[BANTENESIA.NET] – Kelompok Kerja Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (Pokja Ekbispar) Provinsi Banten kembali menggelar agenda tahunan Economic Outlook sebagai forum strategis untuk memotret potensi sekaligus arah pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Kamis (18/12/2025).
Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten sebagai salah satu narasumber utama, melalui Asisten Direktur BI Provinsi Banten, M. Lukman Hakim, memaparkan capaian perekonomian Banten sepanjang 2025 serta proyeksi ekonomi daerah pada tahun mendatang.
Lukman mengungkapkan, perekonomian Provinsi Banten pada triwulan III 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,29 persen year on year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen (yoy).
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Banten terutama ditopang oleh kinerja sektor industri pengolahan yang masih menjadi motor utama ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Banten sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 5,6 hingga 6,0 persen. Menurut Lukman, target tersebut tergolong realistis dan mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Banten pada 2026 diproyeksikan tetap kuat, didorong oleh pemulihan sektor industri pengolahan serta peningkatan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Lukman menegaskan bahwa pencapaian target tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah konsolidasi ekonomi, dinamika dan stabilitas global, serta perlunya penguatan sektor-sektor strategis daerah agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pokja Ekbispar Provinsi Banten, Susi Kurniawati, mengatakan Economic Outlook merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti sekitar 30 media. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi antara media dengan para pemangku kepentingan di bidang ekonomi, bisnis, dan pariwisata.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap media dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi serta arah perekonomian Banten ke depan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tutup Susi. (Pou)







