Cegah Naik Angka Stunting, Pj Walikota Serang Teroboskan seluruh ASN Kota Serang jadi Bapak Asuh Gizi Buruk dan Stunting

- Redaktur

Selasa, 16 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, saat giat pemberian bantuan kepada anak terindikasi stunting dan gizi buruk diwilayah Kecamatan Curug, Kota Serang. (Foto: Humas Pemkot Serang)

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, saat giat pemberian bantuan kepada anak terindikasi stunting dan gizi buruk diwilayah Kecamatan Curug, Kota Serang. (Foto: Humas Pemkot Serang)

 

[BANTENESIA.NET] – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat bersama Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi suryadi berikan bantuan kepada anak stunting dan gizi buruk diwilayah Kecamatan Curug, Kota Serang.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Curug yang dihadiri pula oleh Kepala BKKBN Provinsi Banten, Kepala DP3AKB Kota Serang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Kepala Bappeda Kota Serang, Seluruh unsur Pimpinan Bank Banten, Kepala Prolab Serang, serta perwakilan pimpinan Rs Citra Arafiq. Selasa (16/01).

Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada dua anak yang terindikasi stunting dan gizi buruk yang berada dilingkungan Kelurahan Sukalaksana serta Kelurahan Tinggar.

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan bahwa hadirnya Pemerintah Kota Serang beserta beberapa Perusahaan yang ada di Kota Serang tentu untuk melihat secara langsung masyarakat yang tentunya masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Baca Juga :  Kota Serang Meriahkan Hari Kontrasepsi Sedunia dengan Gebyar Pelayanan Keluarga Berencana

“Hadirnya kami disini bersama beberapa perusahaan tentu karena tergerak hatinya melihat anak anak kita, sehingga ingin melihat secara langsung,” ucap Yedi Rahmat.

Foto bersama seusai giat pemberian bantuan kepada anak terindikasi stunting dan gizi buruk diwilayah Kecamatan Curug, Kota Serang. (Foto: Humas Pemkot Serang)

“Cukup sedih juga melihat dua anak ini, kami tentu akan jadi orang tua asuh, Insyaallah setiap bulan kami akan menyisihkan rezeki, semoga apa yang kita niatkan, kita laksanakan ada keberkahan dari Allah SWT,” sambung Yedi Rahmat.

Ia juga berharap kepada seluruh asn dilingkungan Pemerintah Kota Serang untuk bisa berkontribusi dan bergerak menjadi orang tua asuh.

“Kami sangat berharap seluruh ASN Kota Serang bisa menjadi orang tua asuh, namun bukan hanya saja asn kita semua yang hadir disini baik pimpinan perusahaan atau sebagainya untuk jadi orang tua asuh,” ujar Walikota Serang ‘Terang Benderang’ ini

Baca Juga :  Upaya Pengawasan sebagai Bank Bermasalah, OJK Cabut Izin PT BPR EDCCASH

Menambahkan hal serupa, Kepala BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi mengatakan bahwa beberapa gagasan dicanangkan oleh Pj Walikota Serang untuk seluruh ASN dan Pimpinan Perusahaan yang ada di Kota Serang untuk menjadi bapak asuh bagi anak yang terindikasi stunting dan gizi buruk.

“Beliau berupaya penurunan stunting dan gizi buruk harus dilakukan secepat-cepatnya, beliau mengajak semua pihak baik dari teman-teman ASN maupun lembaga-lembaga swasta lainnya baik direktur rumah sakit maupun perbankan harus berpartisipasi aktif,” tambahnya Rusman.

Ia juga mengatakan bahwa gagasan yang ditujukan oleh Pj Walikota Serang tersebut merupakan gagasan yang tidak memerlukan dana apbd dalam artian menggunakan dana pribadi.

“Gagasan ini sangat bagus sekali, karena bukan menggunakan dana apbd namun dari dana pribadi, ini merupakan trobosan yang sangat bagus sekali secara bergotong royong berpartisipasi aktif melaksanakan penurunan stunting,” katanya Rusman.

Baca Juga :  Asap yang Mengaburkan Masa Depan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Dr. Hasan menjelaskan bahwa jumlah stunting di kecamatan curug berjumlah 175 orang sedangkan gizi buruk ada 10 anak yang terdiri dari 10 kelurahan yang ada di Kecamatan Curug.

“Jadi saya bisa sampaikan data ini di kelurahan saja, jadi stunting yang di Kemanisan ada 10, stunting di Pancalaksana ada 28, stunting di Sukajaya ada 6, stunting yang di Cipete ada 22, stunting yang di Curug Manis ada 25, stunting yang di Sukalaksana ada 2, stunting yang ada di Cilaku ada 22, stunting yang di Curug ada 20, stunting yang di Sukawana 29, dan stunting yang di Tinggar ada 11, semuanya ada 175,” jelas Dr. Hasan. (*)

Berita Terkait

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata
Sinergi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Pandeglang Kokohkan Peran Posyandu Lewat Rakor
New Posyandu Kini Lebih Modern dan Responsif: TP PKK Banten Tinjau Posyandu Teri 3 di Kelurahan Taman Baru
Aston Hotels Gelar Donor Darah: Wujud Nyata Dukungan Kesehatan Masyarakat
Asap yang Mengaburkan Masa Depan
Polda Banten Luncurkan Program Pemberian Makan Siang Bergizi untuk Pelajar SD, Dukung Asta Cita Presiden
DP3AP2KB Kota Cilegon Targetkan 4.215 Akseptor KB
Ratu Zakiyah – Najib Jalani Tes Kesehatan untuk Pencalonan Bupati Serang di RSUD Banten
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:51 WIB

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Rabu, 21 Mei 2025 - 20:37 WIB

Sinergi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Pandeglang Kokohkan Peran Posyandu Lewat Rakor

Sabtu, 10 Mei 2025 - 14:04 WIB

New Posyandu Kini Lebih Modern dan Responsif: TP PKK Banten Tinjau Posyandu Teri 3 di Kelurahan Taman Baru

Senin, 10 Februari 2025 - 15:11 WIB

Aston Hotels Gelar Donor Darah: Wujud Nyata Dukungan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 3 Desember 2024 - 21:12 WIB

Asap yang Mengaburkan Masa Depan

Berita Terbaru