Penulis: Firzan Zakky
(Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang)
[BANTENESIA.NET], Serang – Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang, Firzan Zakky, mengikuti program magang di Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai dari tanggal 02 Maret hingga 27 Mei 2026 tersebut, menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik administrasi negara, khususnya dalam bidang analisis tugas dan fungsi lembaga pengawas pelayanan publik serta upaya pencegahan maladministrasi.
Pemilihan Ombudsman sebagai lokasi magang dinilai selaras dengan bidang keilmuan Administrasi Negara yang mempelajari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana Ombudsman RI Perwakilan Banten menjalankan perannya sebagai lembaga negara yang independen dalam menerima, memeriksa, dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi oleh instansi pemerintah, BUMN, maupun BUMD.
Selama menjalani magang, Firzan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang mendukung fungsi pengawasan Ombudsman Banten. Mulai dari kegiatan administratif yang berkaitan dengan penerimaan dan pencatatan laporan masyarakat, pemantauan surat masuk dan keluar, penyimpanan dokumen, hingga terlibat dalam proses observasi terhadap alur kerja penerimaan dan verifikasi laporan dugaan maladministrasi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja Ombudsman dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di berbagai instansi pemerintah di wilayah Banten.

Tidak hanya bekerja di lingkungan kantor, Firzan juga berkesempatan mempelajari secara langsung tiga tahapan pengawasan yang dijalankan Ombudsman. Pertama, tahap pencegahan melalui sosialisasi kepada penyelenggara layanan dan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan. Kedua, tahap penerimaan dan verifikasi laporan, di mana setiap aduan yang masuk ditelaah kelengkapan syarat formil dan materiilnya sebelum diproses lebih lanjut. Ketiga, tahap penyelesaian laporan yang mencakup pemantauan tindak lanjut rekomendasi kepada instansi terlapor.
Selain itu, mahasiswa turut memperoleh gambaran nyata mengenai kompleksitas permasalahan pelayanan publik di wilayah Banten. Berdasarkan data yang dipelajari selama magang, Ombudsman Banten mencatat ratusan laporan masyarakat setiap tahunnya, dengan sektor-sektor pengaduan yang meliputi jaminan sosial, pertanahan, pemerintahan desa, pendidikan, dan kesehatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya pengawasan eksternal yang independen dalam mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang transparan, adil, dan akuntabel.
“Magang di Ombudsman memberikan pengalaman yang sangat bermakna karena saya dapat memahami secara langsung bagaimana lembaga ini menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengawasi pelayanan publik. Saya juga semakin menyadari betapa pentingnya keberadaan Ombudsman dalam mendorong perbaikan kualitas pelayanan pemerintah dan melindungi hak-hak masyarakat sebagai penerima layanan,” ujar Firzan Zakky.
Melalui program magang ini, Firzan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang mekanisme pengawasan pelayanan publik, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis, keterampilan administrasi, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam lingkungan kerja profesional pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memahami implementasi nyata ilmu Administrasi Negara sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran Ombudsman sebagai lembaga independen dalam mencegah maladministrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ***







