KOTA SERANG, Bantenesia – Banjir yang melanda Ibukota Banten, yaitu Kota Serang hingga merembet ke sekolahan.
Hal inipun, diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri kepada wartawan, Selasa 6 Januari 2026.
Ahmad Nuri pun mengatakan, bahwasannya jumlah sekolah yang terdampak banjir terdapat 3 sekolah, dan lokasi ya di daerah Kasemen semua.
“Mulai dari sawah luhur hingga pamarican,”ungkapnya.
Lanjut Ahmad Nuri, untuk di Sawah Luhur sendiri terdapat SMPN 25 Kota Serang terdampak banjir, dan di Pamarican ada SDN Pamarican 1 dan Pamarican 2.
“Nah, untuk di SMPN 25 Kota Serang banjir telah mencapi selutut. Jadi sesuai aturan maupun kebijakan Kementrian sekolah secara daring hingga air surut,” jelasnya.
Sekolah Daring itu juga, kata Ahmad Nuri, telah dilakukan sejak hari senin kemarin mengeluarkan aturan sesuai dengan kebijakan.
“Alhamdulillah sekarang telah surut, dan tinggal bersih bersih. Insyaallah, hari kamis sudah bisa tatap muka kembali,” ucapnya.
Untuk antisipasi banjir sendiri, sambungnya, akan dibuat perencanaan pembangunan sekolah, agar tidak sejajar dengan sawah maupun jalan raya.
“Itu sekolah perencanaan awal ya di bawah jalan. Posisi ya di lingkungan sawah. Sejajar dengan jalan dan sawah. Sehingga kalau sawah banjir, sekolah pun ikut banjir. Makannya, sekarang kontruksi sekolah di SMPN 25 Kota Serang akan mempertimbangkan curah hujan tinggi, dan dekat dengan sawah,” ucapnya.
Sedangkan untuk SDN Pamarican 1 maupun Pamarican 2 akan di bangun pada 2026 pembangunan lokasi tetap disitu.
“Akan di bangun dengan tingkatkan kontruksi ya level ya diatas jalan dan upaya normalisasi sungai oleh Pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.
Kemudian, kata dia, SDN Pamarican 1 maupun SDN Pamarican 2 akan dijadikan satu, menjadi SDN Pamarican.
“Di merger jadi satu sekolah, atau penggabungan sekolah. Jadi lebih efektif. SDN Pamarican 1 dan Pamarican 2 di gabung satu menjadi SD Pamarican,” tuturnya. ***







