Dampak Dalam Memberikan Makanan Cepat Saji Kepada Anak

Selasa, 23 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Hikmal Alfajri, Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Muhamad Hikmal Alfajri, Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis: Muhamad Hikmal Alfajri

(Mahasiswa Ilmu Hukum Unpam Kampus Serang)

Opini Publik: 18/12/2025

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Makanan cepat saji atau junk food, saat ini telah berkembang banyak di dunia bahkan di Indonesia. Bagi beberapa orang tua, makanan cepat dianggap lebih efisiensi dan sedap ketimbang makanan masakan sendiri karena penyajiannya yang cepat dan resep yang konsisten.

Harga nya yang murah, dan mudah ditemukan menjadi alasan orang tua untuk memberi anaknya makanan cepat saji tanpa melihat dampak yang ditimbulkan kedepannya.

Baca Juga :  Sholat Idul Fitri di Kota Serang, PJ Walikota: Silaturahmi Umat Semakin Kuat

Walaupun makanan cepat saji banyak menawarkan kemudahan, tetapi juga ada dampak negatif bagi anak-anak yang sering atau terbiasa diberi makanan instan.

Dampak buruk yang ditimbulkan makanan instan kepada anak-anak bukan hanya dampak kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi dampak perkembangan perilaku anak yang sedang mengalami fase tumbuh kembang.

Baca Juga :  Musrenbang Tingkat Kelurahan Kota Serang: Wadah Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Mengapa itu semua terjadi, karena makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi Kalori, lemak jenuh, gula, garam, dan bahan tambahan seperti pewarna dan penguat rasa agar anak-anak tertarik untuk membeli dan mengonsumsi, dan juga makanan cepat saji memiliki kandungan rendah Serat, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya.

Jika para orang tua termasuk orang yang sering memberikan anak-anaknya makanan cepat saji, maka kurangilah perilaku tersebut.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Masih Membebani Masyarakat

Mulai lah untuk memberikan anak anda makanan yang sehat dengan cara memasak sendiri. Memang memasak makanan sendiri untuk anak di rumah itu menguras tenaga dan waktu, tetapi dengan memasak makanan sendiri kita bisa mengontrol apa saja bahan-bahan yang akan kita sajikan ke anak-anak dan juga mecegah bahan-bahan bahaya masuk ke dalam makanan. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52