Pengaruh Teokrasi Masa Lalu Masih Membekas dalam Politik Indonesia

Jumat, 8 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Hubungan antara agama dan politik di Indonesia memiliki akar yang mendalam. Sejak masa kerajaan Hindu-Buddha seperti Majapahit dan Sriwijaya, para pemimpin menggunakan agama untuk memperkuat pemerintahan dan menciptakan stabilitas sosial.

Dalam kepercayaan masyarakat, para raja dianggap sebagai titisan dewa, sehingga kepemimpinan mereka diterima tanpa banyak pertanyaan. Hal ini menunjukkan bagaimana agama telah lama menjadi dasar yang kuat bagi kehidupan politik di Nusantara.

Namun, Indonesia modern tidak lagi menganut sistem teokrasi. Sebagai negara demokrasi yang pluralis, Indonesia menjamin kebebasan beragama dan tidak membiarkan satu agama mendominasi pemerintahan. Meski demikian, unsur-unsur teokrasi masa lalu masih hadir dalam konteks politik saat ini.

Salah satu pengaruh yang masih terasa adalah ekspektasi masyarakat terhadap calon pemimpin yang dianggap memiliki moral dan nilai agama yang kuat. Saat pemilu, kandidat yang menunjukkan kedekatan dengan tokoh agama cenderung memiliki daya tarik lebih besar.

Baca Juga :  Peran Fundamental Bahasa dalam Peradaban dan Identitas Nasional

Banyak masyarakat menganggap religiusitas sebagai tolok ukur kualitas kepemimpinan, meskipun dalam sistem demokrasi ideal, pemimpin seharusnya dinilai dari kebijakan dan prestasi mereka.

Selain itu, tokoh agama masih memiliki pengaruh signifikan dalam politik Indonesia. Peran mereka sebagai penasihat politik, mirip seperti pada masa kerajaan, sering diandalkan oleh para politisi yang ingin mendapatkan dukungan publik.

Banyak politisi yang menjalin hubungan erat dengan para tokoh agama untuk memperkuat posisi mereka di mata masyarakat.

Baca Juga :  Kelompok Nelayan Panimbang Buktikan Solidaritas: Bagikan 900 Paket Sembako di Tengah Cuaca Buruk

Di beberapa daerah, pengaruh agama juga tampak pada peraturan daerah yang memiliki dasar keagamaan. Meski bukan negara Islam, beberapa daerah menerapkan kebijakan berbasis syariah, yang kadang memicu perdebatan tentang prinsip keberagaman.

Meskipun kebijakan berbasis agama ini menyesuaikan dengan aspirasi masyarakat setempat, hal ini menunjukkan bahwa agama tetap menjadi faktor penting dalam kebijakan publik.

Pengaruh agama dalam politik Indonesia juga terlihat pada cara beberapa pemimpin memanfaatkan acara keagamaan untuk memperkuat citra religius mereka.

Bagi banyak rakyat, pemimpin yang tampak religius dianggap lebih bisa dipercaya dan mampu membawa kepemimpinan yang jujur serta bertanggung jawab, mengingatkan kita pada model kepemimpinan spiritual masa lampau.

Meskipun berbagai elemen ini menunjukkan adanya sisa-sisa teokrasi dalam politik Indonesia, penting untuk dicatat bahwa Indonesia tetap teguh sebagai negara demokrasi yang menjunjung pluralisme dan kebebasan beragama. Warisan teokrasi masa lalu bukanlah tanda bahwa Indonesia akan kembali pada pemerintahan berbasis agama, tetapi mencerminkan bagaimana nilai-nilai agama tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Tuntut Transparansi dan Perbaikan Sarana Kampus, Hima Seni Gelar Pertunjukan Teater Ubrug

Sejarah mengajarkan bahwa agama memiliki peran penting dalam stabilitas sosial dan menjadi kompas moral bagi kepemimpinan. Walau prinsip-prinsip teokrasi sudah ditinggalkan, beberapa unsur dari masa lalunya masih melekat dalam budaya politik Indonesia.

Di tengah perkembangan demokrasi, Indonesia berupaya menjadi negara yang tidak hanya adil bagi semua, tapi juga akomodatif terhadap aspirasi keagamaan tanpa mengabaikan prinsip pluralisme. (Nesyana.A/Red)

Berita Terkait

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan
DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap
MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi
Swasembada Pangan di Kabupaten Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani
DOBBRAK Banten Soroti Implementasi Perpres Perlindungan Driver Online, Dorong Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen
Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:33

Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:19

MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:30

Swasembada Pangan di Kabupaten Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52