OJK Banten Perkuat Literasi Keuangan, Bentengi Masyarakat dari Risiko Investasi Digital

- Redaktur

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Direktur OJK Banten, Prita Widhianti, sebagai narasumber Kegiatan Econony Outlook Banten yang digagas oleh Pokja Ekbispar Banten. (Foto: Bantenesia)

Deputi Direktur OJK Banten, Prita Widhianti, sebagai narasumber Kegiatan Econony Outlook Banten yang digagas oleh Pokja Ekbispar Banten. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pasar modal melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat. Upaya ini dinilai krusial di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital yang menghadirkan berbagai kemudahan sekaligus tantangan baru.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Economic Outlook yang menghadirkan Deputi Direktur OJK Banten, Prita Widhianti, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya terkait kinerja sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal, Prita menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan digital yang kini semakin masif.

Baca Juga :  Lonjakan Investor Saham di Banten: Capai 750 Ribu dalam Sorotan

Menurutnya, kemudahan akses investasi berbasis digital harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat tidak terjebak pada produk berisiko tinggi maupun investasi ilegal.

“OJK Banten memfokuskan strategi pada penguatan literasi keuangan sebagai langkah mitigasi risiko di tengah maraknya produk keuangan digital,” ujar Prita, Kamis (18/12/2025) di Hotel Horison Ultima Ratu Serang.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan I 2024: Meningkat, Meski Melambat

Ia menegaskan, edukasi keuangan saat ini tidak lagi cukup jika hanya menyasar pelaku di Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Lebih dari itu, literasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Edukasi keuangan bukan hanya untuk internal lembaga jasa keuangan, melainkan menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat membedakan instrumen investasi yang legal dengan yang berisiko tinggi atau ilegal,” tegasnya dalam sesi diskusi.

Baca Juga :  Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga Menurut Evaluasi OJK

Langkah proaktif OJK Banten ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap investasi pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital.

Melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, OJK Banten berharap stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Banten dapat terus terjaga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Pou)

Berita Terkait

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern
BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional
Komitmen Nyata Bank Banten: Kolaborasi dengan Diaspora untuk Pembangunan Banten
Gaspol 2026! Menuju Bank Daerah Modern, Bank Banten Genjot RKUD, KPR, dan Digitalisasi
Indosat Buktikan Keandalan Jaringan di Lebaran 2026, Trafik Data Melonjak hingga 20%
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01 WIB

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:48 WIB

BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Selasa, 7 April 2026 - 20:54 WIB

Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026

Rabu, 1 April 2026 - 17:54 WIB

SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:59 WIB

Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Berita Terbaru