Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSYAR) di Indonesia semakin menunjukkan komitmennya untuk mencapai inklusi keuangan melalui digitalisasi yang diperkuat oleh tiga program unggulan di wilayah Jawa.
Program pertama, Penguatan Rantai Nilai Produk Halal (PAHALA), bertujuan mendorong sinergi rantai nilai produk halal melalui sertifikasi halal, pengembangan zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta Toko Bahan Baku Halal (Tobaku).
Program kedua, Inklusivitas Ekonomi melalui Digitalisasi (INSANI), fokus pada pengembangan landing page atau fitur Muslim-Friendly Tourism dan digitalisasi pembayaran zona KHAS se-Jawa.
Program ketiga, Optimalisasi ZISWAF untuk Kesejahteraan Umat (MASLAHAT), diwujudkan melalui pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren dengan memaksimalkan dana ZISWAF, lelang wakaf produktif, serta pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi Nadzir di Jawa.

Upacara Pembukaan Festival Ekonomi Syariah Jawa (FESyar) mengangkat tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa yang Inklusif” di Surabaya, Jawa Timur.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menekankan pentingnya sinergi para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pengembangan eksyar. Ada empat strategi kunci pengembangan eksyar Bank Indonesia, termasuk mendorong ekosistem produk halal secara end-to-end, inovasi kebijakan dan instrumen pasar keuangan syariah, penguatan gaya hidup halal, dan peran teknologi digital.
Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur, Emil Elistianto Dardak, juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal dan pengembangan ekonomi di sektor pesantren sebagai upaya memotivasi pengembangan ekonomi syariah di Jawa.
Pada FESyar Jawa 2023, transaksi penjualan UMKM mencapai Rp3,03 miliar, mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,46 miliar. Provinsi Banten juga berpartisipasi aktif dengan mengirimkan 13 UMKM dan Pondok Pesantren binaan Bank Indonesia Provinsi Banten yang telah lolos seleksi dari lebih dari 200 UMKM.
Kerja keras dan sinergi antara Bank Indonesia Provinsi Banten, Pemerintah, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten membuahkan hasil, dengan mencatat 5 prestasi dalam 3 kategori lomba.
Sebagai penutup yang memukau, karya terbaik para pemenang dan 20 finalis Modest Young Designer juga ditampilkan dalam fashion show yang menggabungkan pesona wastra Batik Banten dan Tenun Baduy sebagai bahan kain yang digunakan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat pengembangan ekonomi syariah semakin berkembang, memotivasi para pelaku ekonomi dan kreatif di seluruh Jawa untuk terus berinovasi dan berprestasi di kancah global. FESyar Jawa 2023 berhasil memukau lebih dari 163 ribu pengunjung yang hadir dan memberikan dorongan positif untuk pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif di Jawa. (*)







