Oleh: Kelompok 3
Disma Awaludin,
Ahmad Hanif Al Ihsan,
Muhamad Nizar,
Aska Alpuadi,
Mohammad Dzikra Octofa,
Arsyal
(Mahasiswa Sistem Komputer UNPAM Serang)
[BANTENESIA.NET] – Di era di mana kecerdasan buatan (AI) dan robotika menjadi perbincangan sehari-hari, sebuah pertanyaan mendasar sering kali muncul di kalangan siswa menengah: “Ilmu apa yang sebenarnya menggerakkan semua ini?” Sayangnya, jawaban atas pertanyaan tersebut sering kali terjebak dalam miskonsepsi. Banyak yang menganggap dunia teknologi hanya terbagi antara perangkat keras atau perangkat lunak saja.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, kami dari Kelompok 3 Mahasiswa Sistem Komputer Universitas Pamulang (UNPAM) Serang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAIT Bina Insani, (21/4/2026) lalu.
Misi kami jelas: mengedukasi bahwa Sistem Komputer adalah “jantung” yang memompa inovasi teknologi modern.

Menghapus Batas antara Teori dan Realita, selama ini, jurusan Sistem Komputer sering dianggap identik dengan memperbaiki perangkat keras atau sekadar menghafal rumus fisika. Melalui kegiatan PKM ini, kami berupaya meluruskan bahwa disiplin ilmu ini adalah jembatan unik yang menyatukan logika pemrograman dengan aksi mekanis di dunia nyata.
Kami mendemonstrasikan bahwa sistem seperti penyiraman tanaman otomatis bukanlah sekadar alat, melainkan integrasi cerdas di mana mikrokontroler bertindak sebagai otak yang memproses data sensor. Ketika para siswa melihat sendiri bagaimana kode yang mereka tulis bisa menggerakkan alat fisik, stigma bahwa teknologi itu “sulit” dan “abstrak” seketika runtuh.
Salah satu momen krusial dalam kegiatan ini adalah saat 23 siswa kelas XI dan XII mempraktikkan pemrograman C++ melalui smartphone. Keberhasilan 100% peserta dalam menjalankan program pertama mereka membuktikan bahwa potensi inovasi ada pada setiap individu, asalkan diberikan akses dan pemahaman yang tepat.
Bagi kami, edukasi ini penting agar generasi Z tidak hanya menjadi konsumen teknologi yang pasif. Dengan memahami cara kerja sistem di balik layar, mereka didorong untuk menjadi pemecah masalah (Problem Solver) yang mampu menciptakan solusi berbasis IoT di masa depan.
Dukungan dari guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAIT Bina Insani mempertegas bahwa informasi mengenai prospek karir di bidang Sistem Komputer masih sangat minim. Padahal, kebutuhan akan ahli embedded systems dan otomatisasi sangat tinggi di era Industri 4.0.
PKM ini adalah langkah kecil kami untuk memastikan bahwa talenta-talenta muda di daerah, seperti di Kabupaten Serang, tidak tertinggal dalam persaingan global. Kami ingin mereka tahu bahwa menjadi ahli Sistem Komputer berarti memegang kunci untuk merancang masa depan, mulai dari sistem smart home hingga teknologi luar angkasa.
Edukasi bukan hanya soal mentransfer ilmu di dalam kelas, tapi tentang membuka cakrawala baru. Kami berharap kehadiran mahasiswa UNPAM Serang di SMAIT Bina Insani dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk mendalami dunia Sistem Komputer. Karena pada akhirnya, teknologi yang paling hebat adalah teknologi yang dipahami dan digunakan untuk kebermanfaatan sesama.
Artikel opini ini disusun oleh Kelompok 3 Mahasiswa Sistem Komputer UNPAM Serang sebagai bagian dari laporan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). ***







