[BANTENESIA.NET] – Deru distorsi kembali menggema dari Kota Serang. Unit Alternative Hardcore, RGZY (Red: Ragazy), resmi meluncurkan mini album perdana bertajuk “Support System” pada awal Februari 2026. EP berisi lima lagu ini menjadi tonggak baru perjalanan panjang mereka sejak pertama kali terbentuk pada 1998.
Kehadiran “Support System” terasa seperti mesin tua yang dipaksa melaju di jalan tol, bising, kasar, tetapi jujur dan tak bisa diabaikan. Bagi RGZY, rilisan ini bukan sekadar Extended Play (EP), melainkan catatan emosional yang lahir dari amarah, kegelisahan, dan solidaritas yang tumbuh di ruang-ruang sempit kehidupan para personelnya.

Tema besar yang diusung dalam EP ini menyoroti relasi antarmanusia, tentang bagaimana seseorang bisa bertahan, runtuh, lalu bangkit kembali karena kehadiran orang-orang di sekitarnya.
“Kami tidak mencoba menjadi suara bagi generasi. Kami hanya mencatat bagaimana rasanya hidup ketika dunia terasa bergerak terlalu cepat, sementara pikiran tertinggal jauh di belakang,” ujar Cevy, vokalis RGZY.
Secara musikal, RGZY menolak kompromi. Distorsi gitar menjadi tulang punggung dengan tempo agresif yang bergerak seperti denyut adrenalin. Liriknya lugas, kadang terdengar seperti teriakan yang membentur tembok realitas sosial, kadang menyerupai monolog batin yang mencari celah cahaya di tengah tekanan hidup urban.
“Support System” bukan album tentang pahlawan atau kemenangan heroik. EP ini berbicara tentang orang-orang biasa yang berusaha tetap berdiri meski lantai kehidupan terus retak. Tentang lingkaran kecil yang menjadi alasan untuk tidak menyerah hari itu.

“Support System adalah tentang orang-orang yang saling menopang bukan karena mereka kuat, tapi karena mereka tahu rasanya jatuh sendirian,” tambah Cevy, yang dikenal sebagai pengagum band metal legendaris Korn.
RGZY lahir di Kota Serang, Banten, pada 1998 dengan formasi awal Sandy (gitar), Erdi (bass), Asep (drum), dan Cevi (vokal), mengusung warna Hip/Nu Metal. Nama mereka sempat mencuat lewat single “Mimpi Kosong” yang masuk album kompilasi Jawara Banten pada 2003.
Namun setelah itu, aktivitas band meredup seiring para personel yang fokus pada keluarga dan kehidupan pribadi.
Dua dekade berselang, tepatnya pada 2023, RGZY mengumumkan kebangkitan. Cevy dan Erdy sebagai pendiri yang tersisa menginisiasi era baru dengan merekrut Riki dan Aldi di lini gitar, serta Desna, drummer dari unit punk rock kawakan Suck It-26.
Formasi terkini RGZY: Asep Hidayat (Cevy) – Vokal, Aldi Renaldi (Aldi) – Gitar, Riki Irawan (Riki) – Gitar, Erdi Priadi (Erdy) – Bass, Desna Supriyatna (Desna) – Drum.

Sebelum EP ini dirilis, RGZY telah lebih dulu memperkenalkan arah musikal mereka lewat tiga single: Aku (2024), Bisa (2024), dan Teriakan Lantang (2025). Ketiganya menjadi fondasi suara keras, personal, dan penuh urgensi yang kini mengkristal dalam “Support System”.
Eksplorasi mereka juga meluas lewat kolaborasi bersama Tongkat Kayu, Arkaistone, dan Syifa Kusuma dalam lagu “Pemenang”, menandai keterbukaan RGZY terhadap dialog lintas spektrum musikal.
Rilisan ini menjadi penanda bahwa skena alternatif di Banten tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu momen untuk berteriak kembali. Kini, RGZY memegang megafonnya sendiri.
Jika musik keras adalah bahasa perlawanan, maka “Support System” adalah dialek baru dari pinggiran Banten, kasar, jujur, dan menolak tunduk. (*/Cipz)







