Penulis : Ageung Putri Aprilia
Mahasiswa Administrasi Negara Semester 5
Dosen Pembimbing : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Ketua Program Studi Administrasi Negara : Zakaria Habib Al-Razie, S.IP., M.Sos.
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi Administrasi Negara
Universitas Pamulang Kampus Serang
[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – SAMSAT Keliling hadir sebagai salah satu inovasi pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus mendatangi kantor SAMSAT.
Program ini sangat membantu, terutama bagi warga yang memiliki kesibukan atau tinggal jauh dari pusat kota. Masyarakat bisa mengurus pajak lebih dekat, lebih cepat, dan lebih praktis.
Namun, di balik manfaat tersebut, masih ada beberapa hal yang dirasakan masyarakat sebagai tantangan.
Tidak jarang antrean panjang terjadi, fasilitas tunggu masih terbatas, dan informasi jadwal pelayanan belum sepenuhnya merata.
Kondisi ini membuat sebagian warga merasa belum sepenuhnya nyaman saat menunggu layanan.
Dalam pandangan administrasi publik, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan proses administrasi, tetapi juga kenyamanan dan pengalaman masyarakat selama mendapatkan layanan.
Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang ramah, jelas informasinya, fasilitasnya memadai, dan menghargai waktu masyarakat. Ketika pelayanan dilakukan dengan cara yang manusiawi, masyarakat akan merasa lebih dihargai sebagai warga negara.
Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan agar pelayanan SAMSAT Keliling semakin optimal. Misalnya dengan menambah fasilitas kursi tunggu, memperbaiki sistem antrean, menyebarkan informasi jadwal pelayanan secara lebih luas melalui media sosial dan perangkat desa, serta meningkatkan kemampuan komunikasi petugas di lapangan. Langkah-langkah ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berarti bagi masyarakat.
SAMSAT Keliling sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pelayanan publik yang baik di daerah.
Jika kualitas pelayanannya terus ditingkatkan, bukan hanya masyarakat yang merasa terbantu, tetapi juga tingkat kepatuhan pembayaran pajak akan meningkat. Pada akhirnya, penerimaan pajak daerah akan semakin baik dan berkontribusi pada pembangunan yang bermanfaat untuk semua, termasuk perbaikan fasilitas umum di wilayah Pandeglang dan sekitarnya.
Evaluasi bukan berarti mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk kepedulian bersama agar pelayanan publik semakin maju. Harapannya, pelayanan SAMSAT Keliling bisa semakin dekat, semakin nyaman, dan semakin memudahkan masyarakat di Banten pada umumnya. ***







