Ekonomi Banten Melonjak di Triwulan II 2024: Investasi dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak Utama

Kamis, 8 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Perekonomian Provinsi Banten menunjukkan peningkatan yang signifikan pada triwulan II 2024. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,70% secara tahunan (yoy) dan 1,25% secara triwulanan (qtq), total produk domestik regional bruto (PDRB) Banten mencapai Rp217,10 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw BI) Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, secara umun perekonomian Banten mengalami pertumbuhan secara cepat. Ini patut diapresiasi karena sebelumnya pertumbuhan ekonomi Banten di angka 4,5 %.

Meski masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,05%, laju pertumbuhan Banten meningkat dari triwulan I.

“Kalau dilihat dari dorongan ekonomi bisa dilihat terutama dari sektor utama ada perdagangan, transportasi, konstruksi, dan real estate,” ujar Ameriza saat Taklimat Media, Overview Perkembangan Ekonomi Terkini Provinsi Banten dan Isu Strategis Triwulan II 2024 di salah satu cafe, di Kota Serang, Kamis (8/8).

Baca Juga :  Antusias dan Nyaman, Pj Walikota Serang Nikmati Touring Motor Listrik Bersama PLN UID Banten dan Media

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Dorong Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi Banten sebagian besar didorong oleh konsumsi rumah tangga yang menguasai 52,18% dari PDRB, meski pertumbuhannya sedikit melambat menjadi 4,61% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,46% (yoy).

Sementara itu, investasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pertumbuhan investasi dalam negeri (PMDN) melonjak 63,34% (yoy), berkat proyek infrastruktur pemerintah dan pembangunan perumahan di Tangerang Raya.

Penanaman modal asing (PMA) juga pulih dengan pertumbuhan 16,65% (yoy) setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Industri Pengolahan dan Sektor Jasa Tetap Dominan

Di sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi menjadi motor penggerak utama, mencakup 73,52% dari PDRB Banten.

Baca Juga :  Lonjakan Pesat Investor Pasar Modal di Indonesia: BEI Catat 13 Juta SID

Meskipun sektor industri pengolahan sedikit melambat, sektor perdagangan dan konstruksi justru menunjukkan perbaikan, memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Inflasi Terkendali, Deflasi di Beberapa Wilayah

Pada Juli 2024, Banten mencatatkan inflasi sebesar -0,24% (mtm), melanjutkan tren penurunan dari bulan sebelumnya.

Empat kota di Banten, termasuk Serang dan Tangerang, mengalami deflasi, terutama dipicu oleh turunnya harga tomat, bawang merah, dan cabai merah akibat meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Kinerja Perbankan Stabil, Transaksi Non-Tunai Meningkat

Stabilitas sistem keuangan Banten juga terjaga dengan baik. Pertumbuhan aset perbankan mencapai 14,80% (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,11% (yoy).

Kredit yang disalurkan juga meningkat, khususnya pada sektor UMKM yang mencapai Rp59,41 triliun.

Baca Juga :  IM3 Ajak Generasi Muda Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat dan Koneksi Bebas

Di sisi lain, transaksi non-tunai melalui QRIS mengalami lonjakan dengan volume mencapai 46,41 juta transaksi senilai Rp4,42 triliun.

Prospek Positif dan Gelaran Festival Ekonomi Syariah

Melihat tren yang ada, pertumbuhan ekonomi Banten di 2024 diperkirakan akan terus meningkat di kisaran 4,7-5,5%, dengan inflasi yang diproyeksikan tetap terkendali dalam target nasional.

Dalam upaya mendorong ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten akan menggelar Sharia Festival Jawara (SHAFARA) pada akhir Agustus mendatang, bersamaan dengan Festival Rupiah Banten (FERBA), untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan rupiah.

Banten terus melaju, membuktikan diri sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekonomi besar di Pulau Jawa, sekaligus memberi kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (Pou)

Berita Terkait

BI Banten Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Dorong Pertanian Modern dan Jaga Stabilitas Harga Pangan
HARPELNAS 2026, Bank BJB KCK Banten Tegaskan Komit Beri Kualitas Layanan dan Jaga Hubungan Erat dengan Nasabah
Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan di HUT RI ke-81, MDR QRIS 0% Diperluas
Semarak PQN 2026, BI Banten Perkuat Digitalisasi QRIS dan Perluas Layanan Pembayaran
Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Bank Indonesia Optimistis Prospek 2026 Tetap Terjaga
FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WIB

BI Banten Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Dorong Pertanian Modern dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jumat, 4 September 2026 - 15:14 WIB

HARPELNAS 2026, Bank BJB KCK Banten Tegaskan Komit Beri Kualitas Layanan dan Jaga Hubungan Erat dengan Nasabah

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan di HUT RI ke-81, MDR QRIS 0% Diperluas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Semarak PQN 2026, BI Banten Perkuat Digitalisasi QRIS dan Perluas Layanan Pembayaran

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Bank Indonesia Optimistis Prospek 2026 Tetap Terjaga

Berita Terbaru