Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Sosialisasi Keamanan Siber untuk Meningkatkan Literasi Digital pada Siswa SMK Al HAMRA KAIBON

- Redaktur

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], SERANG – Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut literasi digital yang memadai, terutama di kalangan pelajar. Observasi awal di SMK Al Hamra menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap ancaman siber, etika berinternet, dan perlindungan data pribadi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMK Al Hamra mengenai keamanan siber dan literasi digital. Metode: Metode pelaksanaan meliputi survei awal (pre-test), penyampaian materi interaktif, simulasi kasus, diskusi, dan evaluasi akhir (post-test).

Materi mencakup pengenalan ancaman siber (phishing, malware, ransomware), cara melindungi data pribadi, peran media sosial, dan etika berinternet.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, terlihat dari antusiasme selama sesi tanya jawab dan perbandingan hasil pre-test dan post-test.

Peserta menjadi lebih aware terhadap pentingnya kata sandi kuat, autentikasi dua faktor, dan bahaya berbagi informasi pribadi.

Sosialisasi keamanan siber terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa.

Program berkelanjutan dan integrasi materi keamanan siber ke dalam kurikulum sekolah sangat disarankan.

(Foto: Istimewa)

Kata Kunci: Keamanan Siber, Literasi Digital, Siswa SMK, Pengabdian Masyarakat, Phishing, Etika Digital.

1. Pendahuluan

Era digital telah mentransformasi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Siswa, sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dengan teknologi (digital native), memiliki akses yang luas terhadap internet untuk belajar, berkomunikasi, dan bersosialisasi.

Namun, di balik manfaatnya, internet juga menyimpan berbagai ancaman siber seperti penipuan phishing, malware, ransomware, cyberbullying, dan penyebaran disinformasi (hoaks) (NIST, 2018).

SMK Al Hamra sebagai institusi pendidikan vokasi juga tidak luput dari tantangan ini. Berdasarkan observasi dan wawancara informal, ditemukan bahwa banyak siswa yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang risiko online.

Beberapa permasalahan utama yang diidentifikasi antara lain:

(1) Kurangnya pemahaman tentang berbagai bentuk ancaman siber

(2) Kebiasaan berbagi informasi pribadi secara sembarangan di media sosial

(3) Kesulitan membedakan informasi yang valid dan hoaks; serta (4) Kurangnya kesadaran tentang etika berinternet yang positif.

Rendahnya literasi digital ini dapat berakibat fatal, seperti pencurian data, kerugian finansial, menjadi korban cyberbullying, atau terlibat dalam penyebaran hoaks.

Baca Juga :  Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Gelar Kegiatan PKM di Desa Malabar: ‘Strategi Pengembangan SDM di Masyarakat’
(Foto: Istimewa)

Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut melalui sosialisasi yang komprehensif dan interaktif.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan literasi digital, seperti kampanye kesadaran,pelatihan, dan edukasi formal. Misalnya, program peningkatan literasi digital yang melibatkan pelatihan interaktif dan penggunaan permainan edukatif telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber dan deteksi phishing (Yang et al., 2012). Namun, efektivitas dari strategi-strategi ini bervariasi dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif.

2. METODE

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, di SMK Al Hamra, dengan melibatkan 20 orang siswa sebagai peserta.

Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dan edukatif. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis sebagai berikut:

• Pre-test

Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai keamanan siber dan literasi digital.

• Ceramah Interaktif dan Presentasi Visual

Materi disampaikan menggunakan slide PowerPoint yang menarik, dilengkapi dengan gambar dan contoh kasus nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

• Simulasi Kasus

Peserta diajak untuk mengidentifikasi contoh email phishing, tautan mencurigakan, dan berita hoaks.

• Diskusi dan Tanya Jawab

Sesini ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan mendalami materi yang telah disampaikan.

