kedatangan kepala kelurahan tersebut berkaitan dengan permohonan Bank Banten kepada Pemerintah Kelurahan untuk menandatangani surat pernyataan terkait pembangunan transformator listrik.

“Terdapat surat pernyataan dari Bank Banten mengenai pembangunan trafo listrik, dan lurah diminta untuk menandatanganinya sebagai saksi. Ini sangat aneh, karena pihak kelurahan seharusnya memahami situasi ini, sementara warga sama sekali tidak diberi tahu. Padahal, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat setempat, bukan oleh lurah atau karyawan Bank Banten. Jika suatu saat terjadi insiden, kamilah yang akan menanggung risikonya,” tegas Sapta.

Baca Juga :  Muhammad Busthami, CEO Bank Banten, Raih Penghargaan Bergengsi 'Top 100 CEO 2024'

Keberadaan kedua transformator listrik di kompleks perkantoran Bank Banten ini dinilai menimbulkan potensi ancaman terhadap keselamatan warga. Masyarakat merasa terancam, mengingat risiko yang mungkin timbul, seperti paparan medan elektromagnetik dan bahaya lainnya.

“Ada risiko radiasi dari paparan medan elektromagnetik, belum lagi potensi bahaya lainnya. Kami telah tinggal di sini sejak lama dan sangat memahami kondisi lingkungan kami. Lokasi Bank Banten bahkan kerap banjir hanya karena hujan sebentar, sehingga risiko yang ditimbulkan oleh trafo listrik ini bisa semakin besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Waketum PSSI Ratu Tisha Kunjungi Stadion Maulana Yusuf, Pulang Kampung ke Kota Serang

Merespons hal tersebut, warga telah menyiapkan surat pengaduan yang akan ditujukan kepada Gubernur Banten, Andra Soni.

“Insya Allah, pada Senin besok, kami akan mengirimkan surat kepada Bapak Gubernur. Upaya berkomunikasi dengan Bank Banten sudah tidak efektif karena respons mereka sangat buruk. Kami berharap Gubernur dapat menindaklanjuti laporan ini demi terpenuhinya hak warga sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 28H Ayat 1,” pungkasnya. (*/Pou)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Membangun Budaya Demokrasi Melalui Partisipasi Siswa di Lingkungan Sekolah
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Membangun Budaya Demokrasi Melalui Partisipasi Siswa di Lingkungan Sekolah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Berita Terbaru