Fekraf Banten Ajak Masyarakat Banten untuk Melestarikan Kuliner Khas Banten

- Redaktur

Senin, 30 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fekraf Banten bersama para nara sumber, seusai Takshow 'Kongres Kreatif Gonjlengan'. (Foto: Istimewa)

Fekraf Banten bersama para nara sumber, seusai Takshow 'Kongres Kreatif Gonjlengan'. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Memperingati momentum Sumpah Pemuda, Fekraf Banten menyelenggarakan kegiatan tahunan yang bertajuk ‘KONGRES KREATIF GONJLENGAN’ di cafe Umakite, Taktakan – Serang. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus merayakan hari jadi Fekraf Banten yang Ke-3.

Fekraf Banten menggandeng kolaborasi dengan komunitas influencer dan content creator, ICN Banten dan Frashy Food, yang merupakan bisnis startup baru yang bergerak di sub-sektor kuliner di kota Serang dengan didukung oleh para pelaku ekraf dan media lokal.

Ajakan Fekraf Banten ini dilakukan dengan aksi petisi online di situs change.org dan tanda tangan langsung saat pelaksanaan kegiatan. Aksi ini akan terus dilakukan sampai Kuliner Banten bisa tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Saat berita ini ditulis sudah terkumpul 104 tandatangan dukungan dan 50 lebih tandatangan di dinding acara.

Baca Juga :  Ekbispar Awards 2026 Apresiasi Tokoh dan Institusi Penggerak Ekonomi Banten

Dalam acara, ditampilkan beberapa kuliner khas Banten yang dapat dinikmati secara langsung, berikut deskripsi singkat dari nama-nama yang kuliner yang ditampilkan dalam bentuk barcode yang dapat dipindai. Diantaranya Rabeg, Angeun Lada, Sate Bandeng, Bontot, Sambel burog, Jejorong dan kudapan lainnya.

Yenni, salah satu peserta kongres yang juga sebagai anggota dari Indonesia Chef Association (ICA) memberikan apresiasi dengan menyumbangkan kuliner khas Banten yakni ‘Kolak Radio’.

Banyak generasi muda yang buta tentang kuliner khas Banten, “Generasi muda harus dikenalkan, jangan sampai kuliner Banten punah,” Kata Yenni dalam orasinya.

Dalam kegiatan ini juga digelar Talk Show dengan tema ‘Gastronomi Kuliner Lokal’, bersama Kang Rohendi, Kabid Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekraf, Dispar Provinsi Banten dan Rizky Cahya Founder Frashy Food.

“Pemerintah provinsi Banten telah sejak lama berupaya agar kuliner khas Banten bisa ditetapkan dalam Warisan budaya tak benda, setahu saya makanan yang hadir disini sudah didaftarkan dan dicatat, namun entah kenapa belum ditetapkan, butuh dukungan semua pihak agar hal ini bisa terwujud,” Ujar Rohendi, yang juga dikenal sebagai pegiat budaya ini.

Baca Juga :  Resmi Dikukuhkan: Ameriza M. Moesa Kini Memimpin Kepala KPw BI Provinsi Banten

Dalam kesempatan sama, Rizky menyampaikan bahwa Frashy Food terus berupaya mengenalkan makanan khas Banten utamanya ke kalangan milenial Gen Z.

“Bisnis kita menyasar kalangan muda, serta digawangi oleh kaum muda pula, jadi kami terus berusaha agar kuliner lokal dapat dinikmati anak muda dengan sajian modern” kata Rizky.

Andi Suhud, ketua Fekraf Banten dalam sambutannya mengajak masyarakat Banten untuk bersama-sama melestarikan kekayaan kuliner khas Banten.

“Merujuk Data Referensi Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat ini baru ‘Sate Bandeng’ dan ‘Bakcang Tangerang’ yang tercatat sebagai Karya budaya Kuliner dari Provinsi Banten. Padahal masih banyaknya Kuliner khas Banten yang memiliki keunikan serta memiliki nilai sejarah dan budaya, perlu upaya serius dari semua pihak agar Kuliner Banten bisa dicatat dan ditetapkan sebagai bagian dari wariaan budaya tak benda,” kata Andi.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa UNTIRTA Berkolaborasi dengan Gerakan Kakak Aman Indonesia untuk Melawan Kekerasan Seksual

Kegiatan ini ditutup dengan serah terima jabatan ketua Fekraf Banten dari Andi Suhud ke Eric Islami. Andi mengundurkan diri dari jabatan dikarenakan mendapat amanat tugas baru.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan Fekraf Banten dalam 3 tahun terakhir ini, amanah baru saya mengharuskan saya untuk fokus. Untuk itu hasil rapat dewan pendiri memutuskan Erik Islami sosok tepat untuk melanjutkan kepemimpinan hingga 2025 nanti,” tutup Andi. (*)

Berita Terkait

Pendekatan ABCD: Strategi Akademisi Universitas Pamulang Perkuat Ekonomi Lokal Cilograng
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Online di Indonesia
Kalapas Cilegon Bersama APH Gelar Konferensi Pers Penguatan Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal serta Praktik Penipuan
Sosialisasi Meningkatkan Lirerasi Keuangan Siswa Di Era Digital SMA Negeri 1 Kragilan
Optimalisasi Peran Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Di BUMDes Kamuning Jaya Desa Cikamunding
PKM Mahasiswi Manajemen UNPAM Serang, Pelatihan Dan Pengembangan SDM Dalam Penggunaan Media Sosial Pada Organisasi GESIT Di Kabupaten Tangerang
Sosialisasi Meningkatkan Motivasi Belajar dan Komunikasi Efektif bagi Santri dan Pengurus di Pesantren Modern KULNI
Strategi Pengembangan UMKM untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa
Berita ini 113 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:12 WIB

Pendekatan ABCD: Strategi Akademisi Universitas Pamulang Perkuat Ekonomi Lokal Cilograng

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22 WIB

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Online di Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:18 WIB

Kalapas Cilegon Bersama APH Gelar Konferensi Pers Penguatan Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal serta Praktik Penipuan

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:13 WIB

Sosialisasi Meningkatkan Lirerasi Keuangan Siswa Di Era Digital SMA Negeri 1 Kragilan

Senin, 4 Mei 2026 - 14:00 WIB

Optimalisasi Peran Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Di BUMDes Kamuning Jaya Desa Cikamunding

Berita Terbaru