• Post-test dan Pemberian Doorprize

Di akhir sesi, peserta mengerjakan kuesioner yang sama dengan pre-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Doorprize diberikan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi.

• Pembagian Modul Digital

Peserta diberikan modul digital sebagai bahan ajar mandiri yang berisi ringkasan materi dan tips praktis.

Materi yang disampaikan mencakup:

Pengenalan Keamanan Siber dan Ancaman (Phishing, Malware, Ransomware)

Langkah-Langkah Perlindungan Diri (Kata Sandi Kuat, Autentikasi Dua Faktor/2FA, Kehati-hatian terhadap WiFi Publik), Perlindungan Data Pribadi di Media Sosial dan Jejak Digital, Etika Berinternet dan Menghindari Cyberbullying, Pilar Keamanan Siber (Kerahasiaan, Integritas, Ketersediaan), Studi Kasus Kebocoran Data di Indonesia.

Baca Juga :  Membangun SDM Unggul, produktifitas Disiplin dan Kerja Tim di Era Digital Smk Attaufiqiyah Baros

3. Hasil dan Pembahasan

• Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan berjalan lancar dan dihadiri dengan antusias oleh peserta. Selama sesi presentasi, peserta terlihat aktif memperhatikan. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mereka.

Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta adalah: “Apa dampak yang terjadi jika data pribadi seseorang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab? Dan mengapa pentingnya Autentikasi Dua Faktor (2FA)?”.

Diskusi yang timbul dari pertanyaan ini berhasil menjelaskan konsekuensi serius seperti pencurian identitas dan penipuan finansial, serta menekankan bagaimana 2FA menjadi lapisan pertahanan tambahan yang krusial.

Perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual peserta mengenai istilah-istilah dan praktik keamanan siber.

Sebelum sosialisasi, hanya sebagian kecil peserta yang mengenal 2FA dan bahaya phishing yang spesifik. Setelah sosialisasi, mayoritas peserta dapat menjelaskan kembali konsep-konsep tersebut dengan bahasa mereka sendiri.

Pembahasan

Keberhasilan kegiatan ini sejalan dengan temuan Kurniawan & Wulandari (2022) dan Wibowo & Lestari (2020) yang menyatakan bahwa edukasi keamanan siber yang interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku aman berinternet.

Metode

ceramah yang dipadukan dengan studi kasus dan diskusi terbukti dapat membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami.

Peningkatan pemahaman peserta menunjukkan bahwa pendekatan Social Cognitive Theory (Bandura, 1986) yang diterapkan—di mana peserta belajar melalui observasi contoh nyata dan diskusi—dapat meningkatkan self-efficacy mereka dalam menerapkan perilaku aman siber.

Peserta tidak hanya mendengar teori tetapi juga melihat simulasi dan mendiskusikan langkah-langkah praktis, sehingga mereka merasa lebih percaya diri untuk melindungi diri sendiri di dunia digital.

Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, sehingga tidak semua topik dapat dikupas lebih mendalam.

Namun, pembagian modul digital diharapkan dapat menjadi referensi lanjutan bagi peserta.

4. Simpulan dan Saran

• Simpulan

Sosialisasi keamanan siber ini telah berhasil meningkatkan literasi digital siswa SMK Al Hamra. Terjadi peningkatan pemahaman mengenai ancaman siber, langkah-langkah protektif, dan etika berinternet.

Baca Juga :  Empat Siswa SMKIC Padarincang Harumkan Nama Indonesia di Ajang International Robothon 2025

Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang terstruktur dan interaktif sangat dibutuhkan untuk membekali generasi muda menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

Saran

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, beberapa saran yang dapat diajukan adalah:

Bagi Sekolah: Disarankan untuk mengintegrasikan materi keamanan siber dan literasi digital ke dalam kurikulum atau program ekstrakurikuler secara berkelanjutan.

Bagi Penyelenggara PKM Selanjutnya: Kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan format workshop yang lebih panjang, mencakup praktik langsung seperti simulasi serangan phishing atau pengaturan privasi media sosial.

Pelibatan orang tua dan guru juga dapat dipertimbangkan untuk memperluas dampak edukasi.

5. Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

Pihak SMK Al Hamra yang telah memberikan izin dan fasilitas untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Bapak Leo Sandi, S.Kom., M.Kom. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing dan memberikan arahan.

Seluruh siswa SMK Al Hamra yang telah berpartisipasi dengan semangat dan antusiasme.

Universitas Pamulang yang telah mendukung terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi

Daftar Pustaka

Bawden, D. (2008). Origins and concepts of digital literacy. In Digital literacies: Concepts, policies and practices (pp. 17-32). Peter Lang Publishing.

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319-340.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub.

Kurniawan, A., & Wulandari, D. (2022). Pengembangan Edukasi Keamanan Siber Berbasis Game untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa SMK. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 45-60.

NIST. (2018). Framework for Improving Critical Infrastructure Cybersecurity. National Institute of Standards and Technology.

Wibowo, S., & Lestari, P. (2020). Pengaruh Pelatihan Keamanan Siber terhadap Perilaku Pengguna Internet di Kalangan Siswa SMK. Jurnal Sistem Informasi, 15(2), 112-125.

Wahib, P., dkk. (2022). Sosialisasi cyber security untuk meningkatkan literasi digital. Abdi Jurnal Publikasi, 1(2), 64-68.

Yuniarti, S., & Pratama, R. (2023). Analisis Literasi Digital dan Kesadaran Keamanan Siber pada Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 8(1), 33-45. ***

Berita Terkait

PKM UNPAM Serang di Pandeglang: Edukasi Finansial Digital untuk Bentuk Generasi Visioner
Mahasiswa UNPAM Serang, PKM ke SMKS Darma Nusantara: Pentingnya Branding dalam Meningkatkan Nilai Kual dan Daya Saing Produk Kreatif di Era Digital
PKM Mahasiswa UNPAM Serang, di SMA 1 Kragilan, Pentingnya Literasi Digital serta Strategi Pemasaran Usaha di Era Modern
Mahasiswa UNPAM Serang Edukasi Warga Unyur Cegah Hoax Melalui Literasi Digital
Mahasiswa Administrasi Negara S-1 UNPAM Kampus Serang Melaksanakan Kegiatan PKM di Kampung Kepandean Kidul RT 02 Kota Serang
Mahasiswa Unpam Kota Serang Dampingi UMKM Gerabah Kelola Keuangan Lebih Tertib
Pendekatan ABCD: Strategi Akademisi Universitas Pamulang Perkuat Ekonomi Lokal Cilograng
Sosialisasi Meningkatkan Lirerasi Keuangan Siswa Di Era Digital SMA Negeri 1 Kragilan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 22:15 WIB

PKM UNPAM Serang di Pandeglang: Edukasi Finansial Digital untuk Bentuk Generasi Visioner

Senin, 18 Mei 2026 - 11:45 WIB

Mahasiswa UNPAM Serang, PKM ke SMKS Darma Nusantara: Pentingnya Branding dalam Meningkatkan Nilai Kual dan Daya Saing Produk Kreatif di Era Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 11:25 WIB

PKM Mahasiswa UNPAM Serang, di SMA 1 Kragilan, Pentingnya Literasi Digital serta Strategi Pemasaran Usaha di Era Modern

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:08 WIB

Mahasiswa Administrasi Negara S-1 UNPAM Kampus Serang Melaksanakan Kegiatan PKM di Kampung Kepandean Kidul RT 02 Kota Serang

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:01 WIB

Mahasiswa Unpam Kota Serang Dampingi UMKM Gerabah Kelola Keuangan Lebih Tertib

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Olahraga

Tim Voli Putri UPG Raih Juara 3 di Turnamen Perpaja Cup 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 16:08 WIB