Penerangan Jalan di Kota Serang: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Syahira Adzra Izdihar. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Syahira Adzra Izdihar. (Foto: Istimewa)

Nama : Syahira Adzra Izdihar
Nim : 251092100031
Prodi : Administrasi Negara
Semester : 3 (Tiga)
Mata kuliah : Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Penerangan jalan menjadi salah satu fasilitasumum yang sering dianggap sederhana, padahalkeberadaannya sangat penting bagi Masyarakat, terutama bagipengguna jalan pada malam hari. Di beberapa ruas jalanmenuju Kota Serang, masih terdapat kondisi jalan yang terasacukup gelap. Salah satunya Adalah Kawasan jembatan ataujalan layang (flayover) yang berada di sekitar Universitas Bina Bangsa terletak di ruas Jl. Raya Serang-Jakarta KM. 03, Kawasan Pakupatan/Penancangan, Kota Serang, Banten. yang sering saya lewati ketika menuju arah Kota Serang.

Baca Juga :  Ketika Nyawa Korban dan Nyawa Begal Sama-Sama Dipertaruhkan, Antara Hukum dan HAM

​Ketika malam hari, penerangan di beberapa bagian jalantersebut menurut saya masih kurang. Pengguna jalan lebihbanyak mengandalkan lampu dari kendaraan masing-masing untuk melihat kondisi jalan di depan. Kondisi seperti ini tentumembuat pengendara harus lebih berhati-hati, terutama ketikajalan sedang ramai atau kondisi cuacu kurang mendukung.

​Saya sendiri pernah melihat seorang ibu-ibu mengalamikecelakaan di sekitar jalan tersebut. Saya tidak bisamemastikan bahwa kondisi jalan yang gelap menjadipenyebab kecelakaan tersebut, tetapi kejadian itu membuatsaya semakin menyadari bahwa penerangan jalan bukanhanya masalah kenyamanan, melainkan juga berkaitan dengankeselamatan Masyarakat yang menggunakan jalan pada malam hari.

Baca Juga :  Bawaslu Banten di Persimpangan Kepercayaan Publik

​Pemerintah tentu sudah melakukan Pembangunan dan penyediaan berbagai fasilitas untuk Masyarakat. Namun, fasilitas yang sudah ada juga perlu diperhatikan dan dipeliharasecara rutin. Penerangan jalan yang tidak berfungsi ataubelum tersedia di titik-titik tertentu sebaiknya menjadiperhatian, terutama pada ruas jalan yang ramai dilaluiMasyarakat.

​Menurut saya, Pemerintah perlu melakukan pengecekansecara rutin terhadap lampu penerangan jalan umum  (PJU), terutama di jalan yang banyak digunakan Masyarakat. Jika terdapat lampu yang mati atau penerangan yang masihkurang, perbaikan sebaiknya dilakukan secepatnya. Masyarakat juga bisa ikut membantu dengan melaporkanlampu jalan yang rusak kepada pihak terkait.

Baca Juga :  UNPAM Serang Gelar Edukasi keuangan Digital di SMK 1 PGRI Kota Serang, Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal

​Penerangan jalan mungkin terlihat seperti hal kecildibandingkan Pembangunan fasilitas lainnya. Namun, bagipengendara yang melewati jalan pada malam hari, lampupenerangan bisa memberikan rasa aman dan membantumereka melihat kondisi jalan dengan lebih jelas.

​Pada akhirnya, Pembangunan kota bukan hanya tentangmembuat jalan dan jembatan, tetapi juga meastikan fasilitastersebut dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh Masyarakat. Penerangan jalan yang baik merupakan salah satubentuk pelayanan publik yang sederhana, tetapi  mempunyaimanfaat besar bagi keselamatan dan aktivitas Masyarakat Kota Serang. ***

Berita Terkait

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil
Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang
Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?
Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?
Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?
Ketika Suara Mahasiswa Turun ke Jalan: Opini Publik dan Konflik Sosial di Banten
Banten di Peringkat Ketiga Pengangguran: Apa yang Salah dengan Lapangan Kerja?
Jembatan Delapan Meter dan Pelajaran Besar tentang Gotong Royong

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:24 WIB

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil

Rabu, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang

Rabu, 30 September 2026 - 10:22 WIB

Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?

Rabu, 30 September 2026 - 10:18 WIB

Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?

Berita Terbaru