[BANTENESIA.NET] – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten mencatat adanya peningkatan signifikan kasus tindak pidana narkoba sepanjang tahun 2025. Jumlah perkara yang ditangani meningkat dari 15 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 23 kasus.
Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Rohmad Nursaid, mengungkapkan bahwa dari 23 perkara tersebut, petugas berhasil mengamankan 20 orang tersangka. Para tersangka terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan.
“Sepanjang tahun 2025, kami menangani 23 perkara narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 20 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan,” ujar Brigjen Pol Rohmad Nursaid.

Selain fokus pada penindakan hukum, BNN Provinsi Banten juga terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni pelaksanaan tes urine terhadap perangkat desa dan kepala desa di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Di Banten sendiri, jumlah perangkat desa dan kepala desa mencapai sekitar 23.450 orang. Pada tahun 2025, BNN menargetkan pelaksanaan tes urine terhadap 20 perangkat desa di setiap desa sebagai bentuk deteksi dini dan penguatan komitmen desa bersih narkoba.
“Kami mendorong seluruh perangkat desa dan kepala desa untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba. Tahun ini, kami menargetkan tes urine terhadap 20 perangkat desa di setiap desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Brigjen Pol Rohmad Nursaid juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ia menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk menolak, melaporkan, serta menjalani rehabilitasi apabila terpapar narkoba.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berani menolak apabila ditawari narkoba, berani melaporkan apabila di wilayahnya terdapat tindak pidana narkoba, serta berani menjalani rehabilitasi apabila ada anggota keluarga yang terpapar narkoba,” tegasnya.
BNN Provinsi Banten berharap, melalui sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba di wilayah Banten dapat berjalan lebih maksimal, efektif, dan berkelanjutan. (Pou)








