[BANTENESIA.NET], KOTA TANGERANG – Kota Tangerang kembali mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Banten yang menghadirkan layanan pembayaran transportasi publik tanpa uang tunai maupun scan barcode.
Cukup dengan sekali tap ponsel, masyarakat sudah bisa menikmati perjalanan menggunakan bus Tayo.

Inovasi ini resmi diluncurkan dalam acara Launching QRIS Tap Transportasi Publik yang digelar, Rabu (20/8/2025), hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Banten, Pemerintah Kota Tangerang, dan BCA.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menegaskan bahwa QRIS Tap menjadi terobosan penting bagi percepatan digitalisasi di Banten.
“Ini momentum penting. Tangerang Raya selalu inovatif dan memimpin dalam hal digitalisasi. Penggunaan QRIS di Banten pun tertinggi di wilayah ini,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi ini tak hanya relevan untuk transportasi, tetapi juga bisa dikembangkan untuk sektor lain seperti parkir, retribusi pasar, hingga penyeberangan Merak–Bakauheni dan layanan kereta

“Harapan kami, digitalisasi pembayaran bersifat inklusif. Generasi muda jarang bawa uang tunai, uang mereka ada di ponsel. Dengan QRIS Tap, Tangerang semakin dekat menjadi smart city,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan menyambut positif inovasi ini.

“Hanya dengan satu sentuhan, transaksi selesai. Sama seperti di negara-negara maju yang lebih dulu menerapkan sistem ini. Kami berkolaborasi agar Tangerang semakin layak dikunjungi dengan layanan publik yang modern,” katanya.
Ia juga menyebutkan, saat ini 40 unit bus Tayo sudah siap diakses menggunakan sistem QRIS Tap.
Dukungan penuh juga datang dari BCA. Senior Vice President PT Bank Central Asia, Esther Meliana, menilai hadirnya QRIS Tap akan semakin memudahkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“QRIS Tap adalah sistem terbaru yang diluncurkan 14 Maret 2025 lalu. Kami berterimakasih kepada Pemkot Tangerang dan BI. Sejak awal BCA berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Sebelumnya, sistem QRIS Tap telah lebih dulu diperkenalkan di Yogyakarta dan Bali. Setelah Tangerang, layanan serupa rencananya akan diperluas ke Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia.
Dengan adanya QRIS Tap, Kota Tangerang kini bukan hanya sekadar pusat mobilitas, tetapi juga pionir digitalisasi transportasi publik di Banten. (Pou)







