Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi

Kamis, 8 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Tim Mahasiswa PKM Universitas Pamulang (UNPAM) Serang
Ketua: Sri Lestari Kusuma Arum
Anggota:
1. Restia Atika Rizki
2. Anisa Nursabania
3. Putri Amalia
4. Dinanti Putri

Kepala Sekolah: Sri Hariyanti, S.Pd., M.Pd.

[BANTENESIA.NET], SERANG – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi manajemen keuangan bagi siswa SMA Negeri 1 Lebak Wangi, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya mengelola uang saku secara bijak sekaligus mengendalikan perilaku Impulsive Buying atau pembelian secara spontan di era digital.

Mengusung tema “Peningkatan Financial Well-Being Siswa SMA Negeri 1 Lebak Wangi Melalui Pelatihan Personal Budgeting untuk Mengendalikan Perilaku Impulsive Buying di Era Digital”, kegiatan tersebut diikuti oleh 50 siswa dengan pendampingan jajaran guru sekolah.

Program ini merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi keuangan yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar, terutama dalam menghadapi berbagai tawaran promosi, diskon, dan tren belanja melalui Platform digital.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, sosialisasi, diskusi kelompok, simulasi pemasaran, hingga sesi tanya jawab. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Pancasila dan Generasi Z: Bertahanan atau Tertinggal

Di bawah bimbingan Dosen Ketua Pembimbing PKM, Riski Wisnu Prakoso, S.M., M.M., serta koordinasi tim mahasiswa yang diketuai Sri Lestari Kusuma Arum, peserta diajak memahami pentingnya menyusun anggaran, menentukan prioritas pengeluaran, dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian.

(Foto: Istimewa)

Salah satu materi utama yang diberikan adalah konsep Needs vs Wants, yakni kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Pemahaman ini dinilai penting agar siswa tidak mudah tergoda membeli barang hanya karena mengikuti tren, tertarik pada iklan, atau melihat penawaran harga khusus.

Selain itu, siswa diperkenalkan dengan konsep Zero-Based Budgeting secara sederhana, yaitu merencanakan penggunaan seluruh uang yang dimiliki berdasarkan tujuan pengeluaran. Dengan metode ini, uang saku dapat dialokasikan secara lebih terarah sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim PKM menghadirkan simulasi pengelolaan uang saku sebesar Rp200.000 yang harus mencukupi kebutuhan selama satu minggu.

Dalam simulasi tersebut, siswa dihadapkan pada berbagai pilihan pengeluaran, mulai dari kebutuhan sekolah hingga tawaran Flash Sale. Salah satu contoh yang diberikan adalah barang dengan harga awal Rp60.000 yang mendapat potongan harga menjadi Rp35.000.

Peserta diminta mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau sebaiknya pembelian ditunda. Mereka juga diajak menghitung dampak keputusan belanja terhadap anggaran yang telah disusun.

Baca Juga :  SD Negeri 2 Kota Serang Favorit, Kepala Sekolah: Kami Tidak Bisa Membatasi

Melalui simulasi ini, siswa belajar bahwa harga murah dan potongan harga tidak selalu menjadi alasan untuk membeli suatu barang. Keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan manfaat barang, kebutuhan, serta kemampuan anggaran.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran terasa dekat dengan pengalaman pelajar, khususnya ketika berhadapan dengan promosi di Marketplace maupun berbagai iklan yang muncul di media sosial.

Selain menyusun anggaran, siswa mendapatkan pemahaman mengenai strategi Think Before You Buy dan 24-Hour Rule. Kedua konsep tersebut mendorong pelajar untuk berpikir terlebih dahulu dan memberikan jeda sebelum memutuskan membeli barang yang tidak mendesak.

Siswa juga diperkenalkan dengan Spending Tracker, yaitu pencatatan sederhana untuk memantau pengeluaran. Melalui kebiasaan mencatat, pelajar dapat mengevaluasi penggunaan uang saku dan mengenali pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai kebiasaan belanja, daya tarik promosi, serta faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan pembelian spontan.

Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat sekaligus belajar mengambil keputusan keuangan berdasarkan kebutuhan dan kondisi anggaran masing-masing.

Edukasi manajemen keuangan sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun financial Well-Being, yaitu kondisi ketika seseorang mampu mengelola keuangannya secara baik sesuai kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga :  Ketika Rakyat Kecil Berhadapan dengan Negara : Refleksi Pancasila atas Kasus Asyani

Kemampuan tersebut tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan sendiri. Kebiasaan mengatur uang saku, menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, dan menahan keinginan berbelanja dapat mulai dibentuk sejak usia sekolah.

Melalui pelatihan ini, siswa SMA Negeri 1 Lebak Wangi diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan pribadi dan mampu mengendalikan dorongan konsumsi di tengah perkembangan teknologi serta kemudahan transaksi digital.

Kegiatan ini juga menjadi penerapan konsep Manajemen Keuangan dalam kehidupan nyata. Prinsip perencanaan dan pengendalian dana yang lazim digunakan dalam pengelolaan keuangan diterapkan dalam bentuk sederhana agar mudah dipahami oleh pelajar.

Melalui program PKM ini, mahasiswa UNPAM Serang berharap para siswa dapat mulai menerapkan kebiasaan keuangan yang lebih terarah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran uang saku, mencatat pengeluaran, hingga mempertimbangkan kembali pembelian sebelum bertransaksi.

Literasi keuangan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi pelajar dalam menghadapi lingkungan ekonomi digital yang semakin dinamis. Dengan pemahaman dan kebiasaan yang tepat, siswa dapat lebih bijak memanfaatkan uang, mengurangi pembelian impulsif, serta mempersiapkan diri mengambil keputusan keuangan yang lebih bertanggung jawab pada masa mendatang. ***

Berita Terkait

Irjen Pol Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi
Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi
354 Lulusan Diwisuda Gelombang I, Universitas Faletehan Bekali Mahasiswa Pengalaman Magang ke Jepang dan Taiwan
Ketua DPD IKM Tangsel Salurkan Bantuan, Ringankan Beban Biaya Bulanan Mahasiswa UNPAM
Berawal dari Pengungkapan di Kos, Polisi Bongkar Peredaran Sabu hingga ke Jakarta Barat
OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Generasi Muda Lewat ISFO 2026
Polda Banten Tindak Dugaan Tambang Batu Bara di Kawasan Hutan Lebak, Ini Temuannya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Irjen Pol Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:28 WIB

354 Lulusan Diwisuda Gelombang I, Universitas Faletehan Bekali Mahasiswa Pengalaman Magang ke Jepang dan Taiwan

Rabu, 30 September 2026 - 09:23 WIB

Ketua DPD IKM Tangsel Salurkan Bantuan, Ringankan Beban Biaya Bulanan Mahasiswa UNPAM

Berita Terbaru