Drama Musikal “Sawung Pathok” Hidupkan Sejarah dan Budaya Banten Lewat Seni Pertunjukan

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAWUNG PATHOK, A Dramatic Musical of the Powerful Warrior of Banten. (Foto: Istimewa)

SAWUNG PATHOK, A Dramatic Musical of the Powerful Warrior of Banten. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Sejarah dan kebudayaan Banten kembali dihidupkan melalui pertunjukan seni yang memadukan drama, musik, dan kisah sejarah dalam Drama Musikal “Sawung Pathok”. Pertunjukan ini menjadi salah satu upaya kreatif untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah kebantenan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Drama Musikal “Sawung Pathok” hadir dengan konsep pertunjukan yang komunikatif dan menghibur. Kisah sejarah tidak hanya disampaikan melalui narasi, tetapi diterjemahkan ke dalam karakter, dialog, alur cerita, musik, serta suasana panggung yang membuat penonton dapat menikmati sekaligus mengenal lebih dekat perjalanan sejarah dan budaya Banten.

Penyelenggara sekaligus Owner Sanggar Rossy’s Entertainment, Rossy Nidiawati, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan sejarah lokal melalui pendekatan seni yang lebih dekat dengan masyarakat.

(Foto: Istimewa)

“Melalui Sawung Pathok, kami ingin sejarah dan kebudayaan Banten tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi bisa kembali hidup melalui seni pertunjukan. Harapannya, masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal dan mencintai sejarah serta budaya Banten,” ujar Rossy Nidiawati.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 2025 Jadi Libur Nasional, Catat Tanggal & Jadwal Long Weekend-nya!

Dalam pelaksanaannya, Drama Musikal “Sawung Pathok” turut mendapatkan fasilitasi dari Pamong BPK Provinsi Banten. Pertunjukan ini juga melibatkan sejumlah pemain dan tokoh hebat, di antaranya Evie Shofiyah Usman, serta para pelaku seni dan tokoh lainnya yang turut memberikan warna dalam pertunjukan.

Keterlibatan para pemain dan tokoh tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam menghidupkan karakter serta suasana cerita. Perpaduan kemampuan seni peran dan musik diharapkan mampu membawa penonton masuk ke dalam atmosfer kisah kebantenan yang diangkat.

(Foto: Istimewa)

Menurut Rossy, pengemasan sejarah melalui drama musikal memiliki potensi besar sebagai media edukasi sekaligus hiburan.

“Sejarah akan terasa lebih dekat ketika disampaikan dengan cara yang kreatif. Seni pertunjukan bisa menjadi jembatan agar generasi muda tidak merasa bahwa sejarah itu sesuatu yang jauh dan membosankan, tetapi justru menjadi cerita yang menarik untuk dipelajari,” katanya.

Baca Juga :  Kolaborasi Komunitas Hadirkan Voluntrip untuk Anak-anak SKHN 1 Kabupaten Serang

Pengangkatan tema sejarah kebantenan dalam “Sawung Pathok” juga memperlihatkan bahwa kekayaan sejarah daerah memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan menjadi karya seni pertunjukan. Selain menghibur, karya semacam ini dapat menjadi sarana edukasi dan ruang apresiasi bagi para pelaku seni.

Melalui karakter, alur cerita, musik, dan berbagai unsur panggung, penonton diajak mengenal kembali jejak sejarah sekaligus nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di tanah Banten.

Kehadiran pertunjukan seperti “Sawung Pathok” dinilai penting di tengah tantangan menjaga ketertarikan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal. Kreativitas dalam mengemas sejarah menjadi pertunjukan modern dapat membuat warisan budaya terasa lebih hidup dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Jejak Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Kolonialisme: Petualangan Media Menelusuri Jantung Yogyakarta
(Foto: Istimewa)

Lebih dari sekadar tontonan, Drama Musikal “Sawung Pathok” membawa pesan tentang pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Sejarah kebantenan yang dikemas secara kreatif dapat menjadi media pembelajaran sekaligus ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri.

Pertunjukan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan sejarah Banten bukan hanya untuk dikenang, tetapi perlu terus diperkenalkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui “Sawung Pathok”, Sanggar Rossy’s Entertainment menunjukkan bahwa seni dapat mengambil peran penting dalam memperkenalkan sejarah lokal, merawat kebudayaan, serta membangun kecintaan masyarakat terhadap identitas budaya Banten.

(Foto: Istimewa)

Dengan perpaduan drama musikal dan sejarah, “Sawung Pathok” menjadi bukti bahwa cerita masa lalu masih dapat dikemas secara segar, menarik, dan komunikatif untuk dinikmati masyarakat masa kini.

Berita Terkait

Berprestasi! Ratu Anatasya Bilqis Adam Bimbingan Sanggar Rossys Entertainment, Raih Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Hari Batik Nasional 2026, Adde Rosi Dorong Generasi Muda Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Digital
Hari Kesaktian Pancasila, Tokoh Muda Banten Abdul Latif Dorong Pemuda Amalkan Nilai Pancasila
Lomba Polisi Cilik, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki: Tekankan Pentingnya Disiplin dan Keselamatan
Kolaborasi Komunitas Hadirkan Voluntrip untuk Anak-anak SKHN 1 Kabupaten Serang
Tiga Duta Batik Kota Serang Harumkan Banten di Ajang Nasional Superstar Model Indonesia 2026
Raker UKO UNPAM Serang: Satukan Persepsi, Kuatkan Sinergi, dan Kokohkan Solidaritas untuk Kepengurusan Berintegritas
Horison Ultima Ratu Serang Rayakan Hari Jadi Ke-15 dengan Rangakaian Kegiatan Sosial dan Kepedulian Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Berprestasi! Ratu Anatasya Bilqis Adam Bimbingan Sanggar Rossys Entertainment, Raih Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Hari Batik Nasional 2026, Adde Rosi Dorong Generasi Muda Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Digital

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Tokoh Muda Banten Abdul Latif Dorong Pemuda Amalkan Nilai Pancasila

Senin, 21 September 2026 - 22:29 WIB

Lomba Polisi Cilik, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki: Tekankan Pentingnya Disiplin dan Keselamatan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Kolaborasi Komunitas Hadirkan Voluntrip untuk Anak-anak SKHN 1 Kabupaten Serang

Berita Terbaru