Provinsi Banten Boyong Achievement di FESYAR Jawa dengan Semangat Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi

- Redaktur

Kamis, 5 Oktober 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Ekonomi Syariah Jawa 2023. (Foto: Istimewa)

Festival Ekonomi Syariah Jawa 2023. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Jawa kembali hadir dalam tahun 2023 dengan semangat sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Acara yang berlangsung dari 29 September hingga 1 Oktober ini menjadi persiapan menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 24-29 Oktober mendatang.

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSYAR) di Indonesia semakin menunjukkan komitmennya untuk mencapai inklusi keuangan melalui digitalisasi yang diperkuat oleh tiga program unggulan di wilayah Jawa.

Program pertama, Penguatan Rantai Nilai Produk Halal (PAHALA), bertujuan mendorong sinergi rantai nilai produk halal melalui sertifikasi halal, pengembangan zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta Toko Bahan Baku Halal (Tobaku).

Baca Juga :  Pasar Modal Indonesia Tembus 15 Juta Investor, Menjadi Titik Pencapaian Baru di 2025

Program kedua, Inklusivitas Ekonomi melalui Digitalisasi (INSANI), fokus pada pengembangan landing page atau fitur Muslim-Friendly Tourism dan digitalisasi pembayaran zona KHAS se-Jawa.

Program ketiga, Optimalisasi ZISWAF untuk Kesejahteraan Umat (MASLAHAT), diwujudkan melalui pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren dengan memaksimalkan dana ZISWAF, lelang wakaf produktif, serta pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi Nadzir di Jawa.

Penampilan peragaan busana dari setiap daerah dalam FESYAR Jawa 2023. (Foto: Istimewa)

Upacara Pembukaan Festival Ekonomi Syariah Jawa (FESyar) mengangkat tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa yang Inklusif” di Surabaya, Jawa Timur.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menekankan pentingnya sinergi para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pengembangan eksyar. Ada empat strategi kunci pengembangan eksyar Bank Indonesia, termasuk mendorong ekosistem produk halal secara end-to-end, inovasi kebijakan dan instrumen pasar keuangan syariah, penguatan gaya hidup halal, dan peran teknologi digital.

Baca Juga :  Komitmen Nyata Bank Banten: Kolaborasi dengan Diaspora untuk Pembangunan Banten

Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur, Emil Elistianto Dardak, juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal dan pengembangan ekonomi di sektor pesantren sebagai upaya memotivasi pengembangan ekonomi syariah di Jawa.

Pada FESyar Jawa 2023, transaksi penjualan UMKM mencapai Rp3,03 miliar, mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,46 miliar. Provinsi Banten juga berpartisipasi aktif dengan mengirimkan 13 UMKM dan Pondok Pesantren binaan Bank Indonesia Provinsi Banten yang telah lolos seleksi dari lebih dari 200 UMKM.

Kerja keras dan sinergi antara Bank Indonesia Provinsi Banten, Pemerintah, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten membuahkan hasil, dengan mencatat 5 prestasi dalam 3 kategori lomba.

Baca Juga :  Gelar Baksos, Kemenkumham Pemasyarakatan Kolaborasi bersama Media

Sebagai penutup yang memukau, karya terbaik para pemenang dan 20 finalis Modest Young Designer juga ditampilkan dalam fashion show yang menggabungkan pesona wastra Batik Banten dan Tenun Baduy sebagai bahan kain yang digunakan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat pengembangan ekonomi syariah semakin berkembang, memotivasi para pelaku ekonomi dan kreatif di seluruh Jawa untuk terus berinovasi dan berprestasi di kancah global. FESyar Jawa 2023 berhasil memukau lebih dari 163 ribu pengunjung yang hadir dan memberikan dorongan positif untuk pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif di Jawa. (*)

Berita Terkait

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian
Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar
KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi
Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern
Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026
Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal
Berita ini 36 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Berita Terbaru