Rakor Daerah Dorong Stabilitas Harga dan Digitalisasi Ekonomi Lokal

- Redaktur

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala KPw BI Banten Ameriza M. Moesa. (Foto: Bantenesia)

Kepala KPw BI Banten Ameriza M. Moesa. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Dalam rangka menghadapi tantangan kenaikan harga jelang hari besar keagamaan nasional, Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah. Dipimpin oleh PJ Gubernur dan Deputi Menko, Rakorda tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akan diambil oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Penyediaan dan Distribusi Daerah (TP2DD).

Hadir dalam Rakorda ini, PJ Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar yang juga sekaligus membuka Rakorda TPID dan TP2DD mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui penguatan stabilisasi harga pangan dan perluasan digitalisasi ekonomi keuangan daerah.

Baca Juga :  Antusias dan Nyaman, Pj Walikota Serang Nikmati Touring Motor Listrik Bersama PLN UID Banten dan Media

Salah satu fokus utama Rakorda adalah stabilisasi harga pangan. Dalam pidato pembukaan, PJ Gubernur menyoroti potensi kenaikan harga beberapa komoditas vital seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan gula pasir. Untuk mengatasi hal ini, TPID diharapkan dapat menginisiasi program pasar murah dan pasar tani guna mendekatkan produksi pangan ke konsumen serta memperlancar distribusi pemerintah daerah.

Baca Juga :  SPPG Curugbitung Sediakan Cek Kesehatan Gratis Bagi Relawan MBG

Sementarai itu Kepala KPw BI Banten Ameriza M. Moesa menyampaikan, Rakorda juga menggarisbawahi pentingnya percepatan digitalisasi di daerah.

“Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan penggunaan transaksi non-tunai, terutama dalam sektor pajak dan retribusi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang memadai,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, terkait dengan stabilisasi harga, Jalur distribusi yang baik dianggap penting untuk menciptakan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Baca Juga :  OJK Banten Perkuat Literasi Keuangan, Bentengi Masyarakat dari Risiko Investasi Digital

“Praktek-praktek tidak bertanggung jawab seperti penimbunan menjadi salah satu hambatan, oleh karena itu, TPID dihimbau untuk melakukan pengecekan lapangan dan melibatkan aparat penegak hukum jika diperlukan,” tambahnya.

Rakorda ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan ekosistem digital yang efisien dan inklusif. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan TP2DD, diharapkan tantangan harga dan digitalisasi dapat diatasi dengan lebih baik demi kesejahteraan masyarakat. (Pou)

Berita Terkait

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern
BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional
Komitmen Nyata Bank Banten: Kolaborasi dengan Diaspora untuk Pembangunan Banten
Gaspol 2026! Menuju Bank Daerah Modern, Bank Banten Genjot RKUD, KPR, dan Digitalisasi
Indosat Buktikan Keandalan Jaringan di Lebaran 2026, Trafik Data Melonjak hingga 20%
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01 WIB

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:48 WIB

BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Selasa, 7 April 2026 - 20:54 WIB

Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026

Rabu, 1 April 2026 - 17:54 WIB

SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:59 WIB

Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Berita Terbaru