Tingkatkan Konsumsi Ikan, Latih Ibu Rumah Tangga Buat Bakso Ikan Gluten Free di Perumahan Taman Alam Lestari, Kota Serang

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Penulis: Muhammad Jaisyu Gacaesar (Mahasiswa Untirta)
NIM:6661250143

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Stunting merupakan salah satu masalah paling krusial yang dialami oleh Masyarakat Indonesia. Pada awal tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Serang (DINKES) mencatat sekitar 1.093 kasus anak yang mengalami stunting.

Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi pada ibu hamil serta ASI eksklusif yang tidak memenuhi syarat pada balita. Dalam kasus ini, kurangnya minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan juga salah satu penyebab masyarakat memiliki stunting.

Ikan dengan ayam memiliki gizi yang berbeda. Walaupun keduanya memiliki protein yang baik, tetapi ikan lebih unggul dalam asam lemak omega-3, yang mana ini berguna untuk mendukung pertumbuhan tinggi anak, memperkuat tulang, dan mendukung fungsi otak anak.

Selain itu, ikan juga memiliki vitamin A, D, B kompleks, dan mineral (zat besi, seng/zinc, kalsium, fosfor). Walaupun ikan kaya akan gizi, tetapi sangat disayangkan Masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Banten kurang dalam mengonsumsi ikan.

Baca Juga :  Syifa Kusuma, Siswi SDN 02 Kota Serang, Sabet Juara Pertama Lomba Solo Vocal FLS2N 2024

Kepala DKP Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengungkap bahwa konsumsi ikan Masyarakat Banten baru mencapai 47,6 kg/tahun, di bawah rata-rata nasional yang sudah 56 kg/tahun.

Hal ini sangat disayangkan karena Banten memiliki memiliki potensi kelautan besar dengan luas perairan laut mencapai ±11.486,72 km² dan panjang pantai ±914 km. Tetapi masih banyak masyarakat Provinsi Banten yang masih belum minat untuk mengonsumsi ikan laut. Banyak beranggapan bahwa ikan memiliki bau yang amis sehingga membuat sebagian warga enggan mengonsumsinya.

Selain itu, banyak warga yang mengolah ikan dengan cara digoreng, yang mana cara ini dapat mengurangi kandungan gizi pada ikan tersebut.

Untuk mengatasi masalah hal ini, perlu adanya pengolahan inovasi ikan tanpa mengurangi gizi.

Kami, Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jurusan Administrasi Publik, Angkatan 2025 bersosialisasi kepada Masyarakat Kota Serang tepatnya di Perumahan Taman Alam Lestari, RT/RW 16/09, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan untuk mengedukasi pentingnya pengolahan ikan dengan benar tepatnya membuat bakso ikan gluten free.

Baca Juga :  Horison Ultima Ratu Serang Berkomitmen dalam Kegiatan Donor Darah untuk Masyarakat

Dengan dihadiri oleh ibu warga Perumahan Taman Alam Lestari, kami mengedukasi bagaimana ikan dapat membantu merangsang pertumbuhan otak pada anak, dapat menyehatkan jantung, serta baik untuk pencernaan.

Selain itu, kami memberitahukan bagaimana cara membuat bakso ikan dengan mengganti tepung terigu menjadi tepung mocaf. Tepung mocaf adalah tepung singkong yang diolah melalui fermentasi dan bebas gluten, sehingga cocok bagi penderita celiac, autisme, serta yang menjalani pola makan sehat.

Selain tepung, kami juga memberitahukan untuk mengganti penyedap rasa (micin), dengan kaldu jamur. Kaldu jamur terbuat dari ekstrak jamur yang dikeringkan dan diolah menjadi bubuk atau serpihan. Kaldu jamur memiliki asam glutamat alami sehingga memberikan rasa gurih (umami) yang mendalam.

Selain memberikan bagaimana cara membuat bakso ikan gluten free, kami juga memberikan hasil pembuatan bakso ikan gluten free kepada warga yang hadir agar menjadi penilaian untuk warga setempat.

Baca Juga :  Dialog Literasi Kebangsaan di UIN SMH Banten: Mengukuhkan Pancasila sebagai Pilar Moderasi Berbangsa

Selain berperan untuk mengatasi stunting melalui pemanfaatan kandungan gizi pada ikan laut. Bakso ikan gluten free juga bisa dijadikan sumber usaha bagi para ibu-ibu di Perumahan Taman Alam Lestari, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Produk bakso ikan gluten free diperkenalkan kepada para ibu rumah di Perumahan Taman Alam Lestari, melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jurusan Administrasi Publik, Angkatan 2025 dengan harapan bisa menjadi nilai guna usaha kecil-kecilan bagi para ibu rumah tangga.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya mengonsumsi ikan serta peluang usaha mikro makanan bergixi. Diharapkan melalui pelatihan ini, ibu-ibu warga Perumahan Taman Alam Lestari mampu mengolah pangan lokal berbasis ikan laut untuk keluarganya, sekaligus mendukung peningkatan angka konsumsi ikan laut di wilayah setempat. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52