Universitas Pamulang PSDKU Serang Dorong Santri Jadi Digitalpreneur Kreatif

- Redaktur

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Universitas Pamulang PSDKU Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Program Digitalpreneur di Pondok Pesantren”. Kegiatan berlangsung pada 15–16 Oktober 2025 di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Turus, Pandeglang, Banten.

Kegiatan ini dipimpin oleh Yayuk Rufiatun, S.M., M.E. bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen S1. Acara disambut hangat oleh Kepala Sekolah MA Pondok Pesantren Turus, Bapak Jaenudin, S.Pd.I., M.A., beserta para guru dan 30 peserta santri.

Dalam kegiatan tersebut, para santri dibekali berbagai keterampilan kreatif dan digital, seperti desain grafis, fotografi produk, pembuatan konten kreatif, video editing, hingga strategi pemasaran digital. Materi disampaikan melalui metode presentasi interaktif dengan media PowerPoint dan praktik langsung.

Program Digitalpreneur dirancang melalui beberapa tahap, mulai dari pengenalan dunia digital, pelatihan kreativitas, strategi pemasaran digital, hingga pendampingan dan evaluasi. Melalui tahapan ini, santri diharapkan mampu memahami dan mempraktikkan keterampilan wirausaha digital secara nyata.

Menurut pihak sekolah, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan dan pemanfaatan media sosial untuk promosi usaha. Para santri kini lebih memahami pentingnya kreativitas dan pemasaran digital dalam menghadapi tantangan zaman.

Program ini menjadi langkah nyata untuk mempersiapkan santri agar tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era digital — menjadikan pesantren sebagai lembaga yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Program Digitalpreneur di Pondok Pesantren

Baca Juga :  Peningkatan Produktifitas Kerja Melalui Pengembangan Budaya Kerja Produktif untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi pada UMKM Desa Sasahan

Pendahuluan

‎Di era revolusi industri 4.0, kemampuan digital bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam berbagai bidang kehidupan. Dunia usaha, pendidikan, hingga dakwah kini semakin bergantung pada teknologi dan media digital.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional pun diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kreatif dan pemasaran digital bagi santri lewat Program Digitalpreneur Pesantren.

‎Latar Belakang

‎Selama ini, banyak pesantren fokus pada pembelajaran ilmu agama, namun belum optimal dalam menyiapkan santrinya menghadapi dunia kerja dan wirausaha modern. Padahal, potensi santri sangat besar: mereka memiliki kedisiplinan, nilai-nilai moral yang kuat, serta jaringan sosial luas.

‎Namun, tantangan utama yang dihadapi santri saat ini meliputi:

‎1. Keterbatasan akses pelatihan digital dan teknologi.

‎2. Kurangnya pemahaman tentang ekonomi kreatif dan bisnis online.

‎3. Minimnya kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan dunia industri.

‎Untuk itu, program Digitalpreneur Pesantren hadir sebagai solusi agar santri tidak hanya menjadi penerus dakwah, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif berbasis digital.

‎Konsep Program Digitalpreneur Pesantren

‎Program Digitalpreneur Pesantren merupakan inisiatif pelatihan dan pendampingan bagi santri untuk mengembangkan keterampilan kreatif, teknologi, dan kewirausahaan digital. Tujuannya adalah mencetak santri digitalpreneur, generasi santri yang mampu berdakwah sekaligus berdaya saing di dunia bisnis digital.

‎Tujuan Utama Program:

‎1. Meningkatkan kompetensi digital santri, mulai dari desain grafis, konten kreatif, hingga manajemen media sosial.

Baca Juga :  Partai Garuda Resmi Dukung Syafrudin-Heriyanto, Aje Kendor Menuju Dua Periode!

‎2. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) berbasis teknologi.

‎3. Mencetak santri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

‎4. Mengoptimalkan peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi umat.

‎Materi dan Fokus Pelatihan

‎Dalam program ini, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Materi disusun agar relevan dengan kebutuhan industri digital masa kini, antara lain:

‎1. Desain Grafis dan Branding

‎* Pelatihan penggunaan aplikasi desain (Canva, Photoshop, CorelDRAW).

‎ * Pembuatan identitas visual produk pesantren (logo, kemasan, banner).

‎2. Konten Kreatif dan Videografi

‎* Produksi konten dakwah kreatif di media sosial.

‎* Editing video pendek (Reels, TikTok, YouTube Shorts).

‎ * Strategi storytelling untuk pemasaran digital.

