Tiga Paslon Presiden-Wakil Presiden 2024-2029 Sepakat Lanjutkan Program Hilirisasi dengan Prinsip-Prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola

- Redaktur

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BANTENESIA.NET – Dalam diskusi Katadata Forum yang berjudul “Dilema Hilirisasi Tambang: Dibatasi atau Diperluas?” di Hotel Aone, Jakarta Pusat, perwakilan dari tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2024-2029 menyampaikan komitmen mereka untuk melanjutkan program hilirisasi. Wakil dari masing-masing tim menekankan bahwa kelanjutan hilirisasi harus berlandaskan pada prinsip-prinsip penanganan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah pembicara dari tiga tim pasangan calon, yakni Dewan Pakar Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Wijayanto Samirin; Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dradjad Wibowo; Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Hotasi Nababan.

Diskusi juga melibatkan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, dan Product Manager Katadata Green, Jeany Hartriani, yang dipandu oleh Program Director Coaction Indonesia Verena Puspawardani sebagai moderator.

Baca Juga :  Kapolri Launching Tim Patroli Maung Presisi, Tinjau Distribusi Beras Murah, dan Resmikan Gedung Baru Polda Banten

Wijayanto, perwakilan dari tim Anies-Muhaimin, menyatakan kesepakatan untuk memperluas program hilirisasi, termasuk komoditas di luar nikel. Mereka memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri nikel dan minyak sawit, dengan menguasai 60% produksi CPO dan hampir 50% produksi nikel dunia. Namun, ia menekankan perlunya menerapkan praktik hilirisasi dengan mematuhi prinsip-prinsip environment, social, and governance (ESG) untuk menjaga tata kelola industri tambang.

Dewan Pakar dari pasangan Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo, menegaskan bahwa hilirisasi ke 21 komoditas lainnya akan menjadi salah satu strategi ekonomi pasangan tersebut. Dradjad memperingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam menjalankan program hilirisasi, mengutip sejarah industri kertas dan kayu lapis sebagai contoh sukses yang berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Gerindra Banten Resmi Dukung Ratu Rachmatuzakiyah di Pilbup Serang 2024

Hotasi dari tim Ganjar-Mahfud, perwakilan dari pasangan ketiga, menekankan pentingnya hilirisasi nikel sebagai kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Tim kampanye mereka mendukung kebijakan pemerintah untuk membatasi jumlah izin smelter, sejalan dengan rekomendasi dari Katadata bersama sembilan Civil Society Organization (CSO) dan lembaga think tank.

Dalam rangkaian diskusi, Jeany dari Katadata Green menyampaikan tiga rekomendasi umum terkait program hilirisasi tambang. Di bidang tata kelola, perlu adanya peta jalan yang detail, penerapan prinsip ESG, dan kepastian transfer teknologi. Di bidang kebijakan investasi, perlu pengkajian ulang insentif dan fokus pada kebijakan pelarangan ekspor barang mentah. Sedangkan di bidang pemilihan fokus hilirisasi, rekomendasinya mencakup pembuatan skala prioritas berdasarkan kesiapan industri dan komoditas, serta pengembangan industri daur ulang limbah baterai.

Baca Juga :  Pemkot Serang Gelar FKP Rancangan Awal RKPD tahun 2026, Fokus pada Penguatan SDM, Ekonomi dan infrastruktur

Rekomendasi ini diarahkan untuk mengatasi sejumlah tantangan, termasuk risiko deforestasi, konflik sosial, kerusakan lingkungan, keterlibatan komunitas lokal, ketersediaan tenaga kerja terampil, dan tindakan korupsi dalam proses hilirisasi pertambangan.

Fabby Tumiwa menyoroti tiga hal penting yang harus menjadi wacana publik terkait pemanfaatan sumber daya alam (SDA): penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal, optimalisasi pemanfaatan SDA menjadi barang jadi, dan perencanaan ekonomi daerah pasca-tambang.

Dengan komitmen dan rekomendasi ini, para calon presiden dan wakil presiden menunjukkan kesadaran mereka terhadap pentingnya melanjutkan program hilirisasi dengan memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola yang berkelanjutan. Diskusi ini memberikan pandangan mendalam tentang arah kebijakan ekonomi pasangan calon yang akan memimpin Indonesia pada periode mendatang. (ABD)

Berita Terkait

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata
Rp600 Juta untuk Perbaiki tempat Ibadah dan Ambulans Jadi Prioritas Dana Bankeu dari Kabupaten Serang
Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis
OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan
OJK Perkuat GRC di Sektor Keuangan, Siap Hadapi Tantangan Global dan Disrupsi Digital
OJK & ABI Gelar Bulan Literasi Kripto 2026, Dorong Masyarakat Melek Aset Digital
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:51 WIB

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Senin, 13 April 2026 - 11:26 WIB

Rp600 Juta untuk Perbaiki tempat Ibadah dan Ambulans Jadi Prioritas Dana Bankeu dari Kabupaten Serang

Jumat, 10 April 2026 - 14:17 WIB

Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis

Kamis, 9 April 2026 - 17:59 WIB

OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan

Kamis, 9 April 2026 - 17:57 WIB

OJK Perkuat GRC di Sektor Keuangan, Siap Hadapi Tantangan Global dan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB