Oleh Tim Mahasiswa:
Kaliya Naysilla Jati,
Denazia Nurhasanah,
Hidayah,
Renza Ismaya Nadera,
Syifa Naila
Dosen Pendamping PKM:Kamaludin S.E., M.M
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET], SERANG – Dalam rangka mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penerapan Manajemen Keuangan Untuk Mengendalikan Biaya Operasional Dan Meningkatkan Profitabilitas Peternakan Ayam Broiler”. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampung Cibuntu, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Tim mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini terdiri dari Kaliya Naysilla Jati, Denazia Nurhasanah, Hidayah,Renza Ismaya Nadera dan Syifa Naila, dengan dukungan penuh dari Bapak Kamaludin S.E., M.M., selaku dosen pendamping. Dengan kehadiran warga setempat yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting karena biaya pakan, obat-obatan, dan tenaga kerja sering menekan keuntungan peternak, sementara limbah kotoran ayam yang belum dimanfaatkan masih menjadi masalah lingkungan.
Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor usaha yang berkembang pesat, tetapi margin keuntungannya relatif tipis. Biaya pakan menjadi komponen terbesar, sehingga fluktuasi harga pakan dan harga jual ayam sangat memengaruhi pendapatan peternak. Banyak peternak skala kecil dan menengah belum menerapkan pencatatan keuangan yang rapi, sehingga sulit mengetahui pos biaya mana yang boros dan berapa keuntungan bersih yang sebenarnya diperoleh.
Di sisi lain, peternakan menghasilkan limbah kotoran ayam dalam jumlah besar. Jika tidak dikelola, limbah ini menimbulkan bau, dan mencemari lingkungan. Padahal, kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. Karena itu, kegiatan ini memadukan dua hal sekaligus: pengelolaan keuangan yang sehat dan pemanfaatan limbah sebagai sumber pendapatan tambahan.

Acara diawali dengan registrasi peserta sebagai tanda dimulainya kegiatan. Setelah seluruh peserta terdaftar, acara dilanjutkan dengan perkenalan dan pembukaan oleh mahasiswa, yang menyampaikan tujuan kegiatan.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan promosi kampus yang memperkenalkan program studi dan layanan pendidikan yang tersedia bagi masyarakat.
Memasuki sesi inti, mahasiswa memaparkan materi pemanfaatan limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik, mencakup cara pengolahan, manfaat bagi tanah dan tanaman, serta peluang ekonominya. Materi dikaitkan dengan prinsip manajemen keuangan, yaitu menekan biaya operasional dan menambah sumber pemasukan dari limbah yang selama ini terbuang.


Setelah pemaparan, membuka sesi tanya jawab. Peserta antusias bertanya, mulai dari takaran bahan, lama proses pengolahan, hingga cara memasarkan pupuk organik.


Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dan inventaris sebagai bentuk apresiasi dan dukungan sarana kepada Pemilik peternak. Setelah itu, mahasiswa mengikuti praktik langsung pemanfaatan kotoran ayam untuk menghasilkan produk yang bernilai jual, sehingga mereka dapat melihat dan mencoba sendiri prosesnya.
Dalam jangka pendek, Pemilik Peternak memperoleh pemahaman tentang pencatatan keuangan sederhana, pengendalian biaya operasional, serta keterampilan mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik. Secara tidak langsung, pengolahan limbah ini mengurangi pencemaran dan bau di sekitar kandang.
Dalam jangka panjang, penerapan manajemen keuangan yang konsisten dan pemanfaatan limbah berpotensi meningkatkan profitabilitas peternakan. Pupuk organik dapat dipakai sendiri untuk menekan biaya pupuk atau dijual sebagai sumber penghasilan tambahan, sehingga usaha peternakan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pemilik peternakan dan warga setempat menyambut baik kegiatan PKM yang dilaksanakan mahasiswa UNPAM Kampus Serang. Mereka menilai materi yang disampaikan bermanfaat, terutama mengenai pencatatan biaya pakan, obat-obatan, dan tenaga kerja agar keuntungan peternakan dapat dihitung dengan lebih jelas.
Warga juga tertarik mempelajari pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik karena dinilai dapat mengurangi bau kandang sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan. Kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung usaha peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa peternakan ayam broiler yang menguntungkan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan keuangan yang disiplin dan pemanfaatan limbah yang cerdas. Peternak dapat mulai dengan mencatat seluruh biaya dan pendapatan secara rutin, mengevaluasi pos pengeluaran terbesar, serta mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik. Ke depan, pendampingan dan pelatihan lanjutan diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi peternak. ***








