[BANTENESIA.NET] – Usai ditetapkan sebagai Gubernur Banten terpilih hasil Pilkada 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Andra Soni langsung mengawali langkahnya dengan bersilaturahmi ke kediaman tokoh ulama besar di Provinsi Banten.

Salah satu yang dikunjungi adalah Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), KH Embay Mulya Syarief, di Kota Serang.
Dalam kunjungannya, Andra menyampaikan rasa terima kasih sekaligus memohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah sebagai pemimpin Provinsi Banten dengan baik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kiai, mohon dukungan agar harapan masyarakat dapat kami wujudkan. Saya juga berharap terus diingatkan oleh para ulama untuk tetap berada di jalan yang benar,” kata Andra.
Ia juga berdiskusi dengan KH Embay terkait sejumlah program prioritas, salah satunya adalah pendidikan gratis dan pembangunan sekolah rakyat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.
KH Embay memberikan apresiasi dan doa atas terpilihnya Andra Soni dan Dimyati Natakusumah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025–2029.
“Semoga program-programnya berjalan lancar, terutama pendidikan gratis, sebagai bagian dari cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan harus menjadi penghubung antara dunia akademik, industri, dan usaha,” ujar KH Embay.

Tak berhenti di situ, Andra juga melanjutkan silaturahmi ke kediaman KH TB Fathul Azdim Chatib dan Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja di Kawasan Kesultanan Banten. Dalam kesempatan ini, ia kembali menegaskan pentingnya peran ulama dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Setelah silaturahmi, Andra melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan salat Magrib di Masjid Agung Banten Lama dan berziarah di kawasan tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen Andra Soni untuk memulai kepemimpinannya dengan doa dan restu dari tokoh-tokoh penting di Banten.
Kunjungan ini menjadi awal dari perjalanan Andra Soni sebagai Gubernur Banten, yang diharapkan membawa perubahan positif bagi masyarakat Banten, khususnya dalam sektor pendidikan dan pembangunan. (*/Pou)








Komentar