Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Nilai Pancasila

- Redaktur

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UNPAM Serang, Mohamad Rafa Adiyatsa. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa UNPAM Serang, Mohamad Rafa Adiyatsa. (Foto: Istimewa)

NAMA: Mohamad Rafa Adiyatsa NIM : 251090200506
Universitas Pamulang Serang

[BANTENESIA.NET] – Pemuda menjadi salah satu modal terpenting bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan bangsa, artinya bahwa penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional. Untuk menjadi bangsa yang maju serta dapat bersaing di kancah internasional maka peran pemuda sebagai penerus bangsa sebagai syarat wajib yang harus terpenuhi. Sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini mereka perlu mendapat pondasi moral yang kuat seperti pemahaman nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi falsafah dasar bangsa. Nilai Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai-nilai kebaikan yang harus ditanamkan kepada masing-masing jiwa rakyat Indonesia. Harapan selanjutnya terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila kepada rakyat dapat memberikan keteguhan mental yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh budaya yang mungkin bertolak belakang dengan budaya warisan leluhur.

Pemerintah sudah berupaya dalam menanamkan nilai Pancasila telah terlihat dalam pelaksanaan proses pendidikan. Pada tingkat perguruan tinggi pemerintah telah mewajibkan pada setiap kurikulum di perguruan tinggi tersebut harus memasukkan mata kuliah Pendidikan Pancasila sebagai matakuliah dasar umum. Harapan yang ingin dicapai dari hal itu agar mahasiswa disamping memiliki kemampuan dari masing-masing disiplin ilmu yang dipilihnya juga memantapkan mereka dengan jiwa Pancasila. Pancasila bagi bangsa ini diyakini sebagai Leitmotive (dorongan pokok) dan sebagai Leitstar (bintang penunjuk jalan). Sebagai Leitmotive Nilai yang ada dalam setiap sila Pancasila dapat memberikan gambaran bagi setiap hal yang akan dilakukan bagi bangsa ini, sedangkan Pancasila sebagai Leitstar artinya nilai yang terkandung dalam sila-silanya dapat menjadi petunjuk arah jika suatu saat bangsa ini berada pada ruang kegelapan.

Baca Juga :  Penguatan Hukum Anti-Korupsi: Membangun Integritas Bangsa di Era Modern  
(Foto: NET)

Anak muda saat ini sangat memiliki peran strategis untuk menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika globalisasi dan perkembangan teknologi. Kita sebagai generasi penerus bangsa, anak muda tidak hanya bertanggung jawab memahami Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari melalui sikap toleransi, keadilan sosial, semangat persatuan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Melalui pemanfaatan media digital secara bijak, keterlibatan dalam kegiatan sosial, dan keberanian menyuarakan nilai kemanusiaan serta kebangsaan, anak muda menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme, intoleransi, dan degradasi moral yang bertentangan dengan Pancasila. Oleh karena itu, eksistensi dan kontribusi anak muda sangat menentukan keberlanjutan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Ponpes Bismillah Tingkatkan Fasilitas untuk Dukung Pengembangan Santri di 2025

Anak muda adalah kelompok sosial yang paling mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Mereka terutama menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Kondisi ini menjadikan anak muda sebagai peran utama dalam penyebaran nilai-nilai Pancasila di ruang publik, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ketika nilai Pancasila seperti toleransi, persatuan, dan keadilan sosial diterapkan dalam interaksi digital, anak muda membangun budaya kebangsaan yang sehat dan inklusif.
Selain itu, anak muda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa peran pemuda selalu menjadi penggerak utama dalam momen penting bangsa, mulai dari Sumpah Pemuda hingga reformasi. Saat ini, peran tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pengabdian masyarakat yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila.
Namun tetapi, tantangan ideologis seperti radikalisme, intoleransi, dan individualisme semakin kuat di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, anak muda memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk menjadi pelindung Pancasila. Mereka dapat melakukan ini dengan bersikap kritis terhadap informasi, menolak ujaran kebencian, serta mendorong dialog dan musyawarah untuk menyelesaikan perbedaan. Dengan demikian, peran anak muda tidak hanya simbolik tetapi juga penting dalam menjaga keberadaan Pancasila. Melalui kesadaran ideologis, partisipasi aktif, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, anak muda memastikan bahwa Pancasila tetap relevan dan hidup sebagai nilai yang memandu arah pembangunan bangsa.

Baca Juga :  Perencanaan Strategis Kinerja untuk Organisasi yang Efektif dan Adaptif

Kita sebagai anak muda sangat perlu menjadikan Pancasila sebagai pedoman sikap dan perilaku, bukan cuma sekadar hafalan. Nilai Ketuhanan dapat diwujudkan dengan saling menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Nilai Kemanusiaan tercermin dari sikap empati, anti-bullying, serta rasa kepedulian terhadap sesama tanpa ada nya diskriminasi. Persatuan Indonesia dapat dijaga dengan menolak provokasi, ujaran kebencian, dan hoax yang akan memecah belah, terutama di media sosial. Nilai Kerakyatan dapat diterapkan melalui sikap kritis namun santun dalam menyampaikan pendapat serta aktif dalam kegiatan organisasi atau musyawarah. Sementara itu, nilai Keadilan Sosial dapat diwujudkan dengan kepekaan terhadap ketimpangan sosial dan keterlibatan dalam kegiatan sosial maupun pengabdian masyarakat. ***

Berita Terkait

Kasus Nadiem Makarim dan Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook: Tantangan Mewujudkan Pendidikan yang Bersih dan Transparan
Fenomena Tawuran Pelajar Ditinjau dari Perspektif Pendidikan Pancasila
Lunturnya Nilai Pancasila di Era Modern: Tantangan Generasi Muda dalam Menjaga Jati Diri Bangsa
Proses Pelayanan Kartu AK 1 DDi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon 2026
Bukan Hanya Soal Judi Online, Indonesia Sedang Menghadapi Krisis Karakter
Guru sebagai Pendidik atau Pelaku Kekerasan dalam Proses Pendidikan
Dolarisasi dan Dominasi Geopolitik: Mengapa Rupiah Rentan terhadap Kebijakan The Fed?
Kasus Penolakan Pendirian Rumah Ibadah dari Sila Ke-3 dan Ke-5 Pancasila
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:36 WIB

Kasus Nadiem Makarim dan Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook: Tantangan Mewujudkan Pendidikan yang Bersih dan Transparan

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:38 WIB

Fenomena Tawuran Pelajar Ditinjau dari Perspektif Pendidikan Pancasila

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:32 WIB

Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Nilai Pancasila

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:34 WIB

Lunturnya Nilai Pancasila di Era Modern: Tantangan Generasi Muda dalam Menjaga Jati Diri Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:29 WIB

Proses Pelayanan Kartu AK 1 DDi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon 2026

Berita Terbaru

Mahasiswa UNPAM Serang, Mohamad Rafa Adiyatsa. (Foto: Istimewa)

OPINI

Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Nilai Pancasila

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:32 WIB