OJK Resmikan Ekosistem Inklusi Keuangan Syariah di Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian Pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

Peresmian Pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Jakarta Timur — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan sejumlah Lembaga Jasa Keuangan meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi, inklusi, serta ekosistem ekonomi syariah di Jakarta melalui komunitas pesantren.

Peresmian EPIKS dilakukan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DKI Jakarta, dengan melibatkan Bursa Efek Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Phintraco Sekuritas, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor ini. Ia menegaskan bahwa pesantren memegang peran strategis dalam membangun generasi melek keuangan syariah.

“Kita berharap ini dapat menjadi bekal penting bagi santri agar siap menghadapi masa depan. Edukasi ini bukan hanya untuk santriwan dan santriwati, tapi juga untuk pengurus pondok, guru-guru, dan keluarga besar pesantren,” ujar Friderica.

Baca Juga :  Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Istimewa)

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi digital untuk melindungi masyarakat dari risiko keuangan di era digital.

“Literasi itu yang akan menjaga adik-adik dari berbagai bahaya di era digital. Manfaatnya besar, tapi risikonya juga luar biasa,” tegasnya.

Kegiatan peresmian EPIKS di Pesantren Minhaajurrosyidiin meliputi berbagai program integratif, seperti:

Inisiatif Green Economy. (Foto: Istimewa)
  • Edukasi keuangan syariah dan pasar modal untuk ±750 pelajar dan mahasiswa.

  • Penyerahan simbolis kartu santri dan Tabungan Pelajar Syariah.

  • Penguatan UMKM dan Koperasi sebagai Agen Laku Pandai Syariah.

  • Pembentukan Galeri Investasi Syariah pertama di lingkungan pesantren DKI Jakarta.

  • Inisiatif Green Economy melalui Reverse Vending Machine yang menukar botol plastik menjadi saldo transaksi keuangan, serta program penanaman pohon.

Baca Juga :  Ekonomi Banten Tumbuh 5,37 Persen, BI–DJPb–OJK Perkuat Sinergi Jaga Momentum 2026

Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi mengatakan bahwa EPIKS akan memudahkan akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat pesantren.

“Kami berharap masyarakat pesantren dapat lebih aktif memanfaatkan produk keuangan syariah, termasuk tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, hingga investasi syariah,” ujarnya.

Foto Bersama seusai Peresmian Pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

Ketua Pesantren Minhaajurrosyidiin, Chairul Baihaqi, menyambut hadirnya EPIKS sebagai model yang bisa direplikasi di pesantren lain.

“Semoga EPIKS menjadi kolaborasi berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya,” ucapnya.

Program EPIKS merupakan bagian dari roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta, sejalan dengan visi ‘Jakarta Top 20 Global City’.

Salah satu fokus utamanya ialah mengoptimalkan pasar modal syariah dan penguatan ekonomi halal.

Pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih karena memiliki ekosistem besar, mencakup 1.600 pelajar, 300 santri, dan lebih dari 22 UMKM yang siap digerakkan melalui inklusi keuangan syariah.

Baca Juga :  Sarapan Sat-Set! Menu Ricebowl Nahdi Cuma Rp12.000

Hingga Oktober 2025, OJK mencatat:

  • 1.627 kegiatan edukasi keuangan syariah menjangkau 6,2 juta peserta.

  • 5.738 kegiatan GENCARKAN Syariah menjangkau 15,2 juta peserta.

  • Pembentukan 93 agen layanan keuangan syariah dan peningkatan fasilitas pembiayaan hingga level pesantren.

Program ini memperkuat program tematik seperti SAKINAH, SICANTIKS, School of Syariah, ISFO 2025, dan Syariah Financial Fair.

Acara dihadiri lebih dari 750 pelajar dan santri, serta sejumlah tokoh, di antaranya:

  • Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik

  • Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasaka Ananta

  • Direktur Phintraco Sekuritas Andre Mahardika

  • Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta Fakar Eko Satriyo

  • Ketua STAIMI Dr. Tri Gunawan

***

Berita Terkait

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan
DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap
MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi
Swasembada Pangan di Kabupaten Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani
DOBBRAK Banten Soroti Implementasi Perpres Perlindungan Driver Online, Dorong Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen
Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:33

Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:19

MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:30

Swasembada Pangan di Kabupaten Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52