Air Berlumpur, Kesehatan Terancam: Efek Pencemaran Sungai Cidurian Pada Masyarakat

- Redaktur

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Penulis: Anisah Murnawati
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Ketua Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.IP., M.Sos
Bidang Kemahasiswaan: Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Pencemaran Sungai Cidurian telah menjadi permasalahan yang semakin mengkhawatirkan di Serang, Banten. Sungai ini, yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak warga, kini tercemar oleh limbah industri dan sampah.

Baca Juga :  Hukum dan Moral

Hal ini berdampak negatif pada kualitas air dan kesehatan masyarakat, menciptakan rasa ketidakpastian yang mendalam di kalangan warga yang bergantung pada sungai untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Dalam pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa masyarakat masih menggunakan air dari Sungai Cidurian untuk mencuci dan mandi. Ketergantungan yang tinggi terhadap sumber air yang tercemar ini menciptakan dilema, karena mayoritas masyarakat sudah menyadari adanya risiko kesehatan.

Baca Juga :  Profesionalisme Di Balik Layanan Administrasi Yang Memuaskan masyarakat

Survei menyatakan bahwa masyarakat sangat khawatir tentang dampak negatif pencemaran terhadap kesehatan mereka dan orang-orang tercinta, mencerminkan kekhawatiran yang mendalam terhadap kualitas hidup mereka.

Namun, perhatian masyarakat tidak hanya terbatas pada efek pencemaran. Banyak warga yang merasa pemerintah belum mengambil langkah yang cukup tegas dalam menangani masalah ini.

Baca Juga :  Horison Ultima Ratu Serang Berkomitmen dalam Kegiatan Donor Darah untuk Masyarakat

Masyarakat merasa bahwa upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi pencemaran ini belum maksimal. Mereka menuntut penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarangan serta implementasi kebijakan yang lebih proaktif untuk memperbaiki kondisi lingkungan. ***

Berita Terkait

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Air untuk Siapa? Konflik Agraria dan Ketidakadilan di Cadasari
Tanah untuk Siapa? Konflik Agraria dan Negara yang Abai
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Senin, 6 April 2026 - 21:23 WIB

Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB