BI Dorong Banten Selatan Jadi Episentrum Ekonomi Baru: Infrastruktur, Pertanian Modern, dan Pariwisata Jadi Andalan 2026

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, saat memberikan Sambutan daam Gelaran Forum Ekonomi Banten (FEB) 2025. (Foto: Bantenesia)

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, saat memberikan Sambutan daam Gelaran Forum Ekonomi Banten (FEB) 2025. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten menegaskan komitmen mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan wilayah Banten Selatan.

Fokus penguatan diarahkan pada pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan investasi di sektor pertanian modern, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M Moesa, dalam Forum Ekonomi Banten 2025, Selasa (9/12/2025) yang digelar di salah satu Hotel di Kota Serang, yang turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian, Akademisi, Asosiasi Bisnis, dan Pelaku Usaha.

Dalam laporannya, BI mengungkapkan kinerja ekonomi Banten terus menunjukkan ketahanan.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, Gelar Forum Ekonomi Banten (FEB) 2025. (Foto: Bantenesia)

Pada Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29% (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,04% (YoY) dan regional Jawa 5,17% (YoY). Banten juga menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional sebesar 3,87%.

Baca Juga :  BI Banten Distribusikan Uang 3,88 Triliun, Selama Ramadan dan Idul Fitri 2024

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat selama musim liburan, investasi besar di bidang industri dan infrastruktur, serta peningkatan ekspor komoditas besi-baja, farmasi, plastik, hingga makanan-minuman olahan.

Meski pertumbuhan melaju positif, BI menyoroti ketimpangan pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan.
Selama 2025, 98,1% investasi Banten masuk ke Banten Utara, sementara Banten Selatan hanya memperoleh 1,9%.

Padahal, Lebak dan Pandeglang memiliki kekayaan alam dan budaya yang berpotensi menjadi sumber ekonomi baru. Mulai dari Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Sawarna, Geopark Bayah Dome, hingga budaya Baduy yang dikenal dunia.

Namun wilayah ini masih terhambat oleh masalah mendasar seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya angka kemiskinan, pengangguran, akses pasar pertanian yang dikuasai tengkulak, serta minimnya hilirisasi hasil tani.

Baca Juga :  OJK Banten Perkuat Literasi Keuangan, Bentengi Masyarakat dari Risiko Investasi Digital

BI menilai dua sektor ini mampu menyerap tenaga kerja besar dan memberi dampak luas (Trickle-Down Effect), terutama bagi masyarakat kecil.

Event Bank Infonesia(BI), Forum Ekonomi Banten 2025. (Foto: Bantenesia)

“Sektor pertanian dan pariwisata dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tegas Ameriza dalam forum.

Untuk itu, BI mendorong:

  • Pembangunan infrastruktur jalan, utilitas publik, dan konektivitas menuju destinasi wisata.

  • Modernisasi pertanian melalui irigasi teknis, benih unggul, teknologi, dan hilirisasi hasil tani.

  • Kemitraan investor dengan UMKM lokal agar masyarakat tidak hanya jadi penonton.

Selain pertumbuhan ekonomi, kinerja pengendalian inflasi Banten juga dinilai sukses. Hingga akhir 2025, inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam target 2,5±1%.

Sementara itu, transformasi digital menunjukkan perkembangan pesat. Pengguna QRIS menembus 3,2 juta pengguna, dengan transaksi mencapai Rp68,8 triliun hingga September 2025. Banten pun dinobatkan sebagai provinsi peringkat kelima terbesar untuk penggunaan QRIS di Indonesia.

Baca Juga :  Rapat OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Kuat Meski Tantangan Global

BI mendorong penguatan sinergi lintas instansi untuk mendukung pembangunan wilayah Banten Selatan. Fokus kebijakan daerah diarahkan untuk:

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, saat Foto bersama dengan Media. (Foto: Istimewa)

✔ Optimalisasi potensi pertanian dan pariwisata.
✔ Percepatan belanja daerah terutama infrastruktur penopang investasi.
✔ Penguatan GNPIP untuk stabilitas harga pangan.
✔ Reformasi struktural memperkuat daya saing daerah.

BI berharap forum ini menjadi tonggak kolaborasi baru antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan merata di Banten.

“Semoga forum ini menjadi fondasi pengembangan Banten yang maju dan sejahtera,” tutup Ameriza. (Pou)

Berita Terkait

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten
The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern
BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:14

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran

Senin, 6 Juli 2026 - 21:49

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:13

OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:48

BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52