‎3. Pemasaran Digital (Digital Marketing)

‎* Pemanfaatan media sosial untuk promosi (Instagram, Facebook, TikTok).

‎ * Copywriting dan strategi kampanye online.

‎ * Pengenalan marketplace (Shopee, Tokopedia, dll).

‎4. Kewirausahaan Digital

‎* Konsep bisnis online dan dropshipping.

‎ * Pengelolaan keuangan usaha digital.

‎ * Studi kasus sukses wirausaha muda santri.

‎5. Literasi Digital dan Etika Online

‎ * Penggunaan internet yang aman dan produktif.

‎ * Etika bermedia sosial sesuai nilai-nilai Islam.

Metode Pelaksanaan

‎Program ini bisa dilaksanakan melalui beberapa tahapan:

‎1. Workshop dan Bootcamp – pelatihan intensif selama beberapa hari dengan mentor profesional.

‎2. Kelas Online & Offline – pembelajaran berkelanjutan menggunakan platform digital.

‎3. Proyek Praktik Langsung – santri diminta membuat produk digital (misalnya desain promosi produk pesantren).

‎4. Pendampingan Usaha – mentoring dari pelaku bisnis digital hingga santri siap menjalankan bisnis sendiri.

Baca Juga :  Cegah Stunting Menuju Generasi Emas Indonesia Di Kelurahan Walantaka

‎5. Kolaborasi dan Inkubasi Bisnis Pesantren – membentuk unit usaha digital yang dikelola bersama.

Dampak dan Manfaat Program

‎Implementasi program Digitalpreneur Pesantren membawa banyak manfaat nyata, baik bagi santri maupun lembaga pesantren, di antaranya:

‎* Meningkatkan kemandirian ekonomi santri.

‎ Santri dapat membuka jasa desain, konten kreator, atau toko online.

‎* Mendorong pesantren menjadi pusat ekonomi kreatif.

‎ Produk-produk pesantren bisa dikenal lebih luas lewat promosi digital.

‎* Mengurangi kesenjangan digital di lingkungan pesantren.

‎ Santri tidak hanya melek agama, tapi juga melek teknologi.

‎* Membentuk generasi muda Islam yang produktif dan inovatif.

Peran Stakeholder

‎Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak:

‎* Pesantren: menyediakan fasilitas dan dukungan moral.

‎* Pemerintah & Kemenag: memberikan bantuan pelatihan dan infrastruktur.

‎* Komunitas Digital & Startup Lokal: menjadi mentor dan mitra usaha.

‎* Alumni & Dunia Industri: membuka akses magang dan peluang kerja.

Penutup

‎Program Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Digitalpreneur Pesantren merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digitalisasi. Dengan bekal ilmu agama yang kuat dan kemampuan teknologi yang mumpuni, santri mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa pesantren lebih maju, mandiri, dan relevan dengan zaman.

‎Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, diharapkan pesantren di Indonesia dapat melahirkan “santri digitalpreneur” — generasi religius, kreatif, dan berdaya saing global. ***

Berita Terkait

DPRD Banten Mulai Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di SMA maupun SMK, Yeremia : Harus Jadi Refleksi Bersama
Mahasiswa UPG Kunjungi Tomkins Bandung untuk Implementasi Ilmu Kewirausahaan
Diduga Ada Permainan Uang, DPRD Banten Soroti Seleksi Kepala Sekolah
Mahasiwa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang Melakukan PKM di Desa Jagabaya
DPRD Banten Soroti Proses Perpindahan di SMAN 2 Kota Serang, Yeremia : Ada Pungli Bisa Langsung Lapor
SMAN 2 Kota Serang Gelar Tes Siswa Pindahan, Dugaan Pungli Sebesar Rp 500 Ribu – Rp 1 Juta
Penyuluhan Pencegahan Tindakan Perilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa Di SMKN 7 Pandeglang
UNPAM Kampus Serang Soroti Inovasi dan Tata Kelola Desa Berkelanjutan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:48 WIB

DPRD Banten Mulai Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di SMA maupun SMK, Yeremia : Harus Jadi Refleksi Bersama

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa UPG Kunjungi Tomkins Bandung untuk Implementasi Ilmu Kewirausahaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:48 WIB

Diduga Ada Permainan Uang, DPRD Banten Soroti Seleksi Kepala Sekolah

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:08 WIB

Mahasiwa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang Melakukan PKM di Desa Jagabaya

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:52 WIB

DPRD Banten Soroti Proses Perpindahan di SMAN 2 Kota Serang, Yeremia : Ada Pungli Bisa Langsung Lapor

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB