Gapoktan Bersatu Untuk Sadar dan Solidaritas Pertanian Hadapi Musim Tanam Kedua Tahun 2023

- Redaktur

Senin, 19 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama seusai acara Silaturahmi dan Sosialisasi Sadar Pertanian Musim Tanam Kedua Tahun 2023. (Foto: Istimewa)

Foto bersama seusai acara Silaturahmi dan Sosialisasi Sadar Pertanian Musim Tanam Kedua Tahun 2023. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Serang – Sebagai wujud kebersamaan dan kerjasama yang luar biasa, Kelompok Tani (Gapoktan) menyelenggarakan kumpul dan kampanye sadar pertanian untuk mempersiapkan musim tanam kedua tahun 2023 mendatang. Acara berlangsung di Kantor Penyuluhan Pertanian, Jl. Syekh Nawawi, Pontang-Kronjo, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin (19/6/2023).

Acara dihadiri tokoh-tokoh penting antara lain Koordinator Penyuluh Pertanian Mas’ud SP, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanara Akhmad Kusyanto dan Eti, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi yang bertugas memantau dan menanggulangi hama dan penyakit tanaman Arif, Selanjutnya, 30 Ketua dari berbagai Gapoktan di Kecamatan Tanara berpartisipasi aktif dalam acara tersebut.

Baca Juga :  MR.DIY dan MBK Ventura Berkolaborasi dalam Pemberdayaan Perempuan Pahlawan Ekonomi

Koordinator Penyuluh Pertanian, Mas’ud, SP, mengungkapkan tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran petani di Kecamatan Tanara tentang kegiatan pertanian yang diperlukan untuk menghadapi musim tanam kedua yang akan datang. Kampanye tersebut berusaha untuk menekankan dukungan pemerintah dalam hal infrastruktur dan sumber daya. Mas’ud berharap Gapoktan dan Poktan (Kelompok Tani) dapat secara efektif menyebarkan informasi yang dikumpulkan selama kampanye kepada petani di komunitas masing-masing, dan Arif Rochman, SP

Sementara itu, Akhmad Kusyanto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanara, menekankan pentingnya tetap waspada selama masa tanam awal musim tanam kedua. Ia mengimbau seluruh anggota Poktan dan petani untuk tetap waspada terhadap perubahan iklim, serta potensi munculnya hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga :  Seren Taun: Merayakan Warisan Leluhur Dalam Kemeriahan Tahunan

Program bantuan pemerintah yang meliputi pembagian bibit kepada petani di wilayahnya masing-masing, serta pemberian alsintan menjadi sorotan dalam kampanye tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan mempercepat proses penanaman.

Terkait alokasi dan penyaluran pupuk bersubsidi, koordinasi antara kelompok, penyuluh pertanian, dan distributor resmi lebih ditekankan. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk meminimalisir potensi permasalahan dan mencegah peredaran pupuk tidak resmi yang menyerupai pupuk bersubsidi.

Anggota kelompok yang hadir dengan suara bulat sepakat untuk mendukung upaya penanaman sinkron untuk musim tanam kedua tahun 2023 dengan memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia, baik melalui swadaya maupun bantuan pemerintah. Alokasi dan penyaluran pupuk bersubsidi akan disesuaikan dengan usulan yang diajukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati.

Baca Juga :  Wali Kota Serang Kunjungi Kantor Pusat Baru Bank Banten, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kemajuan Bank Kebanggaan Daerah

Sebagai penutup, baik penyuluh pertanian maupun peserta mengungkapkan dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap kebijakan pertanian pemerintah dan menekankan komitmen mereka untuk mendorong perdamaian dan keamanan Kamtibmas dalam komunitas mereka. Pertemuan tersebut menjadi bukti upaya bersama komunitas pertanian di Kecamatan Tanara, menyoroti dedikasi mereka terhadap praktik pertanian yang berkelanjutan dan sejahtera. (Pou)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 157 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru