[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan kesiapan penuh menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemprov menegaskan fokus pengamanan tidak hanya soal kelancaran ibadah dan mobilitas masyarakat, tetapi juga stabilitas pasokan pangan serta keamanan distribusi logistik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, yang mewakili Gubernur Banten, menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah hingga pemerintah kabupaten/kota telah dikerahkan dalam menjaga situasi Nataru tetap kondusif.
“Kami bersama seluruh sektor, mulai dari BI, perhubungan, hingga kabupaten/kota, terus berkoordinasi mempersiapkan segala kebutuhan masyarakat menjelang libur besar ini,” ujarnya.

Pemprov Banten menyiapkan enam langkah strategis untuk mengamankan kebutuhan pangan menjelang Nataru, antara lain:
-
Memperkuat koordinasi dengan komunitas pangan seperti produsen beras, cabai, bawang merah, daging, dan telur.
-
Menambah pasar murah dan gerakan pangan murah di delapan kabupaten/kota.
-
Berkoordinasi intensif dengan distributor untuk menjamin distribusi lancar dan mencegah penimbunan.
-
Pemantauan harga secara harian melalui TPID untuk respons cepat jika terjadi lonjakan harga.
-
Mendorong produksi lokal lewat pendampingan petani dan perluasan lahan tanam.
-
Menguatkan pengawasan keamanan pangan di pasar modern hingga tradisional.
Sekda menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” tegasnya.

Pemprov juga menyorot persoalan logistik akibat potensi kemacetan kendaraan besar di jalan nasional hingga tol. Pemprov Banten menggandeng Kementerian Perhubungan untuk menjamin jalur logistik tetap lancar, terutama distribusi pangan dari luar provinsi.
“Yang paling utama adalah jalur distribusi jalan raya harus terjaga. Kami pastikan pangan dari luar Banten masuk aman,” kata Sekda.
Ia juga menegaskan bahwa Banten mulai memprioritaskan produk lokal agar ekonomi daerah terus bergerak.
“Kita utamakan produk daerah agar ekonomi lokal berjalan,” ujarnya.
Deputi Direktur BI Banten, Rawindra Ardiansah, mengatakan BI bersama TPID meningkatkan mitigasi menjelang akhir tahun, mengingat meningkatnya permintaan pangan dan mobilitas masyarakat. Menurutnya, sejumlah komoditas berpotensi mengalami gejolak harga meski beberapa di antaranya masih aman, termasuk beras yang bahkan surplus di Banten.
“Yang defisit wajar jika didatangkan dari luar. Tinggal bagaimana kita menjaga kelancarannya,” jelas Rawindra.

Selain pangan, BI juga menyoroti sektor transportasi udara dan darat karena berkaitan dengan pembentukan harga. Kementerian Perhubungan diminta memastikan akses logistik tidak terhambat termasuk potensi lonjakan harga tiket pesawat saat libur akhir tahun.
BI dan Pemprov Banten menegaskan bahwa pengamanan pangan dan distribusi menjelang Nataru bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan tenang.
“Semua langkah ini untuk memastikan masyarakat menghadapi akhir tahun dengan nyaman dan inflasi tetap terkendali,” tutup Rawindra. (Pou)








