[BANTENESIA.NET] – Kekerasan seksual adalah perbuatan yang menghina, merendahkan, dan melecehkan tubuh seseorang.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak kecil terus meningkat di dunia, termasuk di Indonesia dan Banten.
Menanggapi situasi ini, empat mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dari jurusan Pendidikan Nonformal, yang tergabung dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memutuskan untuk bertindak.
Mereka berkolaborasi dengan Gerakan Kakak Aman Indonesia, sebuah inisiatif yang didirikan di Banten dengan tujuan untuk mengungkap kasus kekerasan seksual yang dialami anak kecil. Namun, gerakan ini tidak hanya berhenti pada pengungkapan kasus.
Gerakan Kakak Aman Indonesia juga aktif memberikan edukasi pencegahan pelecehan seksual di berbagai lokasi seperti rumah susun dan sekolah dasar.
Metode edukasi yang digunakan oleh Gerakan Kakak Aman Indonesia sangat beragam dan disesuaikan dengan rentang usia anak-anak.
Melalui lagu, dongeng, dan permainan, anak-anak diajarkan tentang batasan tubuh mereka, bagian mana yang boleh dan tidak boleh disentuh.
Tujuan utama gerakan ini adalah untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka bisa menjaga diri dan terhindar dari pelecehan seksual.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kasus kekerasan seksual di Banten dapat berkurang dan anak-anak di daerah tersebut bisa merasa aman.
“Kami berharap anak-anak bisa menjaga diri mereka sendiri dan mengetahui bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam gerakan ini.
Melalui upaya bersama ini, masa depan yang lebih aman dan bebas dari kekerasan seksual bagi anak-anak di Banten bisa terwujud. (FS)








Komentar