Keuangan Indonesia Tetap Dalam Kondisi yang Kuat dan Stabil

- Redaktur

Selasa, 31 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Komisioner (RDK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: ScreenShot Youtube)

Rapat Dewan Komisioner (RDK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: ScreenShot Youtube)

[BANTENESIA.NET] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan konferensi pers melalui live streaming Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Oktober tahun 2023 pada Senin (30/10) untuk mengumumkan kebijakan strategis dan perkembangan terbaru dalam sektor keuangan di Indonesia.

Di tengah ketidakpastian kondisi global yang diperparah oleh memanasnya tensi geopolitik dan suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama, OJK dengan yakin mengumumkan bahwa sektor jasa keuangan di Indonesia masih dalam kondisi stabil.

Baca Juga :  Mantan Napiter Kota Serang: Semangat Nasionalisme dalam Perayaan Hari Kemerdekaan RI

OJK terus melakukan stress test untuk lembaga keuangan, termasuk perbankan, sebagai respons terhadap tekanan dari ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa beberapa parameter digunakan dalam uji tekanan ini, seperti dampak pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan inflasi, lonjakan suku bunga, dan perubahan harga komoditas. “Ini biasanya dikaitkan dengan perubahan cepat yang terjadi dan membawa dampak atau risiko kondisi yang ada,” kata Ketua Dewan Komisioner Mahendra.

Baca Juga :  Jelang Kemerdekaan ke-78, Wali Kota Cilegon Sebar 10 Juta Bendera Merah Putih

Hasil dari stres test tersebut menunjukkan bahwa portofolio perbankan di Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh dampak ekonomi makro global. Ini terjadi karena posisi devisa neto tetap stabil di 1,76%, hanya naik sedikit dari 1,72% tahun sebelumnya.

Selain itu, data domestik menunjukkan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,28%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Inflasi ini terutama terjadi pada bahan makanan seperti beras dan gula, yang terjadi di tengah potensi penurunan produksi global akibat fenomena El Niño.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Dosen UNPAM Serang Gelar PKM Literasi Keuangan di Ponpes Kulliyyatul Al-Naasyiin Al-Islamiyyah

OJK memastikan bahwa mereka akan terus memonitor perkembangan sektor keuangan dan menjaga stabilitasnya dalam menghadapi ketidakpastian global yang berkepanjangan. Kesimpulan dari konferensi pers ini memberikan keyakinan bagi pelaku pasar dan masyarakat bahwa sektor keuangan Indonesia tetap dalam kondisi yang kuat dan stabil di tengah cobaan global yang sulit. (Pou)

Berita Terkait

Mahasiswa dan Dosen UNPAM Serang Gelar PKM Literasi Keuangan di Ponpes Kulliyyatul Al-Naasyiin Al-Islamiyyah
BUMDes Gunung Batu Tingkatkan Citra Lewat Influencer dan Konten Digital
Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata
Rp600 Juta untuk Perbaiki tempat Ibadah dan Ambulans Jadi Prioritas Dana Bankeu dari Kabupaten Serang
Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis
OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan
OJK Perkuat GRC di Sektor Keuangan, Siap Hadapi Tantangan Global dan Disrupsi Digital
OJK & ABI Gelar Bulan Literasi Kripto 2026, Dorong Masyarakat Melek Aset Digital
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:00 WIB

Mahasiswa dan Dosen UNPAM Serang Gelar PKM Literasi Keuangan di Ponpes Kulliyyatul Al-Naasyiin Al-Islamiyyah

Jumat, 17 April 2026 - 11:33 WIB

BUMDes Gunung Batu Tingkatkan Citra Lewat Influencer dan Konten Digital

Senin, 13 April 2026 - 11:51 WIB

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Jumat, 10 April 2026 - 14:17 WIB

Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis

Kamis, 9 April 2026 - 17:59 WIB

OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan

Berita Terbaru