Membentuk Pemimpin Visioner dan Berintegritas melalui Latihan Kepemimpinan 2

Selasa, 23 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Ghina Raudatul Jannah

Mahasiswi Manajemen UNPAM Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Di tahun 2025, dinamika kepemimpinan mengalami perubahan signifikan seiring pesatnya perkembangan teknologi, arus informasi, dan tuntutan global yang semakin kompleks.

Pemimpin masa kini tidak hanya dituntut mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki visi yang jelas dan komitmen moral yang kuat. Oleh karena itu, menurut saya kegiatan Latihan Kepemimpinan 2 (LK2) dengan tema ‘Membentuk Pemimpin yang Visioner dan Berintegritas’ menjadi sangat penting sebagai wadah pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Dalam konteks ini, LK2 tidak hanya membangun kemampuan berpikir strategis, tetapi juga menanamkan keberanian untuk menjaga nilai-nilai kebenaran di tengah godaan dunia modern. Pemimpin yang visioner dapat melihat jauh ke depan, sementara pemimpin yang berintegritas mampu menjaga kepercayaan, dua unsur yang sangat dibutuhkan saat ini.

Baca Juga :  DPRD Kota Serang Terima Kunker Banggar DPRD Kabupaten Bengkayang, Sharing Soal LKPJ

Jika melihat situasi kepemimpinan pada 2025, banyak organisasi menghadapi tantangan seperti kurangnya transparansi, minimnya kemampuan komunikasi strategis, dan lemahnya etika dalam pengambilan keputusan.

Di sisi lain, generasi muda sebagai calon pemimpin sering kali terjebak pada budaya instan yang memprioritaskan citra daripada substansi.

Menurut saya, inilah yang membuat LK2 begitu relevan: kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana memimpin dengan pondasi nilai moral, bukan sekadar mengikuti tren. Peserta diajak untuk menganalisis persoalan jangka panjang, mengembangkan visi organisasi, dan belajar mengambil keputusan yang berpihak pada kebenaran meskipun tidak populer.

Melalui pembelajaran ini, LK2 membantu membentuk pemimpin yang tidak hanya reaktif, tetapi proaktif dan mampu memetakan arah masa depan.

Salah satu kegiatan penting dalam LK2 adalah teknik persidangan, sebuah materi yang menurut saya sangat berpengaruh dalam membentuk pemimpin yang berintegritas dan sistematis.

Baca Juga :  Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum

Dalam kegiatan teknik sidang, peserta diajarkan bagaimana proses persidangan berlangsung dalam organisasi, mulai dari penyusunan aturan sidang, tata cara berbicara, mekanisme pengambilan keputusan, hingga etika berpendapat.

Teknik sidang melatih peserta untuk berpikir kritis, menghargai pendapat orang lain, serta memahami bahwa keputusan organisasi harus diambil secara terstruktur dan objektif.

Bayangkan seorang pemimpin yang memiliki visi besar, tetapi tidak memahami cara menyampaikan pendapatnya dengan benar atau bagaimana memimpin jalannya rapat, maka visi tersebut sulit diwujudkan. Menurut saya, kegiatan teknik persidangan adalah fondasi penting agar pemimpin masa depan mampu memimpin forum secara adil, efektif, dan profesional.

Di sinilah integritas diuji: keberanian untuk taat pada aturan, menghargai demokrasi organisasi, dan tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Dalam Tata Kelola Minyak Mentah di PT Pertamina Persepektif Nilai Nilai Pancasila

Pada akhirnya, menurut saya LK2 dengan tema ‘Membentuk Pemimpin yang Visioner dan Berintegritas’ adalah investasi penting untuk masa depan organisasi maupun masyarakat luas.

Melalui perpaduan antara pembentukan visi, penguatan karakter, dan pembelajaran teknis seperti teknik sidang, kegiatan ini berhasil menghubungkan konsep kepemimpinan modern dengan praktik nyata yang dibutuhkan di lapangan.

Pemimpin yang visioner mampu membawa arah yang jelas, sementara pemimpin berintegritas menjaga proses agar tetap bersih dan adil.

Jika kegiatan seperti LK2 terus dikembangkan, saya yakin generasi muda akan tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan komitmen tinggi terhadap kebenaran.

LK2 bukan sekadar pelatihan, tetapi jembatan menuju lahirnya pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52