[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul ‘Penyuluhan Pencegahan Tindakan Perilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa Di SMKN 7 Pandeglang’, Rabu (24/12/2025) di Jl. Nanggor Karangtanjung, Desa Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang (42251), bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian, bentuk, dan dampak negatif dari perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Kerangka pemecahan masalah dimulai dengan tahap identifikasi masalah yang terjadi di lapangan, yaitu rendahnya kesadaran siswa dalam memahami bentuk-bentuk bullying. Selanjutnya, disusun program penyuluhan yang meliputi materi dasar tentang membangun kesadaran mengenai bullying dengan literasi dan edukasi.
Tahap implementasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana siswa diajak berperan aktif dalam simulasi mengenai bullying, seperti memeragakan perilaku bullying, cara mencegah, dan menanggapinya. Selain itu, diberikan sesi diskusi interaktif dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman serta meningkatkan keterampilan menghindari bullying.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas program, termasuk melalui pengamatan langsung dan pengumpulan umpan balik dari peserta.
Kerangka ini diharapkan mampu membekali siswa dengan kemampuan menghindari bullying, sehingga mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan mendatang. Pendekatan ini juga diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di SMKN 7 Pandeglang, menjadikannya sebagai lembaga yang mampu mencetak generasi muda yang cakap dalam organisasi dan sadar perilaku negatif bullying.
METODE PENELITIAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul ‘Penyuluhan Pencegahan Tindakan Prilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa Di SMKN 7 Pandeglang’ yang dilaksanakan di sekolah tersebut menggunakan metode yang terstruktur dan partisipatif.
Metode kegiatan ini mencakup empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi.
Melalui metode ini, diharapkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan keuntungan yang berarti bagi pelajar SMKN 7 Pandeglang, baik mengenai pengetahuan pencegahan bullying maupun tindakan menghindarinya, sehingga mereka lebih siap untuk secara mental dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan metode berikut:
1. Sosialisasi dan Penyuluhan Tatap Muka Kegiatan dimulai dengan sosialisasi di aula sekolah yang dihadiri oleh 105 siswa kelas X, XI, XII. Tim PKM memberikan penjelasan umum tentang bullying bagi pelajar di era modern. Sosialisasi dilakukan secara interaktif, di mana siswa diajak berdiskusi ringan mengenai kebiasaan mereka dalam bullying di kehidupan sehari – hari.
2. Pemaparan Materi Menggunakan Power Point dan Video Edukatif Setelah sosialisasi, tim PKM menyampaikan materi utama menggunakan presentasi PowerPoint yang telah disiapkan khusus oleh tim, dengan desain visual yang menarik dan mudah dipahami.
3. Diskusi dan Tanya Jawab Interaktif Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami, termasuk cara menghindari bullying. Tim PKM memberikan jawaban dan solusi secara langsung.
4. Pembagian Hadiah dan Evaluasi Kegiatan Untuk meningkatkan semangat dan partisipasi siswa, tim PKM menyiapkan hadiah kecil bagi peserta yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan. Kegiatan ini menciptakan suasana yang menyenangkan dan kompetitif, membuat siswa semakin termotivasi untuk berpartisipasi. Di akhir kegiatan, tim membagikan lembar evaluasi singkat kepada peserta untuk menilai pemahaman dan kesan mereka terhadap kegiatan yang telah dilakukan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan secara tatap muka di Aula SMKN 7 Pandeglang, pada hari Rabu 22 Oktober 2025 pelaksanaan yang telah disepakati bersama pihak sekolah.
Tim PKM Universitas Pamulang Kampus Serang tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan persiapan teknis, seperti pengecekan peralatan presentasi, pembagian materi, serta koordinasi dengan guru pendamping. Sementara itu, siswa peserta mulai hadir dan melakukan absensi sesuai daftar yang telah disiapkan oleh panitia.

Setelah proses absensi, setiap siswa menerima snack dan air minum ringan dari panitia sebelum acara dimulai. Para peserta kemudian diarahkan untuk duduk di tempat yang telah disediakan secara tertib. Suasana aula terasa hangat dan antusias, karena siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang berbeda dari pembelajaran biasanya.
Kegiatan resmi dimulai tepat pukul 09.00 WIB sesuai dengan rundown acara. Acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing PKM Universitas Pamulang, dan ditutup dengan sambutan dari perwakilan sekolah SMKN 7 Pandeglang.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim PKM. Materi disampaikan menggunakan PowerPoint dan video edukatif singkat. Siswa tampak sangat antusias mereka memperhatikan dengan fokus, mencatat hal penting, dan beberapa bahkan langsung berdiskusi kecil dengan teman di sebelahnya.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul ‘Penyuluhan Pencegahan Tindakan Prilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa Di SMKN 7 Pandeglang’ yang dilaksanakan di sekolah tersebut berhasil mencapai hasil yang signifikan dalam pengembangan keterampilan siswa.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang konsep dasar bullying, seperti pencegahan, bentuk-bentuknya, cara menghindarinya, serta cara mengatasinya.
Melalui simulasi yang dilakukan, siswa mampu menghindari bullying, para siswa diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bullying secara mendalam.
