Ansor Banten Dukung Imbauan Menteri Agama: Tinggalkan Politisasi Agama dan Fokus pada Kebangsaan

- Redaktur

Selasa, 3 Oktober 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Banten, Ahmad Nuri. (Foto: Istimewa)

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Banten, Ahmad Nuri. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Banten, Ahmad Nuri, telah mengeluarkan pernyataan yang mendukung penuh imbauan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang lebih dikenal sebagai Gus Yaqut. Dalam pernyataannya, Nuri menekankan pentingnya tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik.

Menurut Ahmad Nuri, politisasi agama adalah masalah yang harus segera ditinggalkan. Praktik ini, katanya, berpotensi memecah belah masyarakat dan menciptakan polarisasi yang merusak. “Sekarang cari rekam jejak bagus yang memiliki nilai komitmen tinggi terhadap kebangsaan,” ungkapnya dengan tegas.

GP Ansor Banten, organisasi pemuda yang berbasis di Banten, sepenuhnya mendukung pandangan Gus Yaqut dalam konteks politik kebangsaan. Mereka percaya bahwa baik Gus Yaqut sebagai Ketua Ansor maupun sebagai Menteri Agama, memiliki tugas penting dalam memberikan pendidikan kebangsaan dan politik kepada masyarakat.

Baca Juga :  BI Banten Memperluas Penggunaan QRIS dengan Podjok Pentas QRIS Awarna di CFD Kota Serang

Ahmad Nuri menyatakan, “Ketum sedang memberikan pendidikan, jangan memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai instrumen kepentingan politik elektoral itu bagus saya kira. Itu memberikan pendidikan politik kepada bangsa ini, jangan juga terjebak beberapa tahun ke belakang terjadi polarisasi yang keras, gara-gara persoalan agama dijadikan politik untuk menyemai kepentingan elektoral.”

Selanjutnya, Ahmad Nuri mengkritik pandangan bahwa wacana yang disampaikan oleh Menag Yaqut akan didisiplinkan oleh PKB adalah reaktif dan berlebihan. Menurutnya, apa yang telah disampaikan oleh Menag adalah langkah yang tepat, yang menunjukkan kesadaran akan bahaya politisasi agama dan potensi perpecahan yang dihasilkannya.

Baca Juga :  Wow! Wisata Budaya ke Baduy Cukup Bayar Rp1, Rute Serang-Ciboleger

“Saya kira terlihat reaktif dan berlebihan yang seolah-olah Ketua Ansor kita ngomong begitu memecah belah bangsa. Ini justru Ketua Ansor memberi sinyal isyarat jangan sampai terpecah-belah. Saya melihat upaya ancaman mereka itu tidak memiliki relevansi, harusnya didukung memiliki kader yang memberikan pendidikan politik yang tegak lurus pada bangsa, dan politik tidak menggunakan agama. Harusnya didukung bukan malah dicederai dengan ancaman,” tambahnya dengan mantap.

Baca Juga :  BULD DPD RI Dorong Penguatan Ketahanan Pangan di Daerah

Ahmad Nuri juga berpendapat bahwa dalam konteks Banten, pendapat Menag harus lebih aktif disosialisasikan ke tingkat lokal. Hal ini penting untuk mencegah warga terjebak dalam isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang digunakan demi kepentingan politik. Menurutnya, sosialisasi akan memberikan pemahaman yang lebih baik dan membantu menghindari situasi yang tidak produktif di Banten.

Dengan dukungan kuat dari GP Ansor Banten, imbauan untuk meninggalkan politisasi agama dan fokus pada kebangsaan terus berkembang menjadi sebuah gerakan yang dapat merubah wajah politik Indonesia menjadi lebih inklusif dan berdasarkan nilai-nilai kebangsaan. (*)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 292 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru