Jejak Pahlawan Cilegon Dikenang, Wali Kota Helldy Kunjungi Surau Inyiak Syekh Bantam Bukittinggi

- Redaktur

Selasa, 25 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, mengunjungi Surau Inyiak Syekh Bantam, di Jalan Perintis Kemerdekaan No.75, Aur Tajungkang Tengah Sawah, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (23/7/2023) Malam. dok; ISTIMEWA

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, mengunjungi Surau Inyiak Syekh Bantam, di Jalan Perintis Kemerdekaan No.75, Aur Tajungkang Tengah Sawah, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (23/7/2023) Malam. dok; ISTIMEWA

BUKITTINGGI, BANTENESIA.NET – Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Padang dan Bukittingi, Sumatera Barat, yaitu memperingati puncak Hari Koperasi Tingkat Nasional ke-76, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, menyempatkan diri mengunjungi Surau Inyiak Syekh Bantam yang merupakan tempat suci yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi yang dimiliki oleh salahsatu pahlawan asal Cilegon yang terlibat dalam Geger Cilegon 1888, bersama Ki Wasyid.

Surau yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No.75, Aur Tajungkang Tengah Sawah, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tersebut didirikan oleh K.H. Haris bin Muzafar atau lebih dikenal sebagai Syekh Bantam. Yaitu seorang ulama sufi Nusantara yang terkenal pada masanya dan merupakan murid dari Syekh Nawawi al-Bantani.

Baca Juga :  BI Banten Gelar GenBI Leadership Forum 2024: Membangun Pemimpin Muda di Era Digital

“Alhamdulillah, saya kembali menemukan jejak sejarah salahsatu pejuang Geger Cilegon 1888 bersama Ki Wasyid, di Bukittinggi, Sumatera Barat, bernama K.H. Haris bin Muzafar, asal Ketileng, Cilegon. Dimana, saya mengunjungi Surau Inyiak Syekh Bantam yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No.75, Aur Tajungkang Tengah Sawah, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang didirikan oleh K.H. Haris dalam pembuangannya ke Bukittinggi oleh pemerintahan Belanda tahun 1889,” ujar Helldy, Minggu (23/7/2023).

Helldy menjelaskan, bahwa pendirian surau tersebut berkat keilmuannya K.H. Haris dalam menyebarkan ajaran islam, sehingga mendapatkan penghormatan dari masyarakat Bukittinggi.

“Sebagai bentuk penghargaan, pemuka adat memberikan sebidang tanah untuk membangun sebuah surau, yang kemudian menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas Syekh Bantam. Surau tersebut kemudian dikenal dengan nama Surau Inyiak Syekh Bantam,” jelasnya.

Baca Juga :  Sumpah Pemuda 2026, Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha Ajak Pemuda Perkuat Persatuan

Helldy menambahkan, bahwa prestasi dan kepribadian Syekh Bantam begitu menginspirasi masyarakat Bukittinggi. Tidak hanya diberikan sebidang tanah saja, bahkan masyarakat setempat sepakat menyematkan namanya pada sebuah jenjang yang berada persis di samping surau. Jenjang tersebut dibangun pada tahun 1908 ketika Louis Constant Westenenk menjabat sebagai Asisten Residen Agam. Selain itu, sebuah jalan raya di depan surau juga menggunakan namanya sebagai bentuk penghormatan.

Helldy pun menyampaikan apresiasi atas warisan berharga yang ditinggalkan oleh Syekh Bantam dan berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang diwujudkan dalam hari koperasi ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan dan kebaikan bersama.

Baca Juga :  Wali Kota Cilegon Resmikan Pasar Tradisional Kelurahan Randakari, Upaya Tingkatkan Ekonomi Lokal

“Banyak warisan berharga yang ditinggalkan oleh Syekh Bantam yang patut kita jadikan teladan hidup. Dimana prestasi dan kepribadianya telah banyak berjasa bagi agama dan masyarakat, sehingga begitu menginspirasi kita untuk kita contoh di masa saat ini,” tambah Helldy.

Diketahui,  selain sebagai seorang ulama, Syekh Bantam juga dikenal sebagai sosok yang mencintai keluarga. Pada tahun 1890, ia menikah dengan gadis Minang bernama Hj. Fatimah asal Nagari Kapa, Pasaman Barat. Pasangan ini dianugerahi tujuh orang anak, di antaranya H. Waimunah, Muhammad Thaher, Marhamah, Chuzaini Angku Mudo, Munawarah, Bahar Fakhrudin, dan Hj. Sya’arnah. (ABD)

Berita Terkait

Tak Hanya Bertugas sebagai Anggota Polri, Aditya Tampomas Kembangkan Usaha Kuliner Seblak di Kota Serang
Sumpah Pemuda 2026, Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha Ajak Pemuda Perkuat Persatuan
Berprestasi! Ratu Anatasya Bilqis Adam Bimbingan Sanggar Rossys Entertainment, Raih Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Hari Batik Nasional 2026, Adde Rosi Dorong Generasi Muda Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Digital
Hari Kesaktian Pancasila, Tokoh Muda Banten Abdul Latif Dorong Pemuda Amalkan Nilai Pancasila
Lomba Polisi Cilik, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki: Tekankan Pentingnya Disiplin dan Keselamatan
Kolaborasi Komunitas Hadirkan Voluntrip untuk Anak-anak SKHN 1 Kabupaten Serang
Drama Musikal “Sawung Pathok” Hidupkan Sejarah dan Budaya Banten Lewat Seni Pertunjukan
Berita ini 260 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 23:07 WIB

Tak Hanya Bertugas sebagai Anggota Polri, Aditya Tampomas Kembangkan Usaha Kuliner Seblak di Kota Serang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Sumpah Pemuda 2026, Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha Ajak Pemuda Perkuat Persatuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Berprestasi! Ratu Anatasya Bilqis Adam Bimbingan Sanggar Rossys Entertainment, Raih Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Hari Batik Nasional 2026, Adde Rosi Dorong Generasi Muda Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Digital

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Tokoh Muda Banten Abdul Latif Dorong Pemuda Amalkan Nilai Pancasila

Berita Terbaru