BI & Pemprov Kolaborasi Hadapi Lonjakan Jelang Nataru, Banten Perkuat Pasokan Pangan dan Jalur Distribusi

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Banten 2025. (Foto: Bantenesia)

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Banten 2025. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan kesiapan penuh menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemprov menegaskan fokus pengamanan tidak hanya soal kelancaran ibadah dan mobilitas masyarakat, tetapi juga stabilitas pasokan pangan serta keamanan distribusi logistik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, yang mewakili Gubernur Banten, menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah hingga pemerintah kabupaten/kota telah dikerahkan dalam menjaga situasi Nataru tetap kondusif.

“Kami bersama seluruh sektor, mulai dari BI, perhubungan, hingga kabupaten/kota, terus berkoordinasi mempersiapkan segala kebutuhan masyarakat menjelang libur besar ini,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi. (Foto: Bantenesia)

Pemprov Banten menyiapkan enam langkah strategis untuk mengamankan kebutuhan pangan menjelang Nataru, antara lain:

  1. Memperkuat koordinasi dengan komunitas pangan seperti produsen beras, cabai, bawang merah, daging, dan telur.

  2. Menambah pasar murah dan gerakan pangan murah di delapan kabupaten/kota.

  3. Berkoordinasi intensif dengan distributor untuk menjamin distribusi lancar dan mencegah penimbunan.

  4. Pemantauan harga secara harian melalui TPID untuk respons cepat jika terjadi lonjakan harga.

  5. Mendorong produksi lokal lewat pendampingan petani dan perluasan lahan tanam.

  6. Menguatkan pengawasan keamanan pangan di pasar modern hingga tradisional.

Baca Juga :  Chika Nur Apriliani Harumkan Nama Banten, Raih Juara Umum Nasional di Festival Etnik Model Indonesia 2026

Sekda menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” tegasnya.

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Banten 2025. (Foto: Istimewa)

Pemprov juga menyorot persoalan logistik akibat potensi kemacetan kendaraan besar di jalan nasional hingga tol. Pemprov Banten menggandeng Kementerian Perhubungan untuk menjamin jalur logistik tetap lancar, terutama distribusi pangan dari luar provinsi.

Baca Juga :  Indosat Ooredoo Hutchison Raih Penghargaan Stevie Awards 2024 Berkat AI yang Empatik

“Yang paling utama adalah jalur distribusi jalan raya harus terjaga. Kami pastikan pangan dari luar Banten masuk aman,” kata Sekda.

Ia juga menegaskan bahwa Banten mulai memprioritaskan produk lokal agar ekonomi daerah terus bergerak.

“Kita utamakan produk daerah agar ekonomi lokal berjalan,” ujarnya.

Deputi Direktur BI Banten, Rawindra Ardiansah, mengatakan BI bersama TPID meningkatkan mitigasi menjelang akhir tahun, mengingat meningkatnya permintaan pangan dan mobilitas masyarakat. Menurutnya, sejumlah komoditas berpotensi mengalami gejolak harga meski beberapa di antaranya masih aman, termasuk beras yang bahkan surplus di Banten.

Baca Juga :  Economic Outlook 2023-2024: Memajukan Banten sebagai Destinasi Ekonomi dan Pariwisata yang Menarik

“Yang defisit wajar jika didatangkan dari luar. Tinggal bagaimana kita menjaga kelancarannya,” jelas Rawindra.

Deputi Direktur BI Banten, Rawindra Ardiansah. (Foto: Bantenesia)

Selain pangan, BI juga menyoroti sektor transportasi udara dan darat karena berkaitan dengan pembentukan harga. Kementerian Perhubungan diminta memastikan akses logistik tidak terhambat termasuk potensi lonjakan harga tiket pesawat saat libur akhir tahun.

BI dan Pemprov Banten menegaskan bahwa pengamanan pangan dan distribusi menjelang Nataru bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan tenang.

“Semua langkah ini untuk memastikan masyarakat menghadapi akhir tahun dengan nyaman dan inflasi tetap terkendali,” tutup Rawindra. (Pou)

Berita Terkait

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap
MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi
Swasembada Pangan di Kabupaten Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:14

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:33

Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan

Senin, 6 Juli 2026 - 21:49

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52