[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Universitas Pamulang PSDKU Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Program Digitalpreneur di Pondok Pesantren”. Kegiatan berlangsung pada 15–16 Oktober 2025 di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Turus, Pandeglang, Banten.
Kegiatan ini dipimpin oleh Yayuk Rufiatun, S.M., M.E. bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen S1. Acara disambut hangat oleh Kepala Sekolah MA Pondok Pesantren Turus, Bapak Jaenudin, S.Pd.I., M.A., beserta para guru dan 30 peserta santri.
Dalam kegiatan tersebut, para santri dibekali berbagai keterampilan kreatif dan digital, seperti desain grafis, fotografi produk, pembuatan konten kreatif, video editing, hingga strategi pemasaran digital. Materi disampaikan melalui metode presentasi interaktif dengan media PowerPoint dan praktik langsung.
Program Digitalpreneur dirancang melalui beberapa tahap, mulai dari pengenalan dunia digital, pelatihan kreativitas, strategi pemasaran digital, hingga pendampingan dan evaluasi. Melalui tahapan ini, santri diharapkan mampu memahami dan mempraktikkan keterampilan wirausaha digital secara nyata.
Menurut pihak sekolah, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan dan pemanfaatan media sosial untuk promosi usaha. Para santri kini lebih memahami pentingnya kreativitas dan pemasaran digital dalam menghadapi tantangan zaman.
Program ini menjadi langkah nyata untuk mempersiapkan santri agar tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era digital — menjadikan pesantren sebagai lembaga yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Program Digitalpreneur di Pondok Pesantren
Pendahuluan
Di era revolusi industri 4.0, kemampuan digital bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam berbagai bidang kehidupan. Dunia usaha, pendidikan, hingga dakwah kini semakin bergantung pada teknologi dan media digital.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional pun diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kreatif dan pemasaran digital bagi santri lewat Program Digitalpreneur Pesantren.
Latar Belakang
Selama ini, banyak pesantren fokus pada pembelajaran ilmu agama, namun belum optimal dalam menyiapkan santrinya menghadapi dunia kerja dan wirausaha modern. Padahal, potensi santri sangat besar: mereka memiliki kedisiplinan, nilai-nilai moral yang kuat, serta jaringan sosial luas.
Namun, tantangan utama yang dihadapi santri saat ini meliputi:
1. Keterbatasan akses pelatihan digital dan teknologi.
2. Kurangnya pemahaman tentang ekonomi kreatif dan bisnis online.
3. Minimnya kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan dunia industri.
Untuk itu, program Digitalpreneur Pesantren hadir sebagai solusi agar santri tidak hanya menjadi penerus dakwah, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif berbasis digital.
Konsep Program Digitalpreneur Pesantren
Program Digitalpreneur Pesantren merupakan inisiatif pelatihan dan pendampingan bagi santri untuk mengembangkan keterampilan kreatif, teknologi, dan kewirausahaan digital. Tujuannya adalah mencetak santri digitalpreneur, generasi santri yang mampu berdakwah sekaligus berdaya saing di dunia bisnis digital.
Tujuan Utama Program:
1. Meningkatkan kompetensi digital santri, mulai dari desain grafis, konten kreatif, hingga manajemen media sosial.
2. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) berbasis teknologi.
3. Mencetak santri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
4. Mengoptimalkan peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi umat.
Materi dan Fokus Pelatihan
Dalam program ini, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Materi disusun agar relevan dengan kebutuhan industri digital masa kini, antara lain:
1. Desain Grafis dan Branding
* Pelatihan penggunaan aplikasi desain (Canva, Photoshop, CorelDRAW).
* Pembuatan identitas visual produk pesantren (logo, kemasan, banner).
2. Konten Kreatif dan Videografi
* Produksi konten dakwah kreatif di media sosial.
* Editing video pendek (Reels, TikTok, YouTube Shorts).
* Strategi storytelling untuk pemasaran digital.
3. Pemasaran Digital (Digital Marketing)
* Pemanfaatan media sosial untuk promosi (Instagram, Facebook, TikTok).
* Copywriting dan strategi kampanye online.
* Pengenalan marketplace (Shopee, Tokopedia, dll).
4. Kewirausahaan Digital
* Konsep bisnis online dan dropshipping.
* Pengelolaan keuangan usaha digital.
* Studi kasus sukses wirausaha muda santri.
5. Literasi Digital dan Etika Online
* Penggunaan internet yang aman dan produktif.
* Etika bermedia sosial sesuai nilai-nilai Islam.
Metode Pelaksanaan
Program ini bisa dilaksanakan melalui beberapa tahapan:
1. Workshop dan Bootcamp – pelatihan intensif selama beberapa hari dengan mentor profesional.
2. Kelas Online & Offline – pembelajaran berkelanjutan menggunakan platform digital.
3. Proyek Praktik Langsung – santri diminta membuat produk digital (misalnya desain promosi produk pesantren).
4. Pendampingan Usaha – mentoring dari pelaku bisnis digital hingga santri siap menjalankan bisnis sendiri.
5. Kolaborasi dan Inkubasi Bisnis Pesantren – membentuk unit usaha digital yang dikelola bersama.
Dampak dan Manfaat Program
Implementasi program Digitalpreneur Pesantren membawa banyak manfaat nyata, baik bagi santri maupun lembaga pesantren, di antaranya:
* Meningkatkan kemandirian ekonomi santri.
Santri dapat membuka jasa desain, konten kreator, atau toko online.
* Mendorong pesantren menjadi pusat ekonomi kreatif.
Produk-produk pesantren bisa dikenal lebih luas lewat promosi digital.
* Mengurangi kesenjangan digital di lingkungan pesantren.
Santri tidak hanya melek agama, tapi juga melek teknologi.
* Membentuk generasi muda Islam yang produktif dan inovatif.
Peran Stakeholder
Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak:
* Pesantren: menyediakan fasilitas dan dukungan moral.
* Pemerintah & Kemenag: memberikan bantuan pelatihan dan infrastruktur.
* Komunitas Digital & Startup Lokal: menjadi mentor dan mitra usaha.
* Alumni & Dunia Industri: membuka akses magang dan peluang kerja.
Penutup
Program Pengembangan SDM Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Santri melalui Digitalpreneur Pesantren merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digitalisasi. Dengan bekal ilmu agama yang kuat dan kemampuan teknologi yang mumpuni, santri mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa pesantren lebih maju, mandiri, dan relevan dengan zaman.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, diharapkan pesantren di Indonesia dapat melahirkan “santri digitalpreneur” — generasi religius, kreatif, dan berdaya saing global. ***







