[BANTENESIA.NET] – Bank Indonesia Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Serang bersatu dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Mereka telah menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Banten 2023, yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Badan Pangan Nasional dan pejabat daerah.
Kegiatan ini adalah contoh nyata sinergi dan kolaborasi untuk mengelola pangan dari hulu ke hilir guna mencapai ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi yang berasal dari fluktuasi harga pangan. Tantangan utama adalah meningkatkan produksi pangan, terutama cabai, mengingat kebutuhan yang tinggi. Pemerintah telah merancang strategi untuk meningkatkan produksi dengan peningkatan frekuensi panen, terutama pada Hari Besar Keagamaan Nasional.

Bupati Serang menyoroti tekanan inflasi sebagai isu global dan nasional. Pengendalian inflasi memerlukan kerjasama untuk komoditas pangan strategis seperti cabai, bawang, daging ayam, dan beras. Kabupaten Serang memiliki potensi besar dalam pertanian, tetapi perlu meningkatkan produktivitas dan jumlah petani. Gubernur Banten berharap adanya sinergi antara provinsi, kabupaten/kota, untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menjelaskan bahwa GNPIP adalah langkah strategis dalam mengendalikan inflasi, yang telah memberikan hasil positif dengan deflasi di bulan Agustus. Bank Indonesia dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mengelola inflasi. Bapanas memberi apresiasi atas kerjasama ini dan menekankan pentingnya memiliki Cadangan Pangan Pemerintah untuk mengatasi defisit neraca pangan. Stabilisasi harga pangan juga menjadi fokus, dan edukasi masyarakat tentang pola makan yang seimbang sangat diperlukan.

Acara diakhiri dengan penanaman cabai sebagai simbol kolaborasi dalam mendukung GNPIP. Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan mengoptimalkan langkah pengendalian harga, dengan tujuan mencapai ketahanan pangan yang integratif dan massif serta mendukung sasaran inflasi. (*)