Selain itu, pelatihan simulasi anti bullying, mereka berhasil meningkatkan pemahamannya dalam mencegah bullying.
Mereka mampu mempraktikan cara-cara menghindari bullying. Beberapa siswa bahkan menunjukkan inisiatif untuk menerapkan konsep tersebut, seperti menjawab perilaku bullying dengan keberanian dan dengan tindakan non fisik.
Umpan balik dari peserta sangat positif, dengan penekanan pada pentingnya kelanjutan program ini untuk pengembangan keterampilan siswa di masa depan.
Hasil kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan siswa dalam bahaya bullying tetapi juga menciptakan semangat yang tinggi dalam mencegah bullying di kehidupan sehari – hari dan meningkatkan kesadaran tersebut di lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini berhasil mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan pemahaman siswa mengenai ‘Penyuluhan Pencegahan Tindakan Prilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa SMKN 7 Pandeglang’.
Siswa yang sebelumnya kurang memahami bullying kini lebih paham dan bisa mencegahnya.
Dalam aspek ini, pembahasan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami teori cara mencegah bullying tetapi juga mampu menerapkannya. Mereka berhasil mempraktikannya dengan bimbingan Tim PKM.
Salah satu pencapaian penting adalah peningkatan kesadaran akan bahaya bullying di kalangan siswa, yang terlihat dari inisiatif mereka untuk mulai menerapkannya. Ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan mereka dan memiliki dampak positif pada kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa tantangan yang teridentifikasi, seperti perbedaan tingkat pemahaman di antara siswa, yang memerlukan perhatian lebih dalam pendampingan.
Selain itu, keberlanjutan program ini menjadi perhatian utama untuk memastikan dampak jangka panjang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat beberapa hal yang dapat dijelaskan lebih mendalam untuk memahami dampak dan tantangan dari program ini.
1. Dampak Positif pada Siswa Pengembangan pencegahan bullying dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya menghindari tindakan bullying.
2. Peningkatan Kapasitas Guru Pelatihan kepada guru memberikan nilai tambah, terutama dalam memperkaya metode pembelajaran mereka dengan materi berbasis pencegahan bullying.
3. Keberlanjutan Program Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keberlanjutan program menjadi kunci penting. Dengan menyerahkan modul pembelajaran kepada sekolah, kegiatan pencegahan bullying dapat terus dilaksanakan oleh guru.

Secara keseluruhan, pembahasan hasil menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kapasitas siswa di SMKN 7 Pandeglang.
Program ini tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan teknis tetapi juga memberikan landasan untuk membangun budaya organisasi dan pencegahan bullying yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Selama sesi diskusi, siswa juga terlihat lebih percaya diri dan aktif mengemukakan pendapat.
Mereka berbagi pengalaman tentang kebiasaan dalam perilaku bullying dan cara mencegahnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dan kesadaran terhadap pentingnya pemahaman bullying.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial positif. Siswa yang awalnya pasif menjadi lebih aktif berinteraksi, bekerja sama, dan mendengarkan satu sama lain saat kegiatan berlangsung. Sikap saling mendukung dan keinginan untuk belajar terlihat jelas hingga akhir acara.
KESIMPULAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul ‘Penyuluhan Pencegahan Tindakan Prilaku Bullying Terhadap Sesama Siswa SMKN 7 Pandeglang’ yang dilaksanakan di sekolah tersebut, menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam pengembangan keterampilan peserta dalam berbagai aspek penting.
Melalui pelatihan yang terstruktur mengenai pencegahan bullying, para siswa ini memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola organisasi, mulai dari cara pencegahan hingga menghindarinya.
Selain itu, program ini juga berfokus pada pencegahan perilaku bullying, yang merupakan keterampilan penting yang sering kali kurang diperhatikan di lingkungan sekitarnya.
Melalui penyuluhan praktik langsung, para siswa diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bullying.
Mereka diajarkan cara mengindarinya, yang diharapkan dapat membekali mereka untuk menjadi individu yang lebih mandiri dalam hal bullying.
Kegiatan PKM ini juga berhasil membentuk kesadaran tentang pentingnya pemahaman bullying, yang diharapkan dapat menciptakan siswa yang tidak hanya memiliki keterampilan akademik dan non akademik yang baik, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghindari bullying.
Selain memberikan manfaat langsung bagi para siswa, program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan sekolah itu sendiri, dengan siswa/i yang memiliki keterampilan kepemimpinan dan bagi masyarakat sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani, T., & Hidayati, F. (2018). Perilaku Bullying di Sekolah Menengah: Faktor Penyebab dan Dampaknya terhadap Peserta Didik. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 7(2), 112–124.
Muslih, M. (2018). “Strategi Sekolah dalam Mencegah Perundungan”. Journal of Education and Society, 4(1), 21–33.
Narwanti, S. (2020). Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Familia.
Samsudin, A. (2019). “Bullying sebagai Masalah Sosial di Sekolah Menengah”. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 145–158.
Setiawan, R., & Julianti, L. (2019). Perilaku Bullying dan Hubungannya dengan Lingkungan Sosial Sekolah. Jurnal Socius: Pendidikan dan Ilmu Sosial, 7(1), 11–20. ***







