[BANTENESIA.NET] – Kolaborasi lintas genre dalam dunia musik memang sering terjadi, tetapi bagaimana jika empat musisi dengan ideologi musik yang sangat berbeda menyatukan karya? Inilah yang dilakukan oleh Tongkat Kayu, RGZY, Arkaistone, dan Syifa Kusuma dalam proyek ambisius mereka, ‘Pemenang’.
Proyek ini adalah gagasan Suhendri alias @EtotParker, seorang produser sekaligus inisiator yang dikenal sebagai pengabadikan momen aksi panggung keempat musisi tersebut.
Dengan visi menjalin silaturahmi yang lebih erat dan harmonis, Etot menyatukan mereka dalam sebuah karya yang unik.
“Bagi gue, Tongkat Kayu, RGZY, Syifa Kusuma dan Arkaistone adalah keluarga. Ya masa sesama keluarga enggak dikenalin satu sama lain. Intinya untuk menjalin silahturahmi supaya lebih berwarna dan harmonis,” ucapnya santai.
Keluarga bagi Etot karena selama ini, dia adalah perekam gambar dari keempat musisi tersebut. Etot seringkali menjadi orang paling depan dalam mengabadikan momen keempatnya ketika tampil di panggung atau bentuk dokumentasi lainnya.
“Awalnya sempat ragu, mau dan bisa gak, yah menyatukan mereka dalam satu karya? Tapi alhamdulillan semuanya tertarik dan gak pake babibu, kita langsung langsung diskusi buat bikin struktur lagunya,” kata dia.
Tongkat Kayu adalah band Rock n Roll asal Serang yang kerap menyajikan aksi panggung jenaka. RGZY hadir dengan energi Hardcore/ Alternative Rock, kembali aktif setelah vakum panjang. Arkaistone membawa nuansa etnik dengan instrumen tradisional, sedangkan Syifa Kusuma, bintang muda berusia 11 tahun, menawarkan sentuhan Pop modern.
Meskipun memiliki warna musik yang jauh berbeda, mereka berhasil menyatukan visi untuk menciptakan lagu berdurasi hampir delapan menit. Lagu ini mencerminkan perjalanan emosional seseorang yang nyaris menyerah, tetapi memilih untuk bertahan.
“Pada dasarnya setiap manusia memiliki luka dan kesulitannya masing-masing. Dari kita sendirilah yang menentukan untuk menyerah atau melangkah,” ujar Danang, gitaris Tongkat Kayu, menjelaskan pesan mendalam dalam lagu ini.
Menyatukan empat musisi dengan karakteristik unik tentu bukan tugas mudah. Salah satu kendala terbesar adalah menyelaraskan tempo musik. RGZY terbiasa dengan tempo cepat 180 BPM, sementara yang lain bermain di 135 BPM. Akhirnya, mereka sepakat pada tempo 165 BPM sebagai titik tengah.
Selain itu, perbedaan tuning gitar juga menjadi tantangan. RGZY menggunakan drop B, sedangkan lainnya menggunakan tuning standar. Dengan kerja sama yang solid, semua kendala berhasil diatasi.
“RGZY biasa di 180 bpm, sedangkan Tongkat Kayu, Syifa, dan Arkaistone itu biasa di 135 bpm. Akhirnya kita memutuskan buat lagu di angka 165 bpm. Terus RGZY biasa di drop B sedangkan mereka di tunning standar,” ujar Desna, penggebuk drum RGZY.
Kolaborasi ini juga melibatkan seniman dari bidang lain. Rekaman diproduseri oleh Rusmana dari Forest Record, sementara visualnya dipercayakan kepada Syahrir Syara, seorang pematung. Dalam dua bulan, lagu ‘Pemenang’ berhasil dirampungkan dan kini dapat dinikmati di berbagai platform digital sejak 12 Desember 2024.
Dengan transisi yang membawa pendengar ke dimensi berbeda di setiap part, ‘Pemenang’ adalah bukti bahwa keberagaman dapat dirayakan dengan karya yang harmonis. Proyek ini tidak hanya menjadi sebuah lagu, tetapi juga sebuah perayaan atas keberanian bermimpi, berkolaborasi, dan menyatukan perbedaan.
Jika Anda mencari lagu yang menggugah hati sekaligus memamerkan kekayaan genre musik, ‘Pemenang’ adalah jawaban yang sempurna. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendengarkan karya fenomenal ini! (*/Pou